Monthly Archives: Juli 2013

Ayo, Membaca Al-Qur’an Setiap Hari!

LDII - Membaca QuranMembaca adalah aktifitas rutin manusia jaman modern. Membaca merupakan bagian dari upaya untuk menambah wawasan dan memperkaya diri dengan ilmu. Membaca berita di media; koran, tabloid atau internet merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan umat jaman sekarang.

Namun sebagai Muslim sudah seberapa banyakkah kita membaca Al-Quran? Apakah kita sudah rutin membaca Kitab suci Umat Islam itu setiap hari? Berapa kali dalam setahun kita khatam baca Kitabillah?

Membaca Quran bukan sekedar untuk hiburan atau selingan di tengah rutinitas hidup namun membaca Kitab Allah itu memberikan kefadlolan- kefadlolan yang luar biasa karena Al-Quran adalah Kitab kumpulan wahyu Allah yang diturunkan kepada RasulNya, Nabi Muhammad SAW. Orang-orang yang tidak pernah membaca atau mengkaji Kitabillah itu tergolong orang yang lalai.

…أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَذَا الْقُرْآنَ وَإِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الْغَافِلِينَ*
… Aku (Allah) mewahyukan padamu (Muhammad) Al-Quran ini dan bahwasannya ada engkau sebelumnya niscaya tergolong orang yang lalai.
[Surah Yusuf (12)ayat 3]

Baca lebih lanjut

Awas, Puasa Anda Bisa Batal!

(LDII) PuasaBulan Ramadhan ini setidaknya ada dua amalan pokok sebagai penghapus dosa-dosa orang beriman yaitu puasa dan shalat malam. Pengampunan dosa adalah hal yang paling diharapkan setiap umat manusia. Sebab siapa saja yang kelak menghadap Allah masih membawa dosa maka ia harus mampir ke neraka.

إِنَّهُ مَنْ يَأْتِ رَبَّهُ مُجْرِمًا فَإِنَّ لَهُ جَهَنَّمَ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَى (74)
Sesungguhnya barang siapa datang pada Tuhannya dengan membawa dosa maka sesungguhnya baginya neraka Jahanam, mereka tidak mati di dalamnya dan tidak hidup.
[Surah Thoha (22) ayat 74]

 
Ramadhan adalah momen untuk instropeksi, melatih, dan menjaga nafsu syahwat. Puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga namun puasa sebagai perisai dari perbuatan-perbuatan dosa dan tercela. Rasulullah s.a.w. pernah mengingatkan bahwa banyak umat Islam yang puasa namun hasilnya hanya lapar dan haus. Artinya puasa yang kita kerjakan dengan susah payah itu bisa BATAL, puasanya maupun hapus pahalanya. Hmm, menarik sekali, lanjut ah!

Membaca Shalawat saat Nama Nabi Disebut

(LDII) Shalawat NabiWajib bagi setiap Muslim membaca shalawat, صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “shalallahu alaihi wasallam”, ketika mendengarkan nama Nabi Muhammad disebut. Ini sesuai dengan sabda Nabi sebagaimana tertulis dalam Hadist Sunan Termidhi No. 3545 Kitabu Da’awat, bahwa seseorang akan keropos (gruwung = Jawa) hidungnya bila ia tidak mengucapkan salawat ketika mendengar nama Rasulullah disebut. Artinya, mereka yang tidak mengucap shalawat saat Nama Nabi disebut, diancam siksa NERAKA.

Selain menjelaskan ancaman bagi orang yang tidak mengucap shalawat, Hadist Sunan Termidhi No. 3545 Kitabu Da’awat, juga mengisyaratkan kerugian bagi seseorang yang menjumpai bulan Ramadhan, akan tetapi dosa-dosanya belum diampuni. Jadi sangat rugi seseorang yang memasuki bulan Ramadhan tidak meningkatkan ibadah dan amal baiknya namun malah memperbanyak perbuatan maksiat. Asyik nih, rugi kalo gak dibaca terus!

Makbulnya Doa Orang Yang Sedang Berpuasa

(LDII) Doanya Orang PuasaSalah satu kefadholan orang yang sedang puasa adalah bahwa doanya tidak ditolak oleh Allah Ta’ala. Tertulis dalam Hadist Riwayat Baihaqi dalam Sunan Al-Kabir Rasulullah s.a.w bersabda bahwa ada tiga orang yang doanya makbul:

  1. Doa orang tua kepada anaknya
    Keberhasilan seorang anak tidak lepas dari doa dan dukungan kedua orang tuanya. Dalam kondisi bagaimanapun orang tua tidak diperkenankan murka hingga mengutuk atau menyumpahi anaknya. Ucapan jelek orang tua bisa menjadi kenyataan pada anaknya.
  2. Doanya orang yang sedang berpuasa
    Untuk itu Muslim yang sedang berpuasa hendaknya memperbanyak doa yang baik, dan menghindari perbuatan-perbuatan dosa dan tercela yang dapat menghapus pahala puasa.
  3. Doa seorang musafir.
    Karana itu perbanyaklah berdoa ketika anda sedang bepergian.

