Dibencinya Sajak Dalam Doa

LDII - Doa - Salah satu syariat pokok dalam Islam adalah berdoa. Berdoa hukumnya wajib bagi setiap orang beriman. Orang-orang yang tidak mau berdoa kepada Allah berarti mereka sombong dan diancam siksa neraka yang hina. Sebagaimana Firman Allah dalam Surah Ghofir ayat 60:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ (60)

“Dan Tuhanmu berfirman: Mintalah kepadaKu akan Aku kabulkan permintaanmu, sesungguhnya orang-orang yang sombong dari ibadah kepadaKu akan Aku masukkan ke dalam neraka jahanam dengan hina”
menarik sekali, baca terus ah!

Jujur Tidak Dusta

LDII - Jujur Melalui Surah At-Taubah ayat 119, Allah Ta’ala menasehati orang-orang beriman agar bertaqwa dan menjadi orang yang jujur.

بَابُ قَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ} [التوبة: 119]

Wahai orang-orang beriman bertaqwalah kepada Allah dan jadilah orang-orang yang jujur.

[Surah At-Taubah ayat 119]

 
Rasulullah s.a.w. mengajarkan umatnya untuk berbuat jujur tidak dusta. Kejujuran seseorang akan membimbing dia pada kebaikan dan kebaikan itu akan menuntunnya ke Surga.

Sebaliknya, orang yang suka berdusta / berbohong maka ia akan diarahkan pada kejelekan dan kejelekan itu akan menjerumuskannya ke neraka.

Dusta adalah salah satu tanda-tanda sifat munafik dalam diri seorang Muslim. Nabi s.a.w. telah ditunjukkan siksa orang yang berdusta yaitu disobek kedua rahangnya di dalam NERAKA. Baca terus

Penyembuhan Dengan Surah Al-Fatihah

sakitMusibah sakit bisa terjadi pada siapapun. Selain berusaha dengan penyembuhan medis, umat Islam coba mempraktekkan tuntunan Rasulullah dan sahabat dalam mengobati penyakit, yaitu dengan suwuk atau jampi-jampi dan doa.

Seorang sahabat Nabi ketika dimintai tolong menyembuhkan seorang kepala suku yang tersengat ular berbisa, ia membacakan surah Al-Fatihah dan meludahi lukanya kemudian sembuh. Ketika ditashihkan kepada Nabi beliau membenarkan dan memperbolehkan mengambil upah dari penyembuhan itu.

Kisah sahabat yang tertuang dalam Hadist Shohih Bukhari No. 5736 Kitabu Tibi itu juga mengisyaratkan bahwa seorang Muslim boleh minta upah atau imbalan untuk suatu jasa penyembuhan.
Baca terus ah!

Menegakkan Hukum

LDII - Keadilan Hukum - Islam adalah agama yang menjunjung tinggi keadilan hukum. Rasulullah s.a.w. mengisyaratkan rusaknya suatu bangsa karena mereka mempermainkan hukum. Nabi marah ketika orang kesayangan beliau, Usamah bin Zaid, memintakan keringanan hukuman bagi seorang perempuan terdakwa pencurian bernama Fatimah binti Astwad.

“Demi Allah, seandainya Fatimah anakku mencuri pasti aku potong tangannya”, demikian sabda Nabi tertulis dalam Hadist Shohih Bukhari No. 3475 Kitabul Ambiya’. Kemudian Nabi s.a.w. menceritakan kerusakan bangsa Bani Israil karena menerapkan hukum hanya pada kaum miskin yang lemah, sementara para bangsawan mereka bebas mengerjakan pelanggaran hukum. Luar biasa, baca terus ah!

Iman Pada Qodar

LDII - Iman Pada Qodar - Salah satu rukun iman adalah percaya dengan qodar. Seseorang tidak dikatakan beriman bila tidak percaya dengan qodar, qodar baik maupun qodar jelak. Semua yang terjadi / menimpa pada seorang hamba, baik atau buruk; hidup, mati, jodoh, rizki, untung, musibah atau celaka, semua adalah atas qodar Allah. Allah yang Maha Kuasa telah menetapkan qodar suatu apapun lima puluh ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi.
Menarik sekali, lanjut ah!

Mencela Nabi Muhammad

LDII -Pelecehan terhadap pribadi Nabi Muhammad telah ada sejak beliau masih hidup. Perbuatan mencela Nabi tidak hanya oleh orang-orang kafir, kaum musyrikin atau yahudi, akan tetapi tidak jarang dilakukan oleh orang-orang di kalangan Islam sendiri. Namun demikian, Rasulullah s.a.w. TIDAK PERNAH mengizinkan sahabatnya membunuh orang yang telah menghina Nabi (Shohih Bukhari No. 3344 Kitabu Al-Ambiya’). Rasulullah s.a.w. tidak mau mencitrakan dirinya sebagai tukang bunuh.

Dalam peperangan, Rasulullah tidak pernah mendoakan musuhnya agar mati dan binasa. Harapan Nabi hanya mereka lari kocar-kacir sehingga masih ada kesempatan hidup dan bertaubat (Shohih Bukhari No. 2933 Kitabul Jihad). Begitu juga ketika Rasulullah dimintai mendoakan kaum Dausan agar dirusak karena mereka tidak mau beriman dan menentang, justru Nabi mendoakan mereka agar mendapat hidayah. Menarik sekali, baca terus ah!

Kewajiban Istri Taat Suami

LDII - Kewajiban Istri Taat Suami - Diantara ciri-ciri istri sholihah adalah; menyenangkan saat dipandang, taat ketika diperintah suaminya serta tidak menentang.

3231 – أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ، عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ؟ قَالَ: «الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ، وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ، وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ»
__________
[حكم الألباني] حسن صحيح

… Abi Hurairah meriwayatkan: Ditanyakan pada Rasulillah s.a.w. manakah perempuan yang paling baik? Nabi menjawab: “Perempuan kalau dipandang suaminya bisa menyenangkan, kalau diperintah bisa taat dan tidak menentang suaminya dalam urusan diri dan hartanya dengan apa-apa yang dibenci oleh suaminya (tidak khianat, tidak menghambur-hamburkan harta)

[Hadist Sunana Nasa’i No. 3231 Kitabu Nikah Bab Ayyunisa’ Khoir]

Menarik sekali, lanjut ah!