Puasa Sunah Hari Asyura

Kaum Muslimin yang mampu dan tidak berhalangan disunahkan melaksanakan puasa sunah hari Asyura tanggal 9 dan 10 bulan Muharam yang pada tahun ini, insyaAlloh, bertepatan dengan 22 dan 23 Oktober 2015, hari Kamis dan Jumat.

Pengajian LDII

(LDII) Puasa Sunah Hari AsyuraAsyura adalah hari ke sepuluh bulan Muharam dalam kalender Islam. Hari Asyura sebenarnya hari perayaan kaum Yahudi sebagai rasa syukur atas kemenangan Nabi Musa dan kaum Bani Israil atas musuh mereka, Raja Firaun. Ketika hijrah di Madinah Nabi Muhammad s.a.w. memerintahkan umatnya untuk berpuasa satu hari pada hari Asyura karena kaum Muslimin lebih dekat dengan Nabi Musa.

Setelah Allah menurunkan perintah puasa Ramadhan maka puasa asyura menjadi sunah. Untuk membedakan dengan kaum yahudi maka Nabi juga menyarankan kaum Muslimin untuk berpuasa satu hari sebelum hari Asyura yaitu 9 Muharam. Jadi puasa Asyura bisa dilaksanakan tanggal 9 atau tanggal 10 atau kedua-duanya.

Berbeda dengan kaum Yahudi yang berpuasa pada hari Asyura sebagai peringatan / perayaan namun umat Islam berpuasa Asyura adalah untuk mengharapkan ampunan dari Allah subhanahu wata’aala, sebagaimana tertulis dalam hadist Termizi No. 752 Kitabu Shiam.

3397 – حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، حَدَّثَنَا أَيُّوبُ السَّخْتِيَانِيُّ، عَنِ ابْنِ…

Lihat pos aslinya 422 kata lagi

Menikahi Pelacur

LDII - Menikahi Pelacur - Allah Ta’ala melalui surah An-Nur ayat 3 melarang kaum Mukminin menikah dengan para pezina seperti pelacur dan orang-orang yang terbukti sebagai ahli zina.

Asbabunuzul Surah an-Nur itu tertulis dalam Hadist Sunan Termidzi No.3177 Abwabu Tafsiri Quran, sebagaimana diriwayatkan di bawah ini.

Amru Bin Syuaib meriwayatkan: Pernah ada seorang laki-laki bernama Marsad bin Marsad. Laki-laki itu membawa tawanan dari Mekah sampai datang ke Madinah. Di Mekah ada seorang perempuan pelacur bernama ‘Anaq. Dulu Anaq ini adalah teman dekat Marsad. Baca lebih lanjut

Liputan Langsung Haji Dari Tanah Suci

Pemimpin Bodoh Yang Dusta dan Zalim

Pemimpin IslamRasulullah s.a.w. telah mengingatkan akan munculnya pemimpin-pemimpin yang bodoh, dusta dan zalim. Nabi s.a.w. menasehatkan kaum Muslimin agar tidak mendekat, mendukung maupun membantu pada pemimpin-pemimpin seperti itu.

Mereka adalah pemimpin yang tidak mengikuti petunjuk Nabi dan tidak mengamalkan sunnah Nabi.

Orang-orang yang mendekat pada pemimpin dzalim dan dusta, membenarkan kedustaan, dan membantu kedzaliman mereka BUKAN termasuk golongan Nabi dan Nabi bukan golongan mereka. Dengan kata lain pemimpin-pemimpin yang dusta dan dzalim itu bukan orang Islam.
Baca lebih lanjut

Mati Keadaan Ihram

Muslimin yang meninggal dunia ketika sedang mengerjakan haji atau umroh mendapatkan perlakuan berbeda dibanding orang mati pada umumnya. Orang yang mati keadaan ihram dimandikan seperti biasa namun cukup dikafani dengan baju ihram yang ia kenakan, kepalanya tidak ditutupi dan tidak perlu diberi wewangian.

Jamaah haji yang wafat di tanah suci dalam keadaan ihrom kelak pada hari kiamat dibangkitkan dalam keadaan ihram juga dan membaca talbiyah. Satu jaminan bahwa orang Islam yang mati sedang ihrom akan masuk surga.
Baca lebih lanjut

Permulaan Wahyu Turun Pada Rasulullah

Gua HiroAisyah r.a. meriwayatkan: “Pertama kali turunnya wahyu pada Rasulullah s.a.w. adalah mimpi yang nyata, Rasulullah tidak bermimpi kecuali seperti terangnya waktu subuh, setelah itu Rasulullah suka menyepi / menyendiri”.

Ketika itu Rasulullah bersemedi di gua Hira dengan beribadah, selama beberapa malam sebelum pulang ke keluarganya, beliau berbekal untuk semedinya kemudian kembali kepada Khadijah untuk mengambil bekal, sampai akhirnya datang barang haq (kebenaran) di dalam gua Hira.

Kemudian datanglah seorang malaikat yang mengatakan: “Iqro’”. Nabi menjawab: “Saya tidak bisa membaca”
Baca lebih lanjut

Kereta Super Cepat Haramain Siap Beroperasi 2016


Pada 30/12/1431 H bertepatan dengan 12 Juni 2010, Saudi Railway Organisation (SRO) menandatangani kontrak selama enam bulan dengan the German International Cooperation (GIZ) untuk membuat Master Plan Saudi Railway untuk periode 2010 – 2040, dengan nilai kontrak SAR 5.157.800 = Rp 19,43 Milyar.

Proyek Kereta Api Kecepatan Tinggi Haramain ini menghubungkan kota suci Makkah dan Madinah melalui Jeddah dan King Abdullah Economic City (KAEC). Sebuah stasiun penumpang saat ini sedang dibangun di masing-masing kota. Empat stasiun dirancang di pusat-pusat moda transportasi untuk memungkinkan penyelesaian cepat bangunan berkualitas tinggi dan sekaligus meningkatkan kenyamanan penumpang.

Baca lebih lanjut