Mendoakan Orang Bersin

bersinBerdasarkan Hadist Shohih Bukhari No. 1240 Kitabul Janaiz, ada lima kewajiban seorang Muslim terhadap Muslim yang lain, salah satunya adalah mendoakan ketika ada orang Islam bersin.

1240 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ، حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ أَبِي سَلَمَةَ، عَنِ الأَوْزَاعِيِّ، قَالَ: أَخْبَرَنِي ابْنُ شِهَابٍ، قَالَ: أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ المُسَيِّبِ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: ” حَقُّ المُسْلِمِ عَلَى المُسْلِمِ خَمْسٌ: رَدُّ السَّلاَمِ، وَعِيَادَةُ المَرِيضِ، وَاتِّبَاعُ الجَنَائِزِ، وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ، وَتَشْمِيتُ العَاطِسِ ” تَابَعَهُ عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، وَرَوَاهُ سَلاَمَةُ بْنُ رَوْحٍ، عَنْ عُقَيْلٍ

… Rasulalloh s.a.w. bersabda: “Haknya seorang Muslim atas Muslim ada lima: menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengantar jenasah, mendatangi undangan dan mendoakan orang yang bersin”. Al-hadist

[Hadist Shohih Bukhari No. 1240 Kitabul Janaiz]

Menarik sekali, lanjut ah!

Meremehkan Dosa

Meremehkan DosaSalah satu watak orang tidak beriman adalah menyepelekan larangan agama dan tidak pernah menyesal ketika berbuat dosa. Sayangnya, sikap meremehkan peraturan Allah dan Rasul juga banyak dijumpai dalam kalangan umat Islam. Bersentuhan laki-laki dan perempuan bukan mahrom dianggap biasa. Laki-laki mengenakan celana menutupi mata kaki juga tidak merasa berdosa. Perempuan membuka aurat di tempat umum perasaannya enteng saja.

Dikisahkan dalam Hadist Ibnu Majah nomor 4245 bahwa kelak di akhirat ada kaum membawa pahala amalan sebesar gunung namun Allah Ta’ala menjadikannya debu yang lenyap beterbangan. Ketika ditanyakan siapakah mereka?, Rasulallah s.a.w. menjawab: “Mereka adalah saudara kamu yang juga beribadah seperti kalian namun mereka juga terbiasa mengerjakan larangan-larangan Allah”. Nauzubillahi min dhalaika. Menarik sekali, lanjut ah!

Menjaga Ucapan

Kitabul Fitan Hadist Ibnu Majah mengisyaratkan banyaknya kerusakan, perselisihan dan peperangan dalam kalangan Muslimin di akhir zaman. Banyak sekali unsur penyebab kekacauan jaman akhir, salah satu yang berbahaya adalah karena UCAPAN. Ketika ditanya apakah yang paling dikuatirkan atas umatnya, Rasulullah menjawab: “MULUT!”. Orang sering tidak menyadari bahwa ucapannya bisa membangkitkan murka Allah dan menjerumuskannya ke neraka.

Karena itu jauh hari Rasulullah s.a.w. mengingatkan kaum Muslimin agar dapat menjaga omongannya, baik yang samar maupun pernyataan terbuka di publik. “Barang siapa beriman kepada Allah dan pada hari Kiamat maka berkatalah yang baik atau diam”, demikian sabda Nabi dalam Hadist Ibnu Majah Nomor 3971 Kitabul Fitan. Hadist nomor 3973 mengungkapkan betapa ucapan yang baik dapat mengalahkan topnya ibadah yaitu JIHAD. Luar biasa, lanjut ah!

Mengucap Salam dan Berjabat Tangan

Menebarkan Salam dan Berjaba TanganMenyebarkan salam merupakan sunah yang dihidup-hidupkan dalam Islam. Salam dapat memperkuat persaudaraan dan mengikat kasih sayang sesama Muslim. “Maukah aku tunjukkan sesuatu yang bila diamalkan kalian akan saling menyayangi? Tebarkanlah salam diantara kamu sekalian”, demikian sabda Nabi di Hadist Ibnu Majah No. 3692 Kitabul Adab.

