Lima Tahapan Usia Manusia dalam Beribadah

Manusia dalam beribadah kepada Alloh dapat dibagi menjadi lima tahap menurut usianya:

1. Tahap Anak Kecil,

Masa bayi hinggga aqil balig adalah masa untuk persiapan. Pada masa ini seorang anak dipersiapkan untuk dapat beribadah dengan benar di kemudian hari dengan banyak belajar tentang ketaqwaan kepada Alloh. Pelajaran terpenting dalam masa ini adalah belajar shalat, belajar akhlak / budi pekerti dan berbagai kebaikan lainnya.

…وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا…
… dan Aku (Allah) menetapkan di dalam beberapa rahim apa-apa yang Aku (Allah) kehendaki sampai masa yang ditentukan kemudian Aku (Allah) mengeluarkan pada kalian keadaan anak kecil …
[Surah Haji (22) ayat 5]



شُعَبُ الْإِيمَانِ لِلْبَيْهَقِيِّ
8280 – أَخْبَرَنَا أَبُو نَصْرِ بْنُ قَتَادَةَ، أنا أَبُو مَنْصُورٍ النَّضْرَوِيُّ، نا أَحْمَدُ بْنُ نَجْدَةَ، نا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ، حدثنا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ، عَنْ يُونُسَ، عَنِ الْحَسَنِ، فِي قَوْلِهِ: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا} [التحريم: 6] ، قَالَ: ” يَأْمُرُهُمْ بِطَاعَةِ اللهِ وَيُعَلِّمُهُمُ الْخَيْرَ “
… dari Al-Hasan, dalam Firman Allah: “Wahai orang-orang beriman jagalah dirimu dan ahlimu dari neraka” [At-tahrim ayat 6], Al-Hasan berkata: “Perintahlah mereka (anak-anak) dengan taat kepada Alloh dan ajarilah mereka kebaikan-kebaikan”.
8281 – وَبِإِسْنَادِهِ: نا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ زَكَرِيَّا، عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَمَّنْ حَدَّثَهُ، عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: ” عَلِّمُوهُمْ وَأَدِّبُوهُمْ “
… Ali radliyallohu anhu berkata:”Ajarilah mereka budi pekerti”.
[Hadist riwayat Baihaqi No. 8280 dan 8281 Syuabu Iman]


494 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى يَعْنِي ابْنَ الطَّبَّاعِ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ الرَّبِيعِ بْنِ سَبْرَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مُرُوا الصَّبِيَّ بِالصَّلَاةِ إِذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِينَ، وَإِذَا بَلَغَ عَشْرَ سِنِينَ فَاضْرِبُوهُ عَلَيْهَا»
__________
[حكم الألباني] : حسن صحيح
… Nabi SAW bersabda: “Perintahlah anak kecil dengan shalat ketika sampai berumur tujuh tahun, dan ketika sampai sepuluh tahun pukullah atas meninggalkan shalat”.
[Hadist Sunan Abi Dawud No. 494 Kitabu Sholah]

2. Masa Pemuda

Ketika masa muda seorang manusia dituntut mencari bekal untuk kemudian hari. Bekal yang paling utama adalah ilmu dan kefahaman agama. Sesuai sabda Nabi bahwa orang iman yang kuat itu lebih baik dan lebih disenangi oleh Allah daripada yang lemah. Karena itu generasi muda Muslim dalam fase ini hendaklah mempergunakan waktunya banyak untuk belajar dan berlatih agar memiliki kekuatan baik secar fisik, mental (semangat) maupun keimanan.
Pada masa ini pemuda Muslim diharapkan lebih mengutamakan kepentingan agamanya daripada masalah dunianya sebab orang yang mengutamakan cita-cita agamanya Allah akan mencukupi cita-cita dunianya.

