Melempar Jumrah pada Hari Tasyriq dan Mabit di Mina

(LDII) Lempar Jumrah di Hari TasyriqSelesai melempar jumrah aqobah 10 Dhul-Hijjah jamaah lukar dan cukur gundul rambut kepala. Artinya, semua larangan ihram menjadi halal waktu itu kecuali menjima’ istri, belum boleh. Rasulullah SAW juga berhenti membaca talbiyah setelah lempar jumrah aqobah.

Setelah lukar pada tanggal 10 Dhul-Hijjah ada beberapa kewajiban yang harus diselesaikan oleh jamaah yaitu;

  1. Tawaf Ifadho di Baitullah,
  2. Melempar Jumrah Ula, Wustho dan Aqobah pada hari Tasyriq; 11, 12 dan 13 Dhul-Hijjah
  3. Mabit / bermalam di Mina pada malam hari Tasyriq
  4. Tawaf Wada’, sebelum pulang ke tanah air.

Apabila melempar Jumrah Aqobah tanggal 10 Dhul-Hijjah dilaksanakan waktu dhuha, maka lempar jumrah di hari Tasyriq dilaksanakan pada siang hari setelah matahari condong ke barat hingga sore hari saat matahari terbenam.

Satu sunah lagi yang berbeda, yaitu setelah melempar jumrah ula dan wustho Nabi berhenti sejenak untuk berdoa, sedangkan setelah melempar jumrah aqobah Nabi langsung pergi. Amalan melempar jumrah, baik pada 10 Dhul-Hijjah maupun pada hari Tasyriq dapat diwakilkan bagi yang tidak mampu atau keberatan.

بَابُ رَمْيِ الْجِمَارِ أَيَّامَ التَّشْرِيقِ
3053 – حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى الْمِصْرِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ قَالَ: حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «رَمَى جَمْرَةَ الْعَقَبَةِ ضُحًى، وَأَمَّا بَعْدَ ذَلِكَ، فَبَعْدَ زَوَالِ الشَّمْسِ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

… Jabir meriwayatkan: Saya melihat Rasulallah melempar jumrah aqobah waktu dhuha dan sedangkan setelah itu, setelah condongnya matahari.

[Hadist Sunan Ibi Majah No. 3053 Kitabu Manasik Bab Melempar Jumrah pada Hari Tasyriq]

 

3054 – حَدَّثَنَا جُبَارَةُ بْنُ الْمُغَلِّسِ قَالَ: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ أَبُو شَيْبَةَ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ مِقْسَمٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ «يَرْمِي الْجِمَارَ، إِذَا زَالَتِ الشَّمْسُ، قَدْرَ مَا إِذَا فَرَغَ مِنْ رَمْيِهِ، صَلَّى الظُّهْرَ»
__________
[حكم الألباني]
ضعيف الإسناد

… dari Ibni Abbas, sesungguhnya Rasulallah s.a.w. ada Nabi melempar jumrah aqobah ketika matahari condong (ke barat), kira-kira apa-apa ketika selesai melemparnya, beliau shalat dhuhur.

[Hadist Sunan Ibi Majah No. 3054 Kitabu Manasik Bab Melempar Jumrah pada Hari Tasyriq]

 

Bermalam di Mina pada Malam Hari Tasyriq

Dalam rangkaian ibadah haji adalah melempar jumrah Ula, Wustho dan Aqobah pada hari Tasyriq 11, 12 dan 13 Dhul-Hijjah. Jamaah juga diwajibkan mabit / bermalam di Mina pada malam Hari Tasyriq, sesuai dengan tuntunan Nabi yang tertulis dalam Hadist Muslim No. 346 – (1315) Kitabul Haji dan Hadist Ibni Majah No. 3065 dan 3066 Kitabul Manasik.

346 – (1315) حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ، وَأَبُو أُسَامَةَ، قَالَا: حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، ح وحَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ، – وَاللَّفْظُ لَهُ – حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللهِ، حَدَّثَنِي نَافِعٌ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، «أَنَّ الْعَبَّاسَ بْنَ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ، اسْتَأْذَنَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنْ يَبِيتَ بِمَكَّةَ لَيَالِي مِنًى، مِنْ أَجْلِ سِقَايَتِهِ، فَأَذِنَ لَهُ»

… sesungguhnya Abas bin Abdil Muthalib minta izin kepada Rasulallah s.a.w. untuk bermalam di Mekah pada malam Mina karena alasan pekerjaanya memberi minum, maka Nabi mengijini.

[Hadist Muslim No. 346 – (1315) Kitabul Haji]

 

3066 – حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ، وَهَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ، قَالَا: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ مُسْلِمٍ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: «لَمْ يُرَخِّصِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَحَدٍ، يَبِيتُ بِمَكَّةَ، إِلَّا لِلْعَبَّاسِ، مِنْ أَجْلِ السِّقَايَةِ»

… Ibni Abbas meriwayatkan; Nabi s.a.w. tidak memberikan kemurahan pada seorangpun untuk tinggal di Mekah, kecuali pada Abbas, karena alasan tugasnya memberi minum.

[Hadist Ibni Majah No. 3066 Kitabul Manasik]

 
 

Iklan

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s