Batalnya Kewarisan Karena Perbedaan Agama

Beberapa perkara dapat membatalkan kewarisan dalam suatu keluarga atau famili, salah satunya adalah karena perbedaan agama. Orang Islam yang meninggal dunia tidak dapat mewariskan hartanya pada keluarga atau familinya yang tidak Islam. Begitu pula sebaliknya, seorang Muslim tidak dapat mewarisi harta orang tuanya yang belum Islam.

Pemahaman ini bisa dikaji dalam Hadist Sunan Ibnu Majah No.2730 Kitabu Faroid. Dalam hadist tersebut Nabi ditanya oleh Usmah bin Zaid apakah beliau akan menempati rumah beliau yang ada di Mekah yaitu almarhum pamannya Abi Tholib. Nabi menjawab bahwa rumah itu tidak ditinggalkan / diwariskan untuk beliau. Rumah itu bisa diwaris oleh putra Abi Tholib yang belum Islam yaitu ‘Akil dan Tholib. Sedangkan anak-anak Abi Tholib yang Islam yaitu Ali dan Ja’far juga tidak berhak mewarisi harta ayahnya, Abi Tholib.

Orang Islam tidak bisa mewarisi orang kafir. Sebaliknya Orang kafir juga tidak bisa mewarisi orang Islam.

2730 – حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ السَّرْحِ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ قَالَ: أَنْبَأَنَا يُونُسُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ، أَنَّهُ حَدَّثَهُ أَنَّ عَمْرَو بْنَ عُثْمَانَ أَخْبَرَهُ، عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، أَنَّهُ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَتَنْزِلُ فِي دَارِكَ بِمَكَّةَ؟ قَالَ: «وَهَلْ تَرَكَ لَنَا عَقِيلٌ مِنْ رِبَاعٍ أَوْ دُورٍ؟» . وَكَانَ عَقِيلٌ وَرِثَ أَبَا طَالِبٍ هُوَ وَطَالِبٌ، وَلَمْ يَرِثْ جَعْفَرٌ وَلَا عَلِيٌّ شَيْئًا، لِأَنَّهُمَا كَانَا مُسْلِمَيْنِ، وَكَانَ عَقِيلٌ وَطَالِبٌ كَافِرَيْنِ. فَكَانَ عُمَرُ مِنْ أَجْلِ ذَلِكَ يَقُولُ: لَا يَرِثُ الْمُؤْمِنُ الْكَافِرَ. وَقَالَ أُسَامَةُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَرِثُ الْمُسْلِمُ الْكَافِرَ وَلَا الْكَافِرُ الْمُسْلِمَ»
__________
[حكم الألباني] صحيح
… sesungguhnya Usamah bin Zaid bertanya: “Wahai Rasulalloh, apakah engkau akan menempati rumahmu di Mekah?”.

Nabi menjawab: “Apakah kalian menganggap rumah Akil itu milikku? Dan ‘Akil mewarisi rumah itu dari Aba Tholib, dia dan Tholib dan Ja’far dan Ali tidak mewarisinya sebab keduanya adalah orang Islam, sedangkan ‘Akil dan Tholib adalah kafir”.

Maka Umarpun bersabda tentang hal tersbut: “Orang Iman tidak dapat mewarisi orang kafir”.
Usamah menceritakan Bahwa Rasululloh SAW bersabda Orang Islam tidak dapat mewarisi orang Kafir dan orang kafir juga tidak bias mewarisi orang Islam”.

[Hadist Sunan Ibnu Majah No.2730 Kitabu Faroid]
Iklan

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s