Haramnya Adu Domba

Adu Domba“Tidak akan masuk surga orang-orang yang mengadu domba”, demikian sabda Nabi sholallohu alaihi wasallam dalam Hadist Shohih Muslim No. (105) – 168 Kitabul Iman.

Adu domba adalah perbuatan menceritakan kejelekan seseorang kepada orang lain sehingga timbul kebencian atau permusuhan antara orang yang diceritai dengan orang yang diceritakan.

Termasuk perbuatan adu domba adalah berita-berita bohong / propaganda di media untuk membangkitkan kebencian masyarakat pada seseorang atau suatu golongan.
Baca lebih lanjut

Sunah Walimatul ‘Urus

Sunah WalimahRasulullah shalallohu alaihi wasallam mensunahkan mengadakan walimahan bagi sepasang pengantin yang baru melaksanakan pernikahan.

Walimah adalah menyelenggarakan jamuan makan dengan mengundang famili, kerabat, dan tetangga sekitar ketika baru selesai melaksanakan pernikahan.

Sunah walimahan tidak harus mewah dan bertempat di gedung yang megah namun bisa dilaksanakan dengan sangat sederhana di rumah.

Baca lebih lanjut

Menikah Atas Dasar Agama

Menikah Dasar AgamaAda 4 kriteria mencari pasangan hidup:

1. Kekayaan hartanya
2. Pangkat / kedudukan / nasab
3. Penampilan fisik / kecantikan / ketampanan
4. Kefahaman agama

Meskipun kefahaman agama berada di urutan terakhir namun agama merupakan faktor terpenting dan paling utama dalam menentukan pasangan hidup.

Kecantikan tanpa dilandasi kefahaman agama akan menjadi bahan fitnah. Begitu juga kekayaan yang tidak didasari agama juga akan menjadikan kerusakan.
Baca lebih lanjut

Rukunnya Umat Islam

LDII - Umat IslamHadist Ibnu Majah No. 3951 dan 3952 Kitabul Fitan mengingatkan kaum Muslimin bahwa Umat Islam tidak mungkin ditundukkan oleh musuh (orang kafir) dan Umat Islam tidak bisa binasa karena bencana atau kemiskinan.

Akan tetapi hancurnya umat Islam adalah karena permusuhan dan peperangan sesama Muslim.

Rasulullah shalallohu alaihi wassalam pernah berdoa kepada Allah minta 3 hal:

  1. Agar umat Islam tidak ditundukkan oleh musuh.
  2. Agar umat Islam tidak dirusak oleh bencana dan kemiskinan.
  3. Agar umat Islam tidak saling bermusuhan.

Baca lebih lanjut

Nrimo Ing Pandum

Nrimo Ing PandumSalah satu sifat zuhud seorang Muslim adalah “nrimo ing pandum”.

Orang yang nrimo ing pandum selalu bersyukur dan senang atas rizki yang ia peroleh meskipun pas-pasan.

Orang yang “nrimo ing pandum” selalu merasa cukup dan tidak pernah menyesal atau kecewa atas apa yang diperolehnya.
Baca lebih lanjut

Menyempurnakan Shalat

Menyempurnakan SholatSalah satu rukun Islam adalah shalat. Orang yang tidak shalat hukumnya KAFIR, pasti ke neraka.

8 – حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى، قَالَ: أَخْبَرَنَا حَنْظَلَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ خَالِدٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ ” * رواه البخاري كتب لإيمان

Rasulullah bersabda: ”Agama Islam di bangun atas lima perkara, bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, dan menegakkan shalat, dan membayar zakat, dan haji ke Baitullah, dan puasa Ramadan”.
[Hadist Shohih Bukhari No. 8 Kitabul Iman]

463 – أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ قَالَ: أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى، عَنِ الْحُسَيْنِ بْنُ وَاقِدٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ الْعَهْدَ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمِ الصَّلَاةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

…Rasulullah SAW bersabda: ”Sesungguhnya janji yang membedakan antara kita (orang iman) dan mereka (orang kafir) adalah salat, barangsiapa meninggalkan salat maka sungguh-sungguh ia telah KAFIR“.
[Hadist Nasai No. 463 Kitabu Sholah]
Baca lebih lanjut

Menyempurnakan Wudhu

LDII - Wudhu -Berwudhu adalah syarat sahnya sholat. Seseorang tidak dikatakan sholat bila tidak suci dari hadast besar maupun hadast kecil.

2 – (225) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ بْنُ هَمَّامٍ، حَدَّثَنَا مَعْمَرُ بْنُ رَاشِدٍ، عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ أَخِي وَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ، قَالَ: هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ، عَنْ مُحَمَّدٍ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا، وَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تُقْبَلُ صَلَاةُ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ»

Abu Hurairah meriwayatkan: Rasulalloh s.a.w. bersabda: “Tidak diterima sholat kalian jika tanpa bersuci hingga kalian berwudhu”.
[Hadist Shohih Muslim No. (225)-2 Kitabul Thoharoh]
Baca lebih lanjut