Berbuat Baik Pada Tetangga

Diantara syariat pokok dalam Islam yaitu berbuat baik pada tetangga, memulyakan tamu dan berbicara yang baik. “Barangsipa beriman pada Allah dan pada Hari Akhir, maka berbuat baiklah pada tetangga, mulyakan tamumu dan berbicaralah yang baik atau diam”, demikian sabda Nabi s.a.w. dalam Hadist Ibnu Majah No. 3672 Kitabul Adab.
Bagus sekali, lanjut ah!

Penyesalan Bagian Dari Taubat

Ramadhan adalah saat yang tepat untuk melaksanakan taubat mohon ampunan kepada Allah atas dosa dan perbuatan jelek yang telah kita perbuat, agar terhindar dari siksa neraka.

Salah satu syariat Islam untuk menghapuskan dosa-dosa orang beriman adalah dengan melaksanakan taubat nasuha. Bertaubat adalah salah satu perbuatan yang disenangi oleh Allah Ta’ala. Firman Allah dalam surah At-Tahrim ayat 8:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا…* سورة التحريم اية 8

Wahai orang-orang beriman bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat nashuha …*

[Surah At-Tahrim (66) ayat 8]

 
“Setiap anak Adam pasti bersalah dan sebaik-baiknya orang yang berbuat salah adalah mereka yang taubat”, demikian sabda Nabi s.a.w. dalam Hadist Ibnu Majah No. 4251 Kitabu Zuhdi.
Bagus sekali, baca terus ah!

7 Transaksi Haram

LDII - 7 Transaksi HaramSalah satu cobaan terbesar kaum Muslimin saat ini adalah sulitnya mendapatkan akses pendanaan syariah namun sebaliknya begitu derasnya penawaran dana riba di lingkunagn sekitar. Akibatnya banyak umat Islam terjerat hutang bunga berbunga yang tidak hanya mencekik namun juga bergelimang dosa riba.

Riba merupakan salah satu model transaksi haram dalam Islam. Orang yang usaha dan makan harta riba selama hidupnya kelak di akhirat dibangkitkan seperti orang gila. Orang yang tahu hukum riba namun masih terus menjalankan praktek riba diancam siksa neraka yang kekal. Wuih, luar biasa, baca terus ah!

Merutinkan Amal

LDII - Merutinkan Amal -Selain mengerjakan amalan wajib dengan tertib, Rasulullah s.a.w. menasehatkan umatnya agar memiliki amalan rutin. Amalan rutin tidak harus berupa amalan yang besar atau sunnah-sunnah yang berat, namun berupa amalan ringan yang dikerjakan secara terus-menerus, setiap hari tidak terputus sampai ajal tiba.

“Kerjakanlah amalan-amalan yang engkau mampu, sebab lebih baiknya amal adalah yang dikerjakan rutin, meskipun sedikit”, demikan sabda Nabi dalam Hadist Ibnu Majah No. 4240.

Nabi s.a.w. juga menyarankan kaum Muslimin agar mengerjakan yang sedang-sedang saja (bukan yang berat-berat) sebab Allah tidak akan bosan memberi pahala hambanya namun beliau khawatir justru hambanya akan bosan dan keberatan bila mengamalkan sunnah yang berat. Menarik sekali, lanjut ah!

Ramadhan Sudah Dekat, Ayo Siap-siap Puasa!

Originally posted on Pengajian LDII:

(LDII) Puasa RamadhanSebentar lagi bulan Ramadhan segera tiba, saatnya umat Islam melaksanakan ibadah puasa. Puasa di bulan Ramadhan adalah salah satu rukun Islam, kewajiban Muslimin yang tidak boleh ditinggalkan. Sebagaimana Firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 183. Puasa adalah ibadah yang istimewa karena amalan puasa untuk Allah dan pahalanya diperhitungkan langsung oleh Allah sendiri.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (183)

Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian supaya kalian bertaqwa.

[Surah Al-Baqarah ayat 183]


8 – حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى، قَالَ: أَخْبَرَنَا حَنْظَلَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ خَالِدٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ “

… Rasulullah s.a.w. bersabda: “Islam dibangun atas…

View original 781 more words

Setiap Orang Berpeluang Mati Syahid

Mati Sahid Tidak Harus Berperang atau Melakukan Kekerasan

LDII - Keutamaan Mati Syahid - Mati syahid sering di asosiasikan dengan jihad atau mati berperang dalam Sabilillah. Lebih-lebih di era sekarang, sebagian oknum malah menyimpangkan makna jihad dan mati syahid dengan terorisme, kekerasan, pembunuhan, pengeboman dengan mengatasnamakan Islam.

Dalam Islam sendiri ternyata syahid tidak hanya mati karena berperang membela Islam. Rasulullah s.a.w. bahkan menegaskan, kalau syahid terbatas hanya pada peperangan maka akan sangat sedikit sekali umat Islam yang mendapatkan pahala mati syahid. Sesuai tuntunan Rasulullah s.a.w., sebenarnya mati syahid meliputi: Menarik sekali, lanjut ah!

Sami’na wa Atho’na

samnaApakah yang membedakan antara ORANG IMAN dengan ORANG MUNAFIK? Melalui Surah An-Nur ayat 47 – 51 Allah Subhanahu wata’ala menggambarkan perbedaan orang beriman dengan orang munafik.

Orang Iman, ketika mengetahui syariat, hukum-hukum atau perintah agama yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah Nabi, mereka mengatakan: ”Sami’na wa atho’na”. “Saya mendengarkan dan taat “, tanpa syarat!

Orang munafik adalah orang-orang yang mengaku beriman dan menyatakan sanggup taat namun kenyataannya mereka berpaling/ tidak mau/ keberatan/ membantah/ tidak taat pada peraturan Allah dan Rasul. Dalam ayat tersebut Allah Ta’ala menghukumi orang-orang munafik sebagai KAFIR. Jelasnya, orang munafik adalah orang kafir yang ada dalam kalangan kaum Muslimin. Luar biasa!, baca terus ah