Perempuan Bepergian Tanpa Muhrimnya

LDII-Wanita-Bepergian-Tanpa-MuhrimSalah satu peraturan Islam adalah melarang seorang wanita bepergian yang jaraknya satu hari perjalanan tanpa didampingi seorang laki-laki mahromnya. Saking pentingnya menjaga wanita, Rasulullah SAW pernah memerintahkan seorang sahabat yang sedang bertugas perang untuk pulang mendampingi istrinya yang sedang bepergian melaksanakan ibadah haji.

Itulah sebabnya kenapa jamaah haji wanita harus didampingi muhrimnya selama di tanah suci. Hadist Ibnu Majah Kitabu Manasik Bab Imroatin Tahajju Bighoiri Wali mengupas salah satu syariat Islam tersebut.

2898 – حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ: حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تُسَافِرُ الْمَرْأَةُ سَفَرَ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ، فَصَاعِدًا، إِلَّا مَعَ أَبِيهَا أَوْ أَخِيهَا، أَوِ ابْنِهَا، أَوْ زَوْجِهَا، أَوْ ذِي مَحْرَمٍ» __________ [حكم الألباني] صحيح
… Abi Said meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda:”Tidak boleh seorang wanita bepergian selama tiga hari , atau lebih, kecuali bersama ayahnya, atau saudara laki-lakinya, atau anaknya, atau suaminya atau mahromnya”.
[Hadist Ibnu Majah No. 2898 Kitabu Manasik]


 

2899 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا شَبَابَةُ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، أَنْ تُسَافِرَ مَسِيرَةَ يَوْمٍ وَاحِدٍ، لَيْسَ لَهَا ذُو حُرْمَةٍ» __________ [حكم الألباني] صحيح
…Abi Hurairah meriwayatkan, sesungguhnya Nabi SAW bersabda:”Tidak boleh bagi seorang perempuan yang beriman pada Alloh dan hari akhir, bepergian sejauh perjalanan satu hari , tanpa mahromnya”.
[Hadist Ibnu Majah No. 2899 Kitabu Manasik]

 

2900 – حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ إِسْحَاقَ قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ: حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا مَعْبَدٍ، مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنِّي اكْتُتِبْتُ فِي غَزْوَةِ كَذَا وَكَذَا، وَامْرَأَتِي حَاجَّةٌ، قَالَ: «فَارْجِعْ مَعَهَا»
__________ [حكم الألباني] صحيح
… Ibnu Abas meriwayatkan : Seorang desa datang pada Nabi SAW maka ia berkata: Sesungguhnya saya telah dicatat mengikuti perang demikian dan demikian, dan istriku sedang haji, Nabi menjawab; “Pulanglah dampingi dia”.
[Hadist Ibnu Majah No. 2900 Kitabu Manasik]
Iklan

One response to “Perempuan Bepergian Tanpa Muhrimnya

  1. wiyonow alwi

    mahrom,bukan muhrim….jzk..!

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s