Barokahnya Minum Air Zamzam

Siapa tidak tahu air zamzam. Air zamzam adalah air yang berasal dari sumber sumur zamzam di dalam Masjidil Haram. Air zamzam tidak hanya kaya kandungan mineral namun ia juga mempunyai kebarokahan besar bila diminum.

Minum air zamzam ternyata bisa diniatkan untuk maksud atau keinginan tertentu. Apabila kita niat minum air zamzam untuk sehat maka Allah akan memberikan kesehatan. Apabila kita ingin mendapatkan perlindungan dengan minum air zamzam maka Allah akan memberikan perlindungan.

Minum air zamzam tidak seperti minum air biasa tapi ada sunah-sunah yang mesti difahami oleh setiap Muslim. Beberapa sunah berkaitan dengan minum air zamzam antara lain:

  1. Meniatkan dalam hati untuk tujuan apa kita minum air zamzam
  2. Minum air zamzam sambil berdiri
  3. Minum air zamzam dengan menghadap kiblat
  4. Lanjut membaca

Sunah Membaca Amin Setelah Al-Fatihah

Bacaan Amin LDIILafad “Amin” bermakna “Allahummastajib”, “Ya Allah kabulkanlah”. Sesuai dengan Sunnah Rasulullah SAW hendaknya imam dan ma’mum membaca “amin” setelah Al-Fatihah dalam shalat dengan suara keras agar doa yang dibaca dalam surah Al-Fatihah benar-benar terkabul. Hadist Shohih Bukhari No. 782 Kitabul Adhan juga meriwayatkan barangsiapa yang bacaan Aminnya bersamaan dengan bacaan Aminnya Malaikat, maka diampuni baginya dosa-dosa yang terdahulu.

932 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ، أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ سَلَمَةَ، عَنْ حُجْرٍ أَبِي الْعَنْبَسِ الْحَضْرَمِيِّ، عَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَرَأَ {وَلَا الضَّالِّينَ} [الفاتحة: 7] ، قَالَ: «آمِينَ» ، وَرَفَعَ بِهَا صَوْتَهُ
__________
[حكم الألباني] صحيح
… Wail bin Jabir meriwayatkan, Rasulullah SAW ketika membaca lafad {وَلَا الضَّالِّينَ} maka membaca “آمِينَ” dan beliau mengeraskan suaranya.
[Hadist Abi dawud No.932 Kitabu Sholah]

Lanjut membaca

Umroh

Umroh adalah amalan ibadah yang terdiri dari Tawaf di Baitullah dan dilanjutkan Sai antara bukit Shofa Marwa dan diakhiri dengan cukur rambut kepala sampai gundul atau menggunting beberapa rambut saja kemudian lukar (melepas baju ihram).

Umroh dimulai dengan mandi junub, berpakaian ihrom, sholat dua rakaat dan membaca niat umroh di mikot. Selama perjalanan dari mikot ke Baitulloh membaca talbiyah. Contoh rangkaian praktek pelaksanaan ibadah umroh dan haji dari Rasululloh SAW bisa dikaji di Hadist Ibnu Majah No. 3074 atau Hadist Shohih Muslim No. 147 (1218).

Umroh adalah salah satu rukun Haji. Wajibnya umroh dalam haji dan kefadholannya tertuang dalan Al-Quran Surah Al-Bakarah ayat 196 dan Hadist Shohih Bukhori No. 1773. Di luar, haji umroh adalah ibadah sunah sebagai penghapus dosa antara satu umroh dengan umroh sebelumnya. Lanjut membaca

Sa’i Safa Marwa

Sa’i Safa Marwa adalah berjalan bolak-balik antara bukit Safa dan bukit Marwa sebanyak 7 kali yang mana setiap satu arah dihitung satu kali. Ibadah Sa’i ini mengenang atau napak tilas perjuangan Ibu Hajar, istri Nabi Ibrahim, mencari air untuk menghidupi putranya, Ismail, sebelum akhirnya Allah menganugerahi Ibu Hajar dengan sumur zamzam.

1647 – حَدَّثَنَا المَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ: أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ قَالَ: سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: «قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَكَّةَ فَطَافَ بِالْبَيْتِ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ سَعَى بَيْنَ الصَّفَا وَالمَرْوَةِ» ، ثُمَّ تَلاَ: (لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ إِسْوَةٌ حَسَنَةٌ)
… Amru bin Dinar meriwayatkan: Saya mendengar pada Ibna Umar r.a. berkata: “Nabi SAW datang di Mekah maka beliau tawaf di Baitullah, kemudian shalat dua rakaat kemudian sa’i antara Safa dan Marwah”, kemudian membaca: (لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ إِسْوَةٌ حَسَنَةٌ)
[Hadist Shohih Bukhari No.1647 Kitabul Haji]

Lanjut membaca

Doa Masuk dan Keluar Masjid

Hendak masuk masjid? Jangan lupa biasakan berdoa ini.

«بِسْمِ اللَّهِ، وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ»

Arti doa: “Dengan Nama Allah, dan keselamatan atas Rasulillah, Ya Allah ampunilah saya dosa-dosa saya dan bukakanlah saya pintu rahmatMu”.
Dan ketika mau keluar masjid ini doanya:

«بِسْمِ اللَّهِ، وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوبِي، وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ فَضْلِكَ»

Arti doa: “Dengan Nama Allah, dan keselamatan atas Rasulillah, Ya Allah ampunilah saya dosa-dosa saya dan bukakanlah saya pintu kefadlolanMu”.
Lanjut membaca

Talbiyah Dalam Umroh dan Haji

«لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ، لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ»
“Labaikallahumma labaik, labaika laa syarika laka labaik, innalhamda wanni’mata laka walmulka, laa syariika laka”.

Arti bacaan Talbiyah: “Aku penuhi panggilanMu Ya Allah, aku penuhi panggilanMU, aku penuhi panggilanMU, tidak ada sekutu bagiMu aku penuhi panggilanMU, sesungguhnya segala puji dan kenikmatan milikMu dan kerajaan, tidak ada sekutu bagiMu”.

Salah satu sunah dalam umrah dan haji adalah membaca talbiyah. Menurut Hadist Ibni Majah No. 2923 bahwa Talbiyah merupakan salah satu simbol umroh dan haji karena itu membaca talbiyah harus dikeraskan sehingga terdengar menggama di mana-mana. Lanjut membaca

Pakaian Ihrom untuk Haji dan Umroh

Salah satu syarat ibadah Umroh dan Haji adalah berpakaian ihrom. Bagaimanakah pakaian ihrom itu? Rasulullah SAW sebagaimana tertulis dalam Hadist Shohih Bukhori No. 1543 Kitabu Haji mensyaratkan pakaian ihrom sebagai berikut:

  1. Baju ihrom tidak boleh berupa baju kurung (baju yang berjahit)
  2. Serban, topi atau penutup kepala yang bersifat menempel di kepala juga tidak boleh dikenakan sewaktu memakai ihrom. Sedangkan payung atau benda-benda lain untuk teduhan boleh.
  3. Celana termasuk pakaian yang berjahit jadi juga tidak boleh dikenakan sebagai pakain ihrom. Semua pakaian berjahit tidak diperkenankan untuk ihrom termasuk celana dalam harus dilepas saat ihrom.
  4. Lanjut membaca