اللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ، لآ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ، اللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ وَ للهُ الْحَمْدُ، اللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ، لآ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ، اللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ وَ لِلهِ الْحَمْدُ، اللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ، لآ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ، اللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ وَ لِلهِ الْحَمْدُ
LDII - Selamat Idul Fitri 1436H -
Selamat Hari Raya Idul Fitri
1 Syawal 1436 Hijriyah
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَم
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Menggendong Anak dan Bergerak-gerak Dalam Sholat

LDII - Sholat - Kaum Muslimin dilarang berbicara atau mengucapkan kata-kata di luar bacaan yang ditentukan dalam shalat. Akan tetapi bergerak-gerak di luar gerakan shalat diperbolehkan, seperti menggaruk kulit yang gatal, membetulkan kopiah dan bergeser atau melangkah satu / dua langkah.

Termasuk bergerak di luar gerakan shalat yaitu menggendong anak, juga diperbolehkan dalam sholat. Ketika berdiri anak itu digendong dan ketika rukuk si anak diletakkan.

Beberapa gerakan yang tidak diperkenankan dalam shalat yaitu; berkacak pinggang, meludah dan mengusap debu di jidat.
Baca lebih lanjut

Larangan Berbicara Dalam Shalat

Tertulis dalam Hadist Shohih Muslim No. (539) – 35, Zaid bin Arkham meriwayatkan: “Dahulu kami saling berbicara dalam sholat. Seorang laki-laki biasa berbicara pada teman di sampingnya ketika sedang sholat. Hingga akhirnya turun ayat: {وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ} البقرة: 238 ,”shalatlah kalian karna Allah dengan khusuk”. Setelah itu kami diperintah diam, dan dilarang berbicara (dalam sholat).

Termasuk menjawab salam juga dilarang dalam shalat. Namun demikian, memperhatikan / mendengarkan ucapan orang lain dan memberi isharoh pada waktu sedang melaksanakan shalat diperbolehkan.
Menarik sekali, lanjut ah!

Shalat Witir

LDII - Shalat Witir - Nabi shalallohu alaihi wasallam menyerukan umat Islam untuk melaksanakan sholat witir. Shalat witir adalah shalat yang jumlah rakaat-nya ganjil, biasanya 1 rakaat atau 3 rakaat.

Solat ganjil adalah amalan sunah yang disenangi oleh Allah. Shalat witir dilaksanakan pada malam hari antara sholat isha’ sampai terbitnya fajar (subuh).

Dalam shalat witir kebanyakan Rasulullah s.a.w. membaca surah Al-‘Ala di rakaat pertama, Al-Kafirun di rakaat kedua dan pada rakaat ketiga membaca Qul hu (surah Al-Ikhlash)
Menarik sekali, lanjut ah!

Mantra, Jimat dan Guna-guna Adalah Syirik

LDII - Mantra, Jimat dan Guna-guna Adalah Syirik - Rasulullah s.a.w. mengajarkan kepada kaum Muslimin untuk menggunakan doa-doa kepada Allah dalam penyembuhan atau setiap mencapai kehendak. Sebaliknya umat Islam dilarang menggunakan cara-cara syirik, seperti: mantra, jimat dan guna-guna.

Mantera / jampi adalah perkataan atau kalimat yang dianggap dapat mendatangkan daya gaib dan diyakini dapat menyembuhkan atau membawa manfaat bagi seseorang.
Luar biasa, baca terus ah!

Mendahulukan Orang Tua Daripada Ibadah Sunah

LDII - Berbuat baik Pada Orang Tua - … Abi Hurairah meriwayatkan, Nabi s.a.w. bersabda: Ada tiga orang bayi yang berbicara: Isa bin Maryam, dan bayi dalam kisah Juraij.

Juraij adalah seorang laki-laki ahli ibadah. Ia memiliki sebuah surau (tempat ibadah). Ketika ia sedang beiibadah di dalam surau itu ibunya datang.

Sang ibu memanggil: “Hai Juraij!”

Juraij berkata (dalam hatinya): “Ya Tuhanku, ibuku (memanggil) saat aku sedang sholat”.

Baca lebih lanjut

Dibencinya Meminta-minta

LDII - Dibencinya Meminta-minta - Minta-minta atau mengemis adalah perbuatan yang dibenci dalam Islam. Rasulullah s.a.w. mengajarkan kepada kaum Muslimin agar mau bekerja keras dan tidak malu bekerja kasar atau bekerja berat untuk memenuhi nafkah diri dan keluarganya.

“Kalian pagi hari memanggul kayu bakar di atas punggung kemudian shodakoh dengan hasil kayu itu dan ia merasa cukup, itu lebih baik daripada minta-minta pada orang lain, diberi atau tidak, maka sesungguhnya tangan di atas (memberi) lebih baik daripada tangan di bawah (meminta), maka jika memberi mulailah dari orang yang meramut kalian”, demikian sabda Nabi tertulis dalam Hadist Shohih Muslim No. (1042) – 106 Kitabu Zakat.

Orang-orang yang sebenarnya mampu bekerja namun ia meminta-minta maka kelak di akhirat mereka dibangkitkan dengan wajah tidak mempunyai daging, sebagai pertanda selama hidup di dunia mereka tidak punya malu.

Baca lebih lanjut