Mabit di Muzdalifa

Sore hari setelah matahari terbenam 10 Dhul-Hijjah jamaah haji bergerak keluar meninggalkan padang Arafah menuju Muzdalifa. Bermalam (mabit) di Muzdalifa merupakan salah satu rukun haji. (Catatan: pergantian tanggal dalam kalender Islam adalah sore hari).

Muzdalifa dari Arafah berjarak kurang lebih 9 kilometer bisa ditempuh dengan naik kendaran (Haji Rokiban) atau dengan berjalan kaki (Haji Masiyan). Muzdalifa juga salah satu situs makbul untuk berdoa. Doa Nabi Muhammad SAW yang mohon pengampunan bagi umat Islam yang menganiaya baru terkabul setelah berdoa di Muzdalifa.

Aktifitas jamaah haji di Muzdalifah adalah:

  1. Shalat maghrib dan isha’ qoshor jama’ ta’khir.
  2. 3019 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عُقْبَةَ، عَنْ كُرَيْبٍ، عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، قَالَ: أَفَضْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا بَلَغَ الشِّعْبَ، الَّذِي يَنْزِلُ عِنْدَهُ الْأُمَرَاءُ، نَزَلَ، فَبَالَ، فَتَوَضَّأَ، قُلْتُ: الصَّلَاةَ قَالَ: «الصَّلَاةُ أَمَامَكَ» فَلَمَّا انْتَهَى إِلَى جَمْعٍ، أَذَّنَ، وَأَقَامَ، ثُمَّ صَلَّى الْمَغْرِبَ، ثُمَّ لَمْ يَحِلَّ أَحَدٌ مِنَ النَّاسِ، حَتَّى قَامَ، فَصَلَّى الْعِشَاءَ ”
    __________
    [حكم الألباني] صحيح


    … Asamata bin Zaid meriwayatkan, Saya bubar bersama Rasulullah SAW, ketika sampai di Syi’ba, yang para imam bertempat didekatnya, Nabi berhenti, kencing, berwudhu, Saya berkata: Sholat. Nabi bersabda Beberapa imammu shalat, maka ketika Nabi sampai di Jam’in (muzdalifa) Nabi menyuruh azan dan iqomah kemudian shalat maghrib, kemudian tidak seorangpun dari manusia menurunkan perbekalan sampai mereka berdiri shalat isha’.

    [Hadist Sunan Ibni Majah No. 3019 Kitabu Manasik]

     

    3022 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ، عَنْ حَجَّاجٍ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ، قَالَ: حَجَجْنَا مَعَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فَلَمَّا أَرَدْنَا أَنْ نُفِيضَ مِنَ الْمُزْدَلِفَةِ، قَالَ: إِنَّ الْمُشْرِكِينَ كَانُوا يَقُولُونَ: أَشْرِقْ ثَبِيرُ، كَيْمَا نُغِيرُ، وَكَانُوا لَا يُفِيضُونَ، حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، فَخَالَفَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، «فَأَفَاضَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ»
    __________
    [حكم الألباني] صحيح

    … Umar bin Maimun meriwayatkan: Kami haji bersama Umar bin Khatab, ketika kami hendak bubar dari Muzdalifa, Umar r.a. bersabda: “Sesungguhnya kaum musrik mengatakan: Berkilaulah gunung Syabir supaya mempercepat, dan ada orang Islam tidak bubar sampai matahari terbit. Maka Rasulullah SAW menyelisihkan, maka beliau Nabi bubar sebelum matahari terbit”.

    [Hadist Sunan Ibni Majah No. 3022 Kitabu Manasik]

     

  3. Mengumpulkan kerikil untuk melempar jumrah di Mina besok harinya. Besarnya kerikil untuk melempar sudah dibatasi oleh Nabi yaitu sebesar kerikil ketapel, tidak boleh lebih.
  4. 3028 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي زِيَادٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْأَحْوَصِ، عَنْ أُمِّهِ، قَالَتْ: رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَوْمَ النَّحْرِ، عِنْدَ جَمْرَةِ الْعَقَبَةِ، وَهُوَ رَاكِبٌ عَلَى بَغْلَةٍ، فَقَالَ: «يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِذَا رَمَيْتُمُ الْجَمْرَةَ، فَارْمُوا، بِمِثْلِ حَصَى الْخَذْفِ»
    __________
    [حكم الألباني] حسن

    … (Ibunya Sulaiman) meriwayatkan: Saya melihat Nabi SAW, pada hari menyembelih, dekat jumrah aqobah dan beliau naik bighol, maka Nabi bersabda: “Wahai manusia ketika kalian melempar Jumrah, lemparlah, sebesar kerikil ketapel”.

    [Hadist Sunan Ibni Majah No. 3028 Kitabu Manasik]

     

  5. Bermalam / mabit.
  6. Shalat subuh lalu berhenti sebentar untuk berdoa sampai agak terang.
  7. Pagi 10 Dhul-Hijjah, ketika langit agak terang sebelum matahari terbit, berangkat menuju Mina. Khusus untuk jamaah yang lemah, seperti wanita dan orang tua diperbolehkan berangkat lebih dulu sebelum subuh.
     

    3020 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ قَالَ: أَنْبَأَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ الْخَطْمِيِّ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيَّ، يَقُولُ: «صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَغْرِبَ وَالْعِشَاءَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ بِالْمُزْدَلِفَةِ»
    __________
    [حكم الألباني] صحيح

    … dari Abdillah bin Yazid Al-Khathmiyi, sesungguhnya Abdillah mendengarkan Ayub Al-Anshoriyi mengatakan: “Saya shalat bersama Rasulillah SAW maghrib dan isha’ dalam haji wada’ di Muzdalifa”.

    [Hadist Sunan Ibni Majah No. 3020 Kitabu Manasik]

     

    3027 – حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ سَوْدَةَ بِنْتَ زَمْعَةَ، كَانَتِ امْرَأَةً ثَبْطَةً، فَاسْتَأْذَنَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تَدْفَعَ مِنْ جَمْعٍ، قَبْلَ دَفْعَةِ النَّاسِ، «فَأَذِنَ لَهَا»
    __________
    [حكم الألباني] صحيح

    … dari Aisyah, sesungguhnya Saudah binta zama’ah istrinya Tsabithoh, minta izin kepada Rasulullah agar berangkat dari Muzdalifa sebelum berangkatnya manusia, maka Nabi mengizini.

    [Hadist Sunan Ibni Majah No. 3027 Kitabu Manasik]

     
     

    Iklan

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s