Sami’na wa Atho’na

samnaApakah yang membedakan antara ORANG IMAN dengan ORANG MUNAFIK? Melalui Surah An-Nur ayat 47 – 51 Allah Subhanahu wata’ala menggambarkan perbedaan orang beriman dengan orang munafik.

Orang Iman, ketika mengetahui syariat, hukum-hukum atau perintah agama yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah Nabi, mereka mengatakan: ”Sami’na wa atho’na”. “Saya mendengarkan dan taat “, tanpa syarat!

Orang munafik adalah orang-orang yang mengaku beriman dan menyatakan sanggup taat namun kenyataannya mereka berpaling/ tidak mau/ keberatan/ membantah/ tidak taat pada peraturan Allah dan Rasul. Dalam ayat tersebut Allah Ta’ala menghukumi orang-orang munafik sebagai KAFIR. Jelasnya, orang munafik adalah orang kafir yang ada dalam kalangan kaum Muslimin. Luar biasa!, baca terus ah

Antara Manqul, Sanad dan Royi

LDII - Antara Manqul, Sanad dan Royi - Semua ajaran Nabi Muhammad shalallohu alaihi wasallam, berupa ucapan atau amalan tidak muncul dari dalam pikiran beliau. Rasulullah s.a.w. mendapatkan ilmu Quran tidak dengan menelaah sendiri, membaca sendiri, atau memahami sendiri melainkan beliau berguru pada Malaikat Jibril. Metode mencari ilmu dengan cara berguru, menuqil, menduplikasi ilmu dari guru kepada murid ini disebut Manqul atau Naqli (menuqil).

Surah Al-Qiyamah ayat 16-19 menggambarkan bagaimana Rasulullah s.a.w. berguru kitab Al-Quran kepada Malaikat Jibril.

لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ (16) إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ (17) فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ (18) ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ (19)

”Janganlah engkau gerakkan lisanmu (mendahului Malaikat jibril) untuk membaca Al-Quran karena tergesa-gesa dengan bacaan. Sesungguhnya tanggungjawabKu (Allah) kumpulan Quran dan bacaannya. Maka ketika Kami telah selesai membacanya maka ikutilah bacaannya. Kemudian sesungguhnya pada kami penjelasan Quran itu”.

[Surah Al-Qiyaamah (75) ayat 16-19]

Menarik sekali, sayang kalo nggak dibaca terus!

Keutamaan Menikah dan Larangan Membujang

LDII - Keutamaan Menikah dan Larangan Membujang“Diantara tanda-tanda kekuasaan Allah bahwa dijadikan bagi kalian istri-istri dari kaum kalian agar kalian merasa tenteram kepadanya dan Allah menjadikan diantara kamu sekalian ikatan dan kasih sayang, sesungguhnya dalam demikian itu ayat bagi orang-orang yang berfikir”. [Surah Ar-Rum (30) ayat 21]

Rasulullah s.a.w. melarang kaum Muslimin membujang (tidak menikah) dalam hidupnya. Orang-orang yang sengaja tidak mau menikah atau benci dengan sunah menikah maka ia bukan umat Nabi Muhammad alias bukan orang Islam.

”Menikah adalah sebagian dari sunahku, barang siapa tidak mengamalkan sunahku maka bukan termasuk golonganku, maka menikahlah, …”, demikian sabda Nabi dalam Hadist Sunan Ibnu Majah No. 1846 Kitabu Nikah
Bagus sekali, baca terus ah!

Ingat Mati dan Persiapan Menghadapi Mati

LDII - Ingat MatiKehidupan dunia ini nyata dan menggiurkan. Akan tetapi dibalik daya tariknya, dunia ini penuh ketidakpastian. Kehidupan dunia ini menipu, tidak lebih dari permainan dan sangat kecil nilainya. Apa yang telah kita cita-citakan dan kita usahakan dengan sungguh-sungguh sering hasilnya tidak sesuai harapan.

Sebaliknya, kehidupan akhirat saat ini adalah ghaib/ samar/ tidak nampak dan tidak masuk akal namun sangat pasti keberadaanya sebagaimana pastinya tiap orang akan MATI meninggalkan dunia ini. “Dimanapun engkau berada akan engkau jumpai kematian sekalipun engkau bersembunyi dalam gedung yang kokoh”, Surah An-Nisa’ ayat 78. Bagus sekali, lanjut ah!

Bukan Orang Terpandang

Menjadi orang kaya raya, terpandang dan berpengaruh adalah impian hampir semua orang. Akan tetapi tidak demikian Islam mengajarkan. Perhatikan sabda Rasulillah s.a.w. dalam Hadist Ibnu Majah No. 4116 Kitabul Zuhdi berikut ini:
LDII -

4116 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مَعْبَدِ بْنِ خَالِدٍ، قَالَ: سَمِعْتُ حَارِثَةَ بْنَ وَهْبٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَهْلِ الْجَنَّةِ؟ كُلُّ ضَعِيفٍ مُتَضَعِّفٍ، أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ؟ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

Rasulullah s.a.w. bersabda: “Maukah aku ceritakan tentang ahli surga? Mereka adalah orang-orang rendah dan yang berusaha menjadi orang rendah.

Maukah aku tunjukkan ahli neraka? Mereka adalah orang-orang yang kasar, keras hatinya lagi sombong”.
Bagus sekali, baca terus ah!

Antara Cita-cita Dunia dan Tujuan Hidup Akhirat

Cita-cita Dunia dan Tujuan Hidup AkhiratDalam kehidupan sehari-hari apakah kita lebih banyak mengerjakan, urusan dunia atau masalah akhirat yang berkaitan dengan ibadah? Sebagai intropeksi ada baiknya kaum Muslimin memperhatikan nasehat Nabi s.a.w. berikut:

“Barang siapa menjadikan dunia sebagai cita-citanya, maka Allah mencerai-beraikan urusannya, dan Allah menjadikan kefakiran didepan matanya, dan ia tidak memperoleh dunia kecuali sesuai qodarnya.

Barang siapa menjadikan akhirat sebagai tujuan hidupnya Allah akan menyatukan urusannya, menjadikan kaya dalam hatinya, dan dunia akan datang padanya dengan mudah”.

Hadist Ibnu Majah No. 4105 Kitabul Zuhdi

 
Jelas , orang yang dalam hidupnya hanya memburu kehidupan dunia maka ia akan terus disibukkan dan lelah oleh urusan dunia, tidak ada ketenangan dalam hatinya dan selalu merasa kekurangan. Menarik sekali, lanjut ah!

Ketaatan Dalam Islam

Ketaatan Dalam IslamAda dua nilai bertolak belakang antara Islam dengan faham liberal, yaitu: Ketaatan versus Kebebasan. Ketaatan sebenarnya nilai universal yang ada di setiap negara, lembaga atau organisasi manapun. Keberhasilan misi suatu organisasi sangat ditentukan oleh kadar ketaatan anggota-anggotanya. Ketaatan juga menjadi tolok ukur keberhasilan seorang individu dalam tugas dan karirnya.

Dalam Islam ketaatan adalah nilai yang mutlak dan sangat fundamental. Ketika seorang Muslim merasa ingin bebas tidak mau terikat dengan syariat-syariat Islam maka ia telah disusupi faham liberal sehingga gugurlah keislamannya dan ia jatuh dalam kekafiran. Taat adalah perintah Allah dalam Al-Quran surah Annisa’ ayat 59.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ …

“Wahai orang-orang beriman taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada Rasul dan orang yang memegang perkara (pemimpin) dari kalian … “

[Surah Annisa’ ayat 59]

Menarik sekali, lanjut ah!