Menarik sekali, lanjut ah!

Kemurahan Tidak Puasa Ramadhan

(LDII)-Puasa-RamadhanPuasa Ramadhan adalah salah satu Rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim. Meninggalkan puasa satu hari di bulan Ramadhan pahalanya tidak bisa ditandingi walau diganti dengan puasa satu tahun penuh.

Namun demikian syariat Islam memberikan kemurahan untuk tidak puasa di bulan Ramadhan kepada golongan tertentu, yaitu:

  1. Laki-laki atau perempuan tua renta yang sudah tidak kuat lagi berpuasa, bisa mengganti dengan membayar fidyah, memberi makan satu orang miskin tiap hari. Sedangkan orang tua yang masih kuat berpuasa tetap wajib tidak boleh meninggalkan puasa.
  2. Orang sakit pria atau wanita yang tidak mungkin diharapkan kesembuhannya, bisa mengganti dengan membayar fidyah, memberi makan satu orang miskin tiap hari.
  3. Ibu-ibu hamil atau menyusui yang mengkhawatirkan keselamatan bayinya, boleh tidak berpuasa namun wajib mengganti puasa di hari lain. Sedangkan wanita hamil atau menyusui bayi yang sehat, kuat dan gizinya tercukupi tetap wajib berpuasa.
  4. Para musafir yang bepergian sejauh perjalanan 1 hari atau kurang lebih 90 (sembilan puluh) kilometer, boleh tidak berpuasa namun wajib menggantinya di luar Ramadhan.
  5. Orang gila atau pikun selamanya, bebas dari kewajiban puasa Ramadhan dan tidak wajib membayarnya di kemudian hari.

Wah, jarang info beginian, sayang kalo tidak diteruskan!

Wanita Jadi Pemimpin

(LDII) Wanita Jadi PemimpinSatu lagi kontroversi antara faham sekuler dengan nilai-nilai Islam, yaitu soal memilih pemimpin. Isu diskriminasi gender dalam kepemimpinan sering menjadi benturan antara sistem liberal yang menjunjung kebebasan versus Islam yang berpegang teguh pada Kitabillah dan Sunnah Nabi.

Satu prinsip penting dalam Islam adalah tidak boleh mengangkat seorang perempuan menjadi pemimpin.

Sebagaimana tertulis dalam banyak hadist yang salah satunya adalah Riwayat Thobroni No. 9061, Rasulullah s.a.w. bersabda bahwa Allah tidak akan mensucikan (tidak mengampuni dosa-dosa) suatu umat apabila perempuan mengatur mereka. Begitu juga dalam Hadist Musnad Ahmad No. 20402, Nabi mengingatkan, bahwa tidak beruntung suatu kaum yang menyandarkan perkara mereka pada seorang wanita.

Diakui bahwa peran wanita dalam segala bidang sangat vital. Di dunia ini banyak sekali bermunculan tokoh-tokoh wanita yang sangat penting dan berpengaruh. Begitu juga keberhasilan Rasulillah s.a.w.dalam mengembangkan Islam juga tidak lepas dari peran dan dukungan istri beliau, Ibu Khadijah. Akan tetapi Islam telah menetapkan porsi wanita sebagai pendamping, pemberi saran, dan pendorong semangat laki-laki, BUKAN sebagai pengendali yang menentukan kebijakan.
Keren banget infonya, sayang kalo gak diteruskan!

Kena Musibah? Sabar dan Berdoalah!

LDII - CobaanApakah anda sedang tertimpa musibah, kesandung masalah, terbentur kesulitan, jatuh sakit, kehilangan harta atau anggota keluarga? Jangan kaget, semua itu adalah cobaan dari Allah. Tidak dapat dihindari, setiap hamba Allah yang beriman pasti merasakan ujianNya.

Sungguh Allah telah mencoba umat sebelum sekarang. Dengan cobaan itu Allah mengetahui siapakah hambanya yang benar-benar bertaqwa dan siapakah yang dusta. Ini sudah difirmankan oleh Allah dalam Al-Quran Surah Al-Ankabut (29) ayat 2-3.

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ (2) وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ (3)
Adakah manusia menyangka bahwa mereka dibiarkan ketika mereka berkata, “Saya beriman”, dan mereka tidak diuji? Dan sniscaya sungguh-sungguh Aku (Allah) telah mencoba orang-orang sebelum kalian, maka Allah tahu orang-orang yang sungguh dan Allah tahu orang-orang yang dusta.
[Surah Al-Ankabut (29) ayat 2-3]

Hmm bagus sekali nasehatnya, terus baca ah!