Azan, Panggilan untuk Shalat Berjamaah

azan-ldiiAzan adalah panggilan bagi kaum Muslim untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid atau mushalla. Panggilan shalat tersebut dicetuskan ketika Rasulullah bersama para sahabat dan kaum Muslimin berkumpul di kota Madinah. Ketika sampai saat shalat mereka berdebat bagaimana cara mengumpulkan orang-orang Islam untuk salat berjamaah. Semula diusulkan menggunakan lonceng seperti orang Nasrani atau terompet seperti orang Yahudi. Akhirnya sahabat Umar radhiallohuu anhu mengusulkan bagaimana kalu panggilan shalat dilakukan oleh seseorang. Seketika itu Nabi memerintahkan Bilal untuk melaksanakan azan. Kisah ini tertulis di dalam Hadist Nasa’i No. 626 Kitabul Adhan. Adapun praktek azan bisa dilihat di Hadist Sunan Nasa’i No.631 Bab Kaifa Adhan.

626 – خْبرنا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَسَنِ قَالَا: حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ قَالَ: قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي نَافِعٌ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ: كَانَ الْمُسْلِمُونَ حِينَ قَدِمُوا الْمَدِينَةَ يَجْتَمِعُونَ فَيَتَحَيَّنُونَ الصَّلَاةَ وَلَيْسَ يُنَادِي بِهَا أَحَدٌ، فَتَكَلَّمُوا يَوْمًا فِي ذَلِكَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ: اتَّخِذُوا نَاقُوسًا مِثْلَ نَاقُوسِ النَّصَارَى وَقَالَ بَعْضُهُمْ: بَلْ قَرْنًا مِثْلَ قَرْنِ الْيَهُودِ فَقَالَ: عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَوَلَا تَبْعَثُونَ رَجُلًا يُنادِي بِالصَّلَاةِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا بِلَالُ قُمْ فَنَادِ بِالصَّلَاةِ»
__________
[حكم الألباني] صحيح
Abdillah bin Umar meriwayatkan suatu ketika kaum Muslimin sampai di Madinah, mereka berkumpul untuk menentukan waktu salat dan saat itu belum ada panggilan untuk shalat maka mereka bermusyawarah pada hari itu masalah itu. Diusulkan oleh sebagian agar menggunakan lonceng sebagaimana lonceng orang Nasrani sebagian lagi mengusulkan agar memakai terompet seperti terompet orang Yahudi. Maka Umar radhiallohu anhu mengusulkan apakah tidak sebaiknya memerintahkan seseorang untuk melakukan panggilan shalat. Maka Rasulullah bersabda:”Wahai Bilal berdirilah dan azanlah”.
[Hadist Nasa’i No. 626 Kitabul Adhan]

631 – أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ: أَنْبَأَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ عَامِرٍ الْأَحْوَلِ، عَنْ مَكْحُولٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَيْرِيزٍ، عَنْ أَبِي مَحْذُورَةَ قَالَ: عَلَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْأَذَانَ فَقَالَ: «اللَّهُ أَكْبَرُ. اللَّهُ أَكْبَرُ. اللَّهُ أَكْبَرُ. اللَّهُ أَكْبَرُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ» . ثُمَّ يَعُودُ فَيَقُولُ: «أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ. أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ. حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ. حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ. حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ. حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ. اللَّهُ أَكْبَرُ. اللَّهُ أَكْبَرُ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ»
__________
[حكم الألباني] حسن صحيح
[Sunan Nasa’i No.631 Bab Kaifa Adhan]
Iklan

2 responses to “Azan, Panggilan untuk Shalat Berjamaah

  1. Tentu saja ketika mendengar azan kita harus mendatangi masjid terdekat, tapi bukan masjid yang imamnya tidak sesuai dengan tuntunan Nabi, banyak mengamalkan bidah seperti membaca usholi dalam niat shalat, dan puji-pujian dalam masjid yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi.

    • Lha kalau rumah kita berada di lingkungan yang mungkin di satu kelurahan mesjid dan mushola nya banyak mengamalkan bid’ah seperti itu, baiknya kita sholat dimana? Bukankah berjama’ah lebih utama daripada sholat sendiri-sendiri? Jazakallah…

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s