Keutamaan Imam dan Muadzin

LDII - Keutamaan Imam dan Muadzin - Diantara komponen penting dalam Islam adalah imam shalat dan muadzin. Imam adalah orang yang bertanggung jawab atas ketertiban shalat jamaah di masjid sedangkan muadzin merupakan orang kepercayaan untuk memanggil jamaah. Baca terus ah!

Mengeraskan Bacaan Sholat

LDII - Mengeraskan Bacaan SholatSurah Bani Isroil ayat 110 bisa menjadi bahan pertimbangan bagi kaum Muslimin perlukah mengeraskan bacaan sholat jamaah di Musholla atau di Masjid. Ayat tersebut berisi larangan kepada Nabi Muhammad s.a.w. mengeraskan bacaan sholat sampai terdengar di sekitar lingkungan. Membaca ayat-ayat Quran dalam sholat cukup terdengar oleh jamaah sehingga jamaah bisa memahami kandungan ayat-ayat Qur’an dan melaksanakan shalat dengan khidmat.

Sebagaimana dikisahkan dalam Hadist Termidzi No. 3145, saat itu, ketika Nabi Muhammad s.a.w. mengeraskan bacaan shalat, kaum musrikin sekitarnya bereaksi dengan mencaci Allah dan kaum Muslimin. Seketika itu pula Allah Subhanahu wa ta’ala menurunkan ayat {وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ} [الإسراء: 110], “Janganlah engkau keraskan sholatmu”. Kebencian yang memuncak bisa memicu pertentangan semakin keras dari orang-orang kafir terhadap umat Islam. Bagus sekali, lanjut ah!

Kesamaan Derajat dalam Islam

LDII - Salah satu ajaran pokok Islam adalah kesamaan derajat antar manusia. Allah menciptakan manusia menjadi berbagai bangsa dan etnis agar mereka saling mengenal, saling mengasihi dan saling menolong. Semua manusia adalah keturunan Adam yang diciptakan dari TANAH.

Islam telah menghapuskan kesombongan jahiliyah yang membanggakan dinasti / keturunan. Tidak patut satu bangsa merasa lebih unggul dari bangsa lainnya. Tidak pantas satu golongan merendahkan golongan lainnya. Islam mengukur derajat seseorang berdasarkan tingkat ketaqwaannya.

Dalam Islam hanya dikenal 2 golongan manusia. Golongan pertama adalah mereka yang berbuat bagus, bertaqwa dan mulya disisi Allah. Golongan kedua adalah orang-orang durhaka (fajir), celaka dan hina di sisi Allah.
Bagus sekali, sayang kalo nggak dibaca terus

Sunnah Memelihara Jenggot

LDII - Sunah Memelihara Jenggot - Rasulullah shalallohu alaihi wasallam memerintahkan kaum Muslimin mencukur tipis kumis dan melebatkan jenggot. Memelihara jenggot menjadi sunnah dalam Islam karena tidak ada ancaman siksa bagi orang Islam yang tidak memiliki jenggot. Orang yang benci sunnah berjenggot atau tidak suka orang berjenggot bukanlah golongan Nabi alias dia bukan orang Islam.

2763 – حَدَّثَنَا الحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الخَلَّالُ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «احْفُوا الشَّوَارِبَ وَاعْفُوا اللِّحَى» : «هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ»
__________
[حكم الألباني] : صحيح

… Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tipiskanlah kumis dan lebatkan jenggot”.

[Hadist Sunan Termidzi No. 2763 Kitabul Adab]

Asyik nih, baca terus ah!

Pondok Kutubusittah LDII

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) kembali menunjukkan komitmennya menyebarkankan agama Islam di tanah air, dengan membuka kelas baru pengajian hadist besar atau yang lebih dikenal Kutubu Sittah.

Gedung Pondok Kutubu sittah mulai beroperasi 20 Oktober 2014 berdiri di atas tanah seluas 200m2 dibangun dalam lingkungan Pondok Pesantren Al-Barokah Desa Sruni Kecamatan Gedangan Sidoarjo. Gedung pondok yang reperesentatif ini dilengkapi fasilitas ruang kantor, ruang tamu dan ruang pertemuan serta halaman parkir yang memadai.

Pondok Kutubusittah Al-Barokah saat ini memulai program pertama yaitu Pengkhataman Hadist Sunan Termidzi. Tidak kurang dari 50 (lima puluh) orang berasal dari penjuru Indonesia mengikuti pengajaran gelombang pertama ini. Khataman Hadist Sunan Termidzi direncanakan berlangsung selama 45 hari dan selesai tanggal 5 Desember 2014.
Menarik sekali, baca terus ah!

Memanfaatkan Agama Untuk Mencari Kehidupan Dunia

LDII - Rasulullah shalallohu alaihi wasallam mengingatkan kaum Muslimin akan munculnya orang-orang yang mencari dunia dengan memperalat agama. Di hadapan manusia mereka berpenampilan menarik dan berbicara manis bagai madu namun hatinya pahit. Mereka adalah orang-orang yang memanfaatkan agama untuk mengeruk kekayaan dunia.

Allah berfirman : “Mereka adalah orang yang telah menipuku dan berani kepadaku”. Dan Allah telah bersumpah merusak mereka yang berpura-pura alim dan sholeh tetapi hatinya jahat bagaikan srigala. Perlu dibaca terus nih!

Menghargai Jasa Pejuang Islam

LDII-Menghargai Pejuang Islam-Rasulullah shalallohu alaihi wasallam mengajarkan pada kaum Muslimin untuk menghargai / menghormati para perintis dan pejuang menyebaran agama Islam. Kaum pertama yang berjuang menegakkan Islam tidak lain adalah para sahabat, yaitu orang-orang yang hidup pada zaman Nabi dan ikut berperang melawan orang kafir bersama Nabi. Nabi s.a.w menghukumi manusia terbaik adalah para sahabat.

Juga Rasulullah s.a.w. melarang kaum Muslimin mencela atau menghina para sahabat. Saking berharganya perjuangan para sahabat Nabi menggambarkan: “Seandainya kalian infaq emas sebesar gunung Uhud, itu belum bisa membandingi shodaqoh mereka (para sahabat) semangkok gandum”. Luar biasa, baca teruuus…!