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah s.a.w., bagaimana tata-cara ketika seseorang bertemu saudaranya Muslim. Apakah harus saling membungkuk? Ataukah saling berpelukan? Nabi menjawab: “TIDAK”, akan tetapi berjabat tanganlah”.

Menanyakan kabar: “Apa kabar?”, “Bagaimana keadaanmu saat ini?’, juga merupakan ungkapan yang lazim dipraktekkan pada masa Rasulillah s.a.w., sebagaimana terungkap dalam Hadist Ibnu Majah Nomor 3710 dan 3711. Jadi etika bertatap muka dalam Islam meliputi;

  1. mengucap salam, “Assalaamu ‘alaikum”
  2. berjabat tangan dan
  3. saling menanyakan kabar masing-masing.

Bagus sekali, baca terus ah!

Siksa Bagi Orang Yang Suka Menggunjing

Dosa MenggunjingSurah An-Nur ayat 19 memuat ancaman Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi orang yang suka menggunjing. Siapapun gemar menceritakan atau menyebarluaskan kejelekan saudara Muslim kepada orang lain diancam dengan siksa yang pedih di dunia dan di akhirat. Apalagi jika cerita yang ia gosipkan itu merupakan berita bohong, tidak sesuai fakta atau hanya berdasarkan prasangka, jelas lebih besar dosanya.

Sementara itu Rasulullah s.a.w. mengisyaratkan agar sesama Muslim saling menjaga nama baik dan tidak saling merendahkan. Setiap Muslim adalah saudara karena itu haram darahnya, hartanya dan haram nama baiknya dijatuhkan.

1927 – حَدَّثَنَا عُبَيْدُ بْنُ أَسْبَاطِ بْنِ مُحَمَّدٍ القُرَشِيُّ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ هِشَامِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «المُسْلِمُ أَخُو المُسْلِمِ، لَا يَخُونُهُ وَلَا يَكْذِبُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ، كُلُّ المُسْلِمِ عَلَى المُسْلِمِ حَرَامٌ، عِرْضُهُ وَمَالُهُ وَدَمُهُ، التَّقْوَى هَاهُنَا، بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْتَقِرَ أَخَاهُ المُسْلِمَ» : هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَفِي البَابِ عَنْ عَلِيٍّ، وَأَبِي أَيُّوبَ
__________
[حكم الألباني] : صحيح

Bagus sekali nasehatnya, baca terus ah!

Bangkai Ikan dan Belalang

Salah satu larangan Allah untuk dimakan kaum Muslimin adalah bangkai, seperti tertulis dalam surah Al-Maidah ayat 3. Bangkai adalah hewan yang mati karena tidak disembelih secara syariat, seperti; mati tertabrak, mati karena sakit, mati tenggelam atau mati karena dipukul dengan senjata tumpul. Termasuk kategori bangkai adalah bagian tubuh hewan yang dipotong ketika hewan tersebut masih hidup.

Akan tetapi Rasulullah s.a.w. mengecualikan bangkai ikan dan seluruh hewan laut. “Laut itu suci airnya, halal bangkainya “, demikian sabda Nabi tertulis dalam Hadist Ibnu Majah No. 3246 Kitabushoidi. Ikan dan hewan laut lainnya boleh dimakan tanpa disembelih. Begitu juga dalam Hadist No. 3218, Rasulallohi s.a.w. bersabda: “Telah dihalalkan bagi kita dua bangkai: ikan dan belalang”. Menarik sekali, sayang kalo gak dibaca terus

Makan Biawak dan Kelinci

Salah satu topic dalam pengajian Hataman Hadist Sunan Ibnu Majah Jilid 3 oleh LDII di Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri adalah masalah makan hewan biawak dan kelinci. Masalah biawak atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan nyambik ada di Bab No. 15 Hadist nomor 3238 – 3242, sedangkan perihal kelinci ada di Bab No. 17 Hadist nomor 3242- 3245 Kitabushoidi (28).

Biawak dan kelinci tergolong hewan yang halal di makan namun Rasulullah s.a.w. tidak pernah memakan keduanya. Nabi tidak makan biawak karena jijik. Dan Nabi tidak makan kelinci sebab kelinci adalah binatang yang haid. Rasulullah s.a.w. tidak memerintahkan makan biawak dan kelinci dan juga tidak mengharamkan keduanya. Menarik sekali, lanjut ah!