Melempar Jumrah Aqobah di Mina

10 Dhul-Hijjah yang dikenal dengan Yaumu Nahr, Harinya Menyembelih, merupakan puncak haji. Setelah semalam mabit di Muzdalifa, subuh sebelum matahari terbit, jamaah bergerak menuju Mina untuk melaksanakan Lempar Jumrah Aqobah.

Selesai melempar jumrah aqobah jamaah lukar dan cukur gundul rambut kepala. Saat itu juga semua larangan ihram menjadi halal kecuali menjima’ istri, belum boleh. Prosesi haji telah sempurna setelah selesai melaksanakan tawaf Ifadhoh. Rasulullah SAW juga berhenti membaca talbiyah setelah lempar jumrah aqobah.

3041 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَا: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، ح وحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ خَلَّادٍ الْبَاهِلِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، وَوَكِيعٌ، وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، قَالُوا: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ، عَنِ الْحَسَنِ الْعُرَنِيِّ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: «إِذَا رَمَيْتُمُ الْجَمْرَةَ، فَقَدْ حَلَّ لَكُمْ كُلُّ شَيْءٍ، إِلَّا النِّسَاءَ» فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ: يَا ابْنَ عَبَّاسٍ وَالطِّيبُ؟ فَقَالَ: «أَمَّا أَنَا، فَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُضَمِّخُ رَأْسَهُ بِالْمِسْكِ، أَفَطِيبٌ ذَلِكَ، أَمْ لَا»
__________
[حكم الألباني] صحيح

… Ibni Abbas meriwayatkan: Ketika kalian telah selesai melempar Jumrah (Aqobah) maka sungguh-sungguh halal bagimu segala sesuatu, kecuali menjma’ istri. Maka ditanyakan pada Ibni Abbas: Wahai Ibni Abbas! bagaimana dengan minyak wangi? Ibni Abbas menjawab: Adapun saya sungguh-sungguh melihat Rasulallah s.a.w. membasahi rambutnya dengan minyak wangi, apakah demikian itu wewangian atau bukan?”

[Hadist Sunan Ibnu Majah No. 3041 Kitabu Manasik]


Tata-cara lempar jumrah aqobah terdiri dari:

  1. Melempar Jumrah Aqobah dilaksanakan waktu dhuha.
  2. Besarnya kerikil untuk melempar adalah sebesar kerikil ketapel, tidak boleh lebih besar.
  3. Arah Baitullah di sebelah kiri dan Mina (tempat mabit) disebelah kanan.
  4. Melempar tugu jamarat sampai kena sebanyak 7 (tujuh) kali. Lemparan yang meleset / tidak kena tidak dihitung.
  5. Membaca takbir pada saat akan melempar atau bersamaan dengan kerikil yang dilemparkan atau sesudah batu mengenai tugu jamarat.
  6. Setelah selesai melempar langsung pergi, tidak berdoa atau diam di tempat.
314 – (1299) وحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ، وَابْنُ إِدْرِيسَ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ: «رَمَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْجَمْرَةَ يَوْمَ النَّحْرِ ضُحًى، وَأَمَّا بَعْدُ فَإِذَا زَالَتِ الشَّمْسُ»

… dari Jabir meriwayatkan: Rasulullah SAW melempar Jumrah pada Hari Menyembelih pada waktu dhuha, adapun setelah itu ketika matahari condong ke barat.

[Hadist Shohih Muslim No. 314 (1299) Kitabul Haji]

 

3028 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي زِيَادٍ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْأَحْوَصِ، عَنْ أُمِّهِ، قَالَتْ: رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَوْمَ النَّحْرِ، عِنْدَ جَمْرَةِ الْعَقَبَةِ، وَهُوَ رَاكِبٌ عَلَى بَغْلَةٍ، فَقَالَ: «يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِذَا رَمَيْتُمُ الْجَمْرَةَ، فَارْمُوا، بِمِثْلِ حَصَى الْخَذْفِ»
__________
[حكم الألباني] حسن

… ibunya Sulaiman meriwayatkan: Saya melihat Nabi SAW, pada hari menyembelih (Yaumunnahr), di samping tugu Jumrah Aqobah, beliau naik bighol, Maka Nabi bersabda: “Wahai manusia, ketika kalian melempar Jumrah, maka lemparlah, sebagaimana kerikil ketapel”.

[Hadist Sunan Ibni Majah No. 3028 Kitabu Manasik]

 

1749 – حَدَّثَنَا آدَمُ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، حَدَّثَنَا الحَكَمُ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ، أَنَّهُ حَجَّ مَعَ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، فَرَآهُ يَرْمِي الجَمْرَةَ الكُبْرَى بِسَبْعِ حَصَيَاتٍ، فَجَعَلَ البَيْتَ عَنْ يَسَارِهِ وَمِنًى عَنْ يَمِينِهِ، ثُمَّ قَالَ: «هَذَا مَقَامُ الَّذِي أُنْزِلَتْ عَلَيْهِ سُورَةُ البَقَرَةِ»

… sesungguhnya Abdirrahman bin Yazid, sesungguhnya ia haji bersama Ibnu Mas’ud r.a., maka Abdirrahman melihat Ibni Mas’ud melempar Jumrah yang besar dengan tujuh kerikil maka ia menjadikan Baitullah dari sebelah kirinya dan Mina di sebelah kanannya kemudian Ibni Mas’ud berkata:” Inilah tempat berdirinya orang yang dituruni Surat Al-Bakarah”.

[Hadist Shohih Bukhari No. 1749 Kitabul Haji]

 

3030 – حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنِ الْمَسْعُودِيِّ، عَنْ جَامِعِ بْنِ شَدَّادٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ، قَالَ: لَمَّا أَتَى عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ جَمْرَةَ الْعَقَبَةِ، اسْتَبْطَنَ الْوَادِيَ، وَاسْتَقْبَلَ الْكَعْبَةَ، وَجَعَلَ الْجَمْرَةَ عَلَى حَاجِبِهِ الْأَيْمَنِ، ثُمَّ رَمَى بِسَبْعِ حَصَيَاتٍ، يُكَبِّرُ مَعَ كُلِّ حَصَاةٍ، ثُمَّ قَالَ: «مِنْ هَاهُنَا، وَالَّذِي لَا إِلَهَ غَيْرُهُ رَمَى الَّذِي أُنْزِلَتْ عَلَيْهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

… Abdirrahman bin Yazid meriwayatkan: Ketika Abdullah bin Mas’ud datang di Jumrah Aqobah, ia berada di jurang, dan menghadap Ka’bah, dan menjadikan Jumrah Aqobah di sisi kanannya, kemudian melempar dengan tujuh kerikil, ia membaca takbir bersamaan dengan setiap kerikil, kemudian ia berkata: “Dari sinilah, demi Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, Orang yang dituruni surat Al-Baqarah melempar”.

[Hadist Sunan Ibni Majah No. 3030 Kitabu Manasik]

 

3033 – حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ، عَنِ الْحَجَّاجِ، عَنِ الْحَكَمِ بْنِ عُتَيْبَةَ، عَنْ مِقْسَمٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا رَمَى جَمْرَةَ الْعَقَبَةِ مَضَى، وَلَمْ يَقِفْ»
__________
[حكم الألباني] صحيح لغيره

… Ibni Abbas meriwayatkan: Ada Rasulullah SAW ketika selesai melempar Jumrah Aqobah beliau langsung bubar dan tidak berhenti.

[Hadist Sunan Ibni Majah No. 3033 Kitabu Manasik]

 

3032 – حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا طَلْحَةُ بْنُ يَحْيَى، عَنْ يُونُسَ بْنِ يَزِيدَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَالِمٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّهُ «رَمَى جَمْرَةَ الْعَقَبَةِ، وَلَمْ يَقِفْ عِنْدَهَا، وَذَكَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

… dari Ibni Umar, Sesungguhnya ia (Ibni Umar) melempar jumrah Aqobah, dan ia tidak berhenti di dekatnya, Ibni Umar menceritakan sesungguhnya Nabi SAW berbuat seperti itu.

[Hadist Sunan Ibni Majah No. 3032 Kitabu Manasik]

 

Iklan

2 responses to “Melempar Jumrah Aqobah di Mina

  1. Bismillahirrahmanirrahim.
    Melempar Jumrah melambangkan melempar setan yang diwakili oleh bentuk tugu obelisk. Tugu obelisk telah hadir diseluruh dunia yang melambangkan bahwa setan telah mengusai dunia.
    Umat Islam melempar lambang setan (Jumroh) atau tugu obelisk, tapi sekarang JUMROH BUKAN BERBENTUK TUGU OBELISK LAGI..!
    Jadi sekarang melempar apa?

  2. Sungguh bermanfaat tuk pedoman dalam melakukan manasik haji. Syukron

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s