Wanita Haid Saat Haji

haid-waktu-hajiPersoalan klasik bagi setiap wanita Muslim, yaitu haid ketika sedang melaksanakan Ibadah Haji. Masalah ini tidak perlu dikhawatirkan karena haid tidak mencegah atau membatalkan ibadah haji. Wanita yang haid bisa melaksanakan semua rukun haji kecuali satu tidak boleh yaitu Tawaf di Baitullah.

Hadist shohih Bukhari No. 1650-1651 Kitabu Haji dan Hadist Sunan Ibni Majah No. 2963 Kitabu Manasik menerangkan tuntunan Rasulullah SAW bagi wanita-wanita yang sedang mengalami haid saat melaksanakan ibadah haji. Muslimah yang tidak dapat mengerjakan tawaf atau umrah karena terbentur haid bisa melaksanakan tawaf atau umrah hajinya setelah selesai pelaksanaan haji. Kategori haji seperti ini disebut Haji Ifrod, yaitu melaksanakan umrah haji di luar bulan Haji.

Seperti yang dialami Aisyah ketika melaksanakan Haji Wada’ bersama