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ (54)
Allah yang menciptakan kamu sekalian dari keadaan lemah kemudian Allah menjadikan setelah keadaan lemah kuat …
[Surah Ar-Ruum (30) ayat 54]


4168 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ قَالَ: أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ ابْنِ عَجْلَانَ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: ” الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَلَا تَعْجِزْ، فَإِنْ غَلَبَكَ أَمْرٌ، فَقُلْ: قَدَرُ اللَّهِ، وَمَا شَاءَ فَعَلَ، وَإِيَّاكَ وَاللَّوْ، فَإِنَّ اللَّوْ، تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ ”
__________
[حكم الألباني] صحيح
… dari Abi Hurairoh menyampaikan hadist Nabi SAW bersabda: “Orang iman yang kuat itu lebih baik dan lebih disenangi oleh Allah daripada orang iman yang lemah dan setiap orang iman itu baik semangatlah atas apa-apa yang bermanfaat bagimu dan kamu jangan lemah …”.
[Hadist Sunan Ibni Majah No. 4168 Kitabul Zuhdi]


4106 – حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ، وَالْحُسَيْنُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، قَالَا: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ، عَنْ مُعَاوِيَةَ النَّصْرِيِّ، عَنْ نَهْشَلٍ، عَنِ الضَّحَّاكِ، عَنِ الْأَسْوَدِ بْنِ يَزِيدَ، قَالَ: قَالَ عَبْدُ اللَّهِ: سَمِعْتُ نَبِيَّكُمْ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: «مَنْ جَعَلَ الْهُمُومَ هَمًّا وَاحِدًا، هَمَّ الْمَعَادِ، كَفَاهُ اللَّهُ هَمَّ دُنْيَاهُ، وَمَنْ تَشَعَّبَتْ بِهِ الْهُمُومُ فِي أَحْوَالِ الدُّنْيَا، لَمْ يُبَالِ اللَّهُ فِي أَيِّ أَوْدِيَتِهِ هَلَكَ»
__________
[حكم الألباني] حسن
… Abdulloh mendengarkan Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa menjadikan beberapa cita-citanya pada satu cita-cita yaitu cita-cita akhirat maka Allah mencukupi citas-cita dunianya”.
[Hadist Sunan Ibni Majah No. 4106 Kitabul Zuhdi]

3. Masa Dewasa

Usia antara 40-60 tahun pada umumnya manusia sudah dianggap dewasa. Pada masa ini pemikiran seseorang telah matang. Pada usia ini seorang Muslim mesti lebih berhati hati, mutawari’, tidak sembrono. Dalam masa dewasa ini sudah semestinya Umat Islam lebih banter dalam beribadah, memperbanyak amalan-amalan ibadah dan amal sholih lainnya.

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً … (15)
Dan Aku (Alloh) berwasiat pada manusia terhadap kedua orang tuanya berbuat baik, ibunya mengandung dia dengan susah dan melahirkan dengan susah dan masa mengandungnya dan masa menyapihnya selama tiga puluh bulan sehingga ketika dia sampai kedewasaannya dan sampai empat puluh tahun …
[Surah Al-Ahqoof (46) ayat 15]


4107 – حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دَاوُدَ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ زَائِدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي خَالِدٍ الْوَالِبِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: وَلَا أَعْلَمُهُ إِلَّا وَقَدْ رَفَعَهُ، قَالَ يَقُولُ اللَّهُ سُبْحَانَهُ: «يَا ابْنَ آدَمَ تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِي، أَمْلَأْ صَدْرَكَ غِنًى، وَأَسُدَّ فَقْرَكَ، وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ، مَلَأْتُ صَدْرَكَ شُغْلًا، وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ»
__________
[حكم الألباني] صحيح
… Abi Hurairah berkata dan saya (murid) tidak mengetahui pada Hurairah kecuali mengangkat hadist Nabi bersabda: “Allah yang Maha Suci berfirman : Wahai Anak Adam sempat-sempatkanlah untuk beribadah kepadaKu Aku penuhi hatimu kecukupan dan Aku(Allah) menutup kefakiranmu jika kamu tidak berbuat Aku penuhi dadamu kesibukan dan Aku tidak menutup kefakiranmu.”
[Hadist Sunan Ibni Majah No.4108 Kitabul Zuhdi]


… فِي بَعْضِ الْكُتُبِ الْإِلَهِيَّةِ: “يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: ابْنَ آدَمَ، خَلَقْتُكَ لِعِبَادَتِي فَلَا تَلْعَبْ، وَتَكَفَّلْتُ بِرِزْقِكَ فَلَا تَتْعَبْ فَاطْلُبْنِي تَجِدْنِي؛ فَإِنْ وَجَدْتَنِي وَجَدْتَ كُلَّ شَيْءٍ، وَإِنْ فُتك فَاتَكَ كُلُّ شَيْءٍ، وَأَنَا أَحَبُّ إِلَيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ”.
… dalam sebagian Kitab kesaan Alloh (Tauhid): “Wahai Anak Adam Aku menciptakanmu untuk beribadah kepadaku maka jangan bermain-main, dan Aku menanggung rizkimu maka jangan lelah (beribadah). Carilah Aku engkau akan menjumpaiku, jika engkau menjumpaiku engkau menjumpai segala kebaikan, dan jika engkau dipotong maka Allah memotong pdamu setiap kebaikan, dan Saya lebih senang kepadamu daripada segala sesuatu”.
[Tafsir Ibnu Katstir]


12 – (1028) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عُمَرَ الْمَكِّيُّ، حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ الْفَزَارِيُّ، عَنْ يَزِيدَ وَهُوَ ابْنُ كَيْسَانَ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ الْأَشْجَعِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ صَائِمًا؟» قَالَ أَبُو بَكْرٍ: أَنَا، قَالَ: «فَمَنْ تَبِعَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ جَنَازَةً؟» قَالَ أَبُو بَكْرٍ: أَنَا، قَالَ: «فَمَنْ أَطْعَمَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ مِسْكِينًا» قَالَ أَبُو بَكْرٍ: أَنَا، قَالَ: «فَمَنْ عَادَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ مَرِيضًا» قَالَ أَبُو بَكْرٍ: أَنَا، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا اجْتَمَعْنَ فِي امْرِئٍ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ»
… Abi Hurairah meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda: “Siapakah pagi ini dari kalian yang berpuasa hari ini?”
Abu Bakar menjawab: “Saya”.
Nabi bertanya: “Siapakah dari kalian yang pada hari ini mengikuti jenazah?”
Abu Bakar menjawab: “Saya”.
Nabi bertanya: “Siapakah dari kalian yang member makan orang miskin pada hari ini?”
Abu Bakar menjawab: “Saya”.
Nabi bertanya: “Siapakah dari kalian yang menjenguk orang sakit pada hari ini?”
Abu Bakar menjawab: “Saya”.
Maka Rasulullah SAW bersabda: “Tidak semua itu berkumpul pada seseorang kecuali masuk surga”.
[Hadist Shohih Muslim No. 12 – (1028) Kitabul Kusuf]

4. Masa Tua

Masa ini kesempatan bagi manusia untuk koreksi /intropeksi diri. Umur 60 sampai 70 tahun adalah rentang batas usia umat Nabi Muhammad pada umumnya. Kita harus sadari masa ini adalah saat seseorang dekat dengan kematian.

Pada masa ini seorang hamba hendaknya menyadari ia akan segera menghadap Allah dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Maka pada masa ini hendaknya kita introspeksi diri dengan banyak beramal kebaikan dan menjauhkan diri dari segala perbuatan dosa, maksiat dan lahan-lahan.

Dalam Hadist Riwayat Abu Nuaim seorang Tabi’in bernama Fudhail atau Aba Ali menasehatkan kepada seorang Muslim yang sudah tua untuk mengamalkan kebaikan dalam sisa umurnya agar diampuni oleh Allah dosa-dosa yang ia perbuat sebelumnya. Namun apabila dalam sisa hidupnya ia banyak berbuat dosa maka ia akan disiksa sebab berbuatannya di sisa hidupnya dan dosa-dosa yang pernah ia perbuat sebelumnya.

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ يُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُونُوا …الاية (67)
Allah yang menciptakan kamu sekalian dari tanah kemudian dari sperma kemudian dari segumpal darah kemudian Allah mengeluarkan pada kalian menjadi anak kecil kemudian supaya sampai pada kedewasaan kemudian kalian menjadi orang tua … al-ayat
[Surah Ghofir (40) ayat 67]


حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ , ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سُفْيَانَ , ثنا عَامِرُ بْنُ عَامِرٍ , عَنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ الْعَابِدُ، قَالَ: قَالَ فُضَيْلُ بْنُ عِيَاضٍ لِرَجُلٍ: كَمْ أَتَتْ عَلَيْكَ , قَالَ: سِتُّونَ سَنَةً , قَالَ: فَأَنْتَ مُنْذُ سِتِّينَ سَنَةً تَسِيرُ إِلَى رَبِّكَ تُوشِكُ أَنْ تَبْلُغَ , فَقَالَ الرَّجُلُ: يَا أَبَا عَلِيٍّ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ , قَالَ لَهُ الْفُضَيْلُ: تَعْلَمُ مَا تَقُولُ , قَالَ الرَّجُلُ: قُلْتُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ. قَالَ الْفُضَيْلُ تَعْلَمُ مَا تَفْسِيرُهُ؟ قَالَ الرَّجُلُ: فَسِّرْهُ لَنَا يَا أَبَا عَلِيٍّ , قَالَ: قَوْلُكَ إِنَّا لِلَّهُ، تَقُولُ: أَنَا لِلَّهِ عَبْدٌ، وَأَنَا إِلَى اللهِ رَاجِعٌ , فَمَنْ عَلِمَ أَنَّهُ عَبْدُ اللهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ رَاجِعٌ , فَلْيَعْلَمْ بِأَنَّهُ مَوْقُوفٌ , وَمَنْ عَلِمَ بِأَنَّهُ مَوْقُوفٌ فَلْيَعْلَمْ بِأَنَّهُ مَسْئُولٌ وَمَنْ عَلِمَ أَنَّهُ مَسْئُولٌ فَلْيُعِدَّ للسُّؤَالَ جَوَابًا , فَقَالَ الرَّجُلُ: فَمَا الْحِيلَةُ قَالَ: يَسِيرَةٌ , قَالَ: مَا هِيَ قَالَ: تُحْسِنُ فِيمَا بَقِيَ يُغْفَرُ لَكَ مَا مَضَى وَمَا بَقِيَ , فَإِنَّكَ إِنْ أَسَأْتَ فِيمَا بَقِيَ أُخِذْتَ بِمَا مَضَى وَمَا بَقِيَ “
[Hadist Riwayat Abu Nuaim]

5. Masa Lebih Lemahnya Umur

Umur 70 tahun ke atas adalah masa berat bagi seorang manusia. Pada masa itu fisik menjadi lemah, pikiran menurun bahkan pikun. Bahkan pada masa ini ada manusia yang kembali berperilaku seperti anak kecil lagi. Nauzubillah min dhalika. Pada sisa umur inilah kesempatan seorang hamba untuk mendekatkan diri pada Allah (takarrub ilalloh). Umat Islam pada usia itu diharapkan sudah meninggalkan segala urusan dunia dan fokus beribadah kepada Allah untuk menjemput ajal.

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّاكُمْ وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْ لَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌ (70)
Allah yang menciptakan kamu sekalian kemudian Allah mematikan kalian dan dari kalian ada dikembalikan pada lebih asornya umuragar dia tidak mengetahui setelah mengerti, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Kuasa.
[Surah An-Nahl (16) ayat 70]


7536 – حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ، حَدَّثَنَا أَبُو زَيْدٍ سَعِيدُ بْنُ الرَّبِيعِ الهَرَوِيُّ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْوِيهِ عَنْ رَبِّهِ، قَالَ: «إِذَا تَقَرَّبَ العَبْدُ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِذَا تَقَرَّبَ مِنِّي ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ بَاعًا، وَإِذَا أَتَانِي مَشْيًا أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً»
… Nabi SAW meriwayatkan dari Tuhannya Nabi bersabda:”Ketika seorang hamba mendekat kepadaku (Allah) sejengkal Aku mendekat kepadanya satu hasta dan ketika hamba mendekat dariku sat dirok Aku (Alloh) mendekat darinya satu depa dan ketika hamba dating padaKu dengan berjalan Aku dating padanya dengan berlari.
[Hadist Shohih Bukhori No. 7536 Kitabu Tauhid]
Iklan

2 responses to “Lima Tahapan Usia Manusia dalam Beribadah

  1. Ajkk, banyak manfaat yg kami dapat untuk materi nasehat.

  2. massaku sampai dimana Ya? mudah mudahan lengkap 5tahap

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s