Hati-hati Dengan Kalimat Laa Ilaaha Illalloh

Ayo, Mengkaji Quran dan HadistKetika Abu Hurairah mendakwahkan: “Barangsiapa bersaksi bahwasannya tidak ada tuhan selain Allah dengan yakin dalam hatinya, maka kabar gembira baginya akan Surga”, Umar bin Khatab memukul dada Abu Hurairah hingga terjerembab pantatnya jatuh ke tanah.

Kemudian Umar bin Khatab protes pada Rasulullah s.a.w. : “Wahai Yang Mulya Rasulullah, janganlah engkau dakwahkan itu, sesungguhnya saya kuatir bila manusia berserah diri (meninggalkan syariat Islam yang lain), biarkanlah umat beramal sebagaimana mestinya”. Setelah itu Rasulullah s.a.w. melarang menggembar gemborkan dakwah tauhid itu.
Bagus sekali, baca terus ah!

Haramnya Hadiah Bagi Pegawai

Hadiah Buat PegawaiRasulullah s.a.w. mengajarkan kepada kaum Muslimin agar bekerja melayani masyarakat dengan jujur dan penuh dedikasi. Seorang pegawai yang menerima hadiah dari orang yang dilayani hendaknya melaporkannya kepada pimpinan dan pemakaiannya tergantung kebijakan pimpinan atau aturan setempat. Seorang pegawai tidak boleh menerima hadiah untuk dimiliki sendiri. Setiap hadiah yang diberikan kepada seorang pegawai pada hakikatnya adalah karena jabatan dan pekerjaannya.
Menarik sekali, lanjut ah!

Perempuan-perempuan Iman Yang Berbai’at

LDII - Perempuan Iman yang Berbai'at -Wahai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk berbai’at kepadamu, bahwa mereka tidak akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan menentangmu dalam kebaikan, maka terimalah bai’at mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[Surah Al-Mumtahinah ayat 12]
Menarik sekali, lanjut ah!

Abdullah bin Ubay dan Turunnya Surah Al-Munafiqun

LDII - Turunnya Surah Al-munafiquun - Zaid bin Arqom meriwayatkan: Kami berjihad bersama Rasulillah s.a.w. dan bersama kami adalah manusia dari desa. Ketika itu kami menjumpai sumber air dan orang-orang desa itu mendahului kami dan mereka berebut dengan sahabat-sahabatnya.

Maka orang-orang desa datang dulu dan menguasai sumber air dan membuat bendungan di sekeliling telaga dengan batu sampai teman-teman mereka datang . Kemudian seorang laki-laki anshor datang dan menurunkan tali kendalinya untuk minum akan tetapi orang desa melarangnya minum.

Maka orang anshor membongkar sumbat air dan orang desa mengangkat sepotong kayu lalu memukul kepala orang anshor sampai melukainya.

Kemudian Abdullah bin Ubay, pentolan orang munafiq, datang menerima kabar tentang sahabatnya dan ia marah-marah dengan mengatakan:

{لَا تُنْفِقُوا عَلَى مَنْ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ حَتَّى يَنْفَضُّوا} [المنافقون: 7]

“Janganlah engkau menginfaqi orang-orang yang bersama Rasulillah sampai mereka minggat dari sekitar Nabi”, yang dimaksud adalah orang orang desa (muhajir) – yang datang pada Rasulalloh saat makan.
Bagus sekali, lanjut ah!

Apakah Nabi Muhammad Pernah Melihat Tuhan?

LDII - Apakah Nabi Muhammad Pernah Melihat Tuhan? -Masruq meriwayatkan, Saya bertanya pada Aisyah r.a.: “Wahai bibiku apakah Nabi Muhammad s.a.w. pernah melihat Tuhannya?”

Aisyah menjawab: “Sungguh aku merinding mendengar pertanyaanmu, dimanakah kefahamanmu tentang tiga ayat? Orang-orang yang bercerita kepadamu sungguh telah dusta. Barang siapa bercerita bahwa Nabi Muhammad pernah melihat Tuhannya sungguh dia dusta”.
Menarik sekali, baca terus ah!

Mengejek Orang Iman Yang Taat

LDII - Mengejek Orang Shodakoh - Salah satu sifat orang munafik adalah suka mengejek orang beriman yang taat melaksanakan syariat Allah dan Rasul. Ketika Rasulullah s.a.w. memerintahkan orang-orang beriman untuk membayar shodakoh ada sahabat yang bekerja sebagai kuli panggul dan menyetor infak sebesar setengah sho’ (1,5 kg) bahan makanan. Sedangkan sebagian sahabat lain bisa membayar infak lebih banyak.

Sementara itu orang-orang munafik mengolok: “Allah tidak mau menerima shodakoh sekecil itu”. Akan tetapi terhadap orang beriman yang shodakohnya lebih banyak, mereka orang munafik menuduh riya’ (pamer). Kemudian Allah menurunkan ayat: “Orang-orang yang menghina pada orang iman yang taat dalam shodakoh dan orang-orang yang tidak mendapatkan kecuali sesuai kemampuan mereka…al-ayat” [Surah At-Taubat ayat 79].
Menarik sekali, lanjut ah!

Akhir Hidup Nabi Shalallohu ‘Alaihi Wa Sallam

LDII - Wafatnya Nabi - Ketika sakit cukup berat Rasulullah s.a.w. berpamitan pada istri-istrinya untuk tinggal di rumah Aisyah dan dirawat di sana. Saat itu Ali, menantunya, dan Abbas, paman beliau, yang membopong Nabi masuk rumah Aisyah.

Di dalam rumah, Nabi bersabda: “Siramlah aku dengan air dalam 7 girabah yang belum dibuka tutupnya, barangkali aku bisa menemui manusia”.

Maka Aisyah mendudukkan Nabi pada bak milik Hafshoh, istri Nabi, dan menuangkan air dalam girabah, sampai Nabi isyaroh: “Bagus, cukup”. Kemudian Nabi keluar pada manusia dan mengimami shalat dan berkhutbah. Ini adalah shalat jamaah dan khutbah terakhir karena setelah itu Nabi tidak pernah keluar lagi selamanya.
Menarik, lanjut ah!