Menangisi Orang Mati

LDII - Menangisi Orang Mati - Matinya seseorang merupakan salah satu qodar Allah. Kapan, dimana, dan usia berapa seseorang meninggal dunia telah ditetapkan pada waktunya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Menghadapi cobaan ditinggal mati anggota keluarga, tidak ada jalan terbaik kecuali bersabar dan mengharap ridho Allah.

Dalam Islam, bersedih dan menangisi orang mati adalah hal yang wajar dan diperbolehkan selagi tidak berlebih-lebihan. Menangisi anggota keluarga yang meninggal dunia merupakan ekspresi kasih sayang seseorang pada almarhum.

Termasuk menangisi jenazah secara berlebih-lebihan, yaitu:

  1. Menangis dengan suara keras/berteriak-teriak/meraung-raung, memukul-mukul wajah, menyobek-nyobek baju dan berbagai ekspresi penyesalan yang berlebihan dan perbuatan lain sebagai bentuk tidak terima dengan qodar Allah.
  2. Menjadikan ’menangisi mayat’ sebagai tradisi. Berkeyakinan bahwa semakin banyak ditangisi orang maka jenazah dianggap sebagai orang baik, dan bisa mengangkat derajat si mayit di akhirat. Dengan keyakinan ini timbul budaya arisan menangisi orang mati dan membayar orang lain untuk menangisi anggota keluarga yang mati.

Menarik sekali, baca terus ah!

Tata Cara Berwudhu

LDII - Wudhu -Suci adalah syarat sahnya shalat. Seseorang tidak dikatakan shalat bila tidak suci badan dan tempatnya. Salah satu cara mensucikan diri adalah dengan berwudhu. Walau demikian seorang Muslim tidak harus berwudhu setiap akan shalat. Sekali wudhu bisa digunakan untuk sholat beberapa kali selagi belum batal.

وَقَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى: {إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاَةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى المَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الكَعْبَيْنِ}

Firman Allah yang Maha Mulya: “Ketika engkau hendak shalat basuhlah wajahmu, dan kedua tanganmu sampai sikut, dan usaplah kepalamu dan dua kakimu sampai mata kaki”.
[Surah Al-Maidah ayat 6]
Penting nih, baca terus ah!

Batalnya Wudhu

LDII - Batalnya Wudhu - Tidak ada yang membatalkan wudhu kecuali sesuatu yang keluar dari dua lubang: farji dan dubur. Jadi yang membuat wudhu seseorang batal yaitu: kentut, berak, kencing, keluarnya air mani dan madzi. Khusus laki-laki yang mengeluarkan mani tidak hanya wajib berwudhu namun juga harus mandi jinabat. Keluarnya darah haid dan nifas pada wanita juga membatalkan wudhu.

Sementara itu keluarnya darah dari luka kulit, atau nanah yang keluar dari jerawat atau borok tidak membuat wudhu seseorang batal. Keluarnya darah dan dahak dari mulut juga tidak membatalkan wudhu. Seseorang yang batal wudhunya saat sedang mengerjakan shalat maka batal pula shalatnya dan harus mengulangi wudhu dan shalat dari awal.
Menarik, baca terus ah!

Sitroh Dalam Sholat

LDII - Sitroh Shalat - Melintas di depan orang sholat adalah dosa. Karena itu seseorang yang akan sholat hendaknya membuat sitroh di depannya. Sitroh adalah pemisah / penghalang antara area sholat dengan tempat lalu-lalang manusia. Sitroh bisa berupa tongkat, kendaraan, kursi, atau benda apa saja.

Pada jaman Nabi sitroh berupa tongkat atau pedang yang ditancapkan didepan imam sholat. Tiang di dalam masjid juga bisa menjadi sitroh. Untuk sholat berjamaah sitroh diletakkan di depan imam.

Walaupun demikian tidak ada suatu apapun yang dapat memutus / membatalkan shalat seseorang kecuali hadas. Termasuk sholat di belakang orang yang sedang tidur, juga tidak membatalkan shalat. Baca lanjutannya

Dosanya Lewat Di Depan Orang Sedang Sholat

LDII - Dosanya Lewat Di depan orang Sholat -Kaum Muslimin hendaknya hati-hati agar tidak lewat melintas di depan orang yang sedang sholat, dimanapun. “Seandainya tahu dosanya orang yang melintas di depan orang yang sedang sholat maka menunggu 40 hari itu lebih baik daripada lewat depan orang yang sedang sholat”, demikian sabda Nabi sebagaimana tertulis dalam Hadist Shohih Bukhari No. 510 Kitabu Sholah.

Bagi seseorang yang sedang sholat diperbolehkan mencegah orang yang melintas didepannya dengan tangannya. Sebagaimana sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Ibni Sa’id dalam Hadist Shohih Bukhari No. 509 Kitabu Sholah. “Ketika kalian sholat di belakang penghalang manusia (shitroh) dan seseorang hendak lewat di depanmu, maka cegahlah, jika ia bandel maka bertindak keraslah, karena dia itu syetan”.
Baca terus ah!

Shalat Qoshor dan Jama’

LDII - Sholat Jama' dan Qoshor -Kaum Muslimin yang sedang bepergian mendapatkan keringanan dalam mengerjakan shalat. Shalat wajib yang biasanya dikerjakan empat (4) rakaat seperti; dhuhur, ashar dan isya’, bisa diringkas menjadi 2 rakaat. Meringkas sholat 4 rakaat menjadi 2 rakaat disebut QOSHOR.

Kemurahan kedua bagi musafir adalah men-jama’ sholat, yaitu menggabung dua waktu shalat dalam satu waktu. Shalat-shalat yang biasa digabung waktunya adalah: shalat isya’ dikerjakan waktu maghrib atau shalat maghrib dikerjakan waktu isya’. Juga shalat ashar dikerjakan waktu dhuhur atau sebaliknya shalat dhuhur dikerjakan dalam waktu ashar.
Bagus sekali, lanjut ah!

Keutamaan Orang Yang Berdzikir Pada Allah

LDII - Dzikir - “Gambaran orang yang ingat pada Tuhannya dan orang yang tidak ingat sebagaimana orang hidup dan orang mati”. Demikian Nabi s.a.w. bersabda dalam Hadist Shohih Bukhari No. 6407 Kitabul Da’awat.

Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang terus berkeliling di jalan-jalan mencari orang yang sedang berdzikir. Ketika ia menjumpai seseorang yang sedang berdzikir pada Allah, malaikat itu memanggil teman-temannya: “Wahai semuanya kemarilah, inilah yang kalian cari”. Maka mereka (para malaikat) bergerombol mengerumuni orang yang berdzikir itu, bertumpuk-tumpuk sampai langit dunia.

Maka Allah bertanya pada para malaikat, meskipun Allah sudah tahu apa yang terjadi: Bagus sekali, sayang kalo nggak dibaca terus