Tawaf Ifadho

(LDII) Tawaf IfadhohSelesai melempar jumrah aqobah jamaah lukar dan cukur gundul rambut kepala. Saat itu juga semua larangan ihram menjadi halal kecuali menjima’ istri, belum boleh.

Jamaah baru boleh berhubungan badan suami istri setelah melaksanakan Tawaf Ifadho. Tawaf Ifadho bisa dilakukan pada hari tasyriq; 11, 12 dan 13 Dhul-Hijjah atau sesudahnya atau boleh juga langsung dikerjakan setelah lempar jumrah Aqobah pada Yaumu Nahr, tanggal 10 Dhul-Hijjah.

Setelah lukar pada tanggal 10 Dhul-Hijjah ada beberapa kewajiban yang masih harus diselesaikan oleh jamaah yaitu.

  1. TAWAF IFADHO di Baitullah,
  2. Melempar Jumrah Ula, Wustho dan Aqobah pada hari Tasyriq; 11, 12 dan 13 Dhul-Hijjah
  3. Mabit / bermalam di Mina pada malam hari Tasyriq
  4. Tawaf Wada’, sebelum pulang ke tanah air.
2001 – حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ، أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ، حَدَّثَنِي ابْنُ جُرَيْجٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «لَمْ يَرْمُلْ فِي السَّبْعِ الَّذِي أَفَاضَ فِيهِ»
__________
[حكم الألباني] : صحيح
… dari Ibni Abbas, sesungguhnya Nabi s.a.w. tidak berjalan cepat dalam tujuh keliling tawaf ifadho.
[Hadist Sunan Abi Dawud Kitabul Manasik]


3041 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَا: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، ح وحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ خَلَّادٍ الْبَاهِلِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، وَوَكِيعٌ، وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، قَالُوا: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ، عَنِ الْحَسَنِ الْعُرَنِيِّ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: «إِذَا رَمَيْتُمُ الْجَمْرَةَ، فَقَدْ حَلَّ لَكُمْ كُلُّ شَيْءٍ، إِلَّا النِّسَاءَ» فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ: يَا ابْنَ عَبَّاسٍ وَالطِّيبُ؟ فَقَالَ: «أَمَّا أَنَا، فَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُضَمِّخُ رَأْسَهُ بِالْمِسْكِ، أَفَطِيبٌ ذَلِكَ، أَمْ لَا»
__________
[حكم الألباني] صحيح
… Ibni Abbas meriwayatkan: Ketiak kalian telah selesai melempar Jumrah (Aqobah) maka sungguh-sungguh halal bagimu segala sesuatu, kecuali menjma’ istri. Maka ditanyakan pada Ibni Abbas: Wahai Ibni Abbas! bagaimana dengan minyak wangi? Ibni Abbas menjawab: Adapun saya sungguh-sungguh melihat Rasulallah s.a.w. membasahi rambutnya dengan minyak wangi, apakah demikian itu wewangian atau bukan?”
[Hadist Sunan Ibnu Majah No. 3041 Kitabu Manasik]
Iklan

2 responses to “Tawaf Ifadho

  1. Alhamdulillahi jszza kumullahu khoiro. Tulisan ini sangat mrmbantu saya yg sedang cari bekal untuk haji thn ini. Mhn doanya agar allaj paring lancar dan barokah. Amiin

  2. Assalamualaikum,, bagaimana hukumnya jika thawaf ifadoh dilakukan terlebih dahulu sebelum lempar jumroh aqobah? Dan stelah thawaf ifadoh sudah lukar jadi ketika lempar jumroh aqobah keadaan sudah lukar, alhamdulillahi jaza kumullahu khoiro

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s