Monthly Archives: Juli 2013

Mencuri, Wajib Masuk Neraka!

Nasehat LDII Had Mencuri.Pembantu Nabi s.a.w. bernama Kirkirah meninggal dunia. Namun kematian orang dekat Rasulillah tersebut membuat geger di kalangan sahabat, pasalnya Nabi sendiri memvonis pembantunya tersebut masuk neraka. Selidik punya selidik ternyata orang kepercayaan Rasulillah itu pernah mencuri benda sabilillah berupa selembar pakaian. Riwayat ini tertulis dalam Hadist Ibni Majah no. 2849 Kitabul Jihad(24) Bab Ghulul(34).

Kalau saja mencuri sepotong pakaian seorang sahabat dekat Nabi harus masuk neraka bagaimana dengan yang korupsi harta negara miliaran rupiah? Jelas wajib masuk nerakanya!

Allah Ta’ala sangat murka dan melaknati orang-orang yang mencuri. Karena itu jauhilah perbuatan mencuri, mengambil barang yang bukan hak kita sendiri.

بَابُ الْغُلُولِ
2849 – حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ: كَانَ عَلَى ثَقَلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ كِرْكِرَةُ فَمَاتَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «هُوَ فِي النَّارِ» فَذَهَبُوا يَنْظُرُونَ، فَوَجَدُوا عَلَيْهِ كِسَاءً أَوْ عَبَاءَةً، قَدْ غَلَّهَا
__________
[حكم الألباني] صحيح

Bagus sekali kajiannya, lanjut baca ah!

Taubat Nashuha

LDII - Taubat An-Nashuha.Selain meningkatkan amal ibadah dengan banter, Ramadhan adalah momen yang tepat untuk melaksanakan taubat mohon ampunan kepada Allah atas dosa dan perbuatan jelek, agar terhindar dari siksa neraka.

Salah satu syariat Islam untuk menghapuskan dosa-dosa orang beriman adalah dengan melaksanakan taubat nasuha. Sesuai dengan seruan Allah dalam surah At-Tahrim ayat 8.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا…* سورة التحريم اية 8
Wahai orang-orang beriman bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat nashuha …*
[Surah At-Tahrim (66) ayat 8]

 
Sebagaimana dicontohkan dalam Hadist Sunan Ibnu Majah No. 2549 Bab Haddizzina Kitabu Hudud, ada tata cara pelaksanaan taubat dalam Islam yang harus dilaksanakan oleh setiap Muslim bila telah melakukan kesalahan atau pelanggaran agama, yaitu; Bagus sekali kajiannya, sayang kalo gak dibaca terus!

Ayo, Membaca Al-Qur’an Setiap Hari!

LDII - Membaca QuranMembaca adalah aktifitas rutin manusia jaman modern. Membaca merupakan bagian dari upaya untuk menambah wawasan dan memperkaya diri dengan ilmu. Membaca berita di media; koran, tabloid atau internet merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan umat jaman sekarang.

Namun sebagai Muslim sudah seberapa banyakkah kita membaca Al-Quran? Apakah kita sudah rutin membaca Kitab suci Umat Islam itu setiap hari? Berapa kali dalam setahun kita khatam baca Kitabillah?

Membaca Quran bukan sekedar untuk hiburan atau selingan di tengah rutinitas hidup namun membaca Kitab Allah itu memberikan kefadlolan- kefadlolan yang luar biasa karena Al-Quran adalah Kitab kumpulan wahyu Allah yang diturunkan kepada RasulNya, Nabi Muhammad SAW. Orang-orang yang tidak pernah membaca atau mengkaji Kitabillah itu tergolong orang yang lalai.

…أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَذَا الْقُرْآنَ وَإِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الْغَافِلِينَ*
… Aku (Allah) mewahyukan padamu (Muhammad) Al-Quran ini dan bahwasannya ada engkau sebelumnya niscaya tergolong orang yang lalai.
[Surah Yusuf (12)ayat 3]

Baca lebih lanjut

Awas, Puasa Anda Bisa Batal!

(LDII) PuasaBulan Ramadhan ini setidaknya ada dua amalan pokok sebagai penghapus dosa-dosa orang beriman yaitu puasa dan shalat malam. Pengampunan dosa adalah hal yang paling diharapkan setiap umat manusia. Sebab siapa saja yang kelak menghadap Allah masih membawa dosa maka ia harus mampir ke neraka.

إِنَّهُ مَنْ يَأْتِ رَبَّهُ مُجْرِمًا فَإِنَّ لَهُ جَهَنَّمَ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَى (74)
Sesungguhnya barang siapa datang pada Tuhannya dengan membawa dosa maka sesungguhnya baginya neraka Jahanam, mereka tidak mati di dalamnya dan tidak hidup.
[Surah Thoha (22) ayat 74]

 
Ramadhan adalah momen untuk instropeksi, melatih, dan menjaga nafsu syahwat. Puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga namun puasa sebagai perisai dari perbuatan-perbuatan dosa dan tercela. Rasulullah s.a.w. pernah mengingatkan bahwa banyak umat Islam yang puasa namun hasilnya hanya lapar dan haus. Artinya puasa yang kita kerjakan dengan susah payah itu bisa BATAL, puasanya maupun hapus pahalanya. Hmm, menarik sekali, lanjut ah!

Membaca Shalawat saat Nama Nabi Disebut

(LDII) Shalawat NabiWajib bagi setiap Muslim membaca shalawat, صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “shalallahu alaihi wasallam”, ketika mendengarkan nama Nabi Muhammad disebut. Ini sesuai dengan sabda Nabi sebagaimana tertulis dalam Hadist Sunan Termidhi No. 3545 Kitabu Da’awat, bahwa seseorang akan keropos (gruwung = Jawa) hidungnya bila ia tidak mengucapkan salawat ketika mendengar nama Rasulullah disebut. Artinya, mereka yang tidak mengucap shalawat saat Nama Nabi disebut, diancam siksa NERAKA.

Selain menjelaskan ancaman bagi orang yang tidak mengucap shalawat, Hadist Sunan Termidhi No. 3545 Kitabu Da’awat, juga mengisyaratkan kerugian bagi seseorang yang menjumpai bulan Ramadhan, akan tetapi dosa-dosanya belum diampuni. Jadi sangat rugi seseorang yang memasuki bulan Ramadhan tidak meningkatkan ibadah dan amal baiknya namun malah memperbanyak perbuatan maksiat. Asyik nih, rugi kalo gak dibaca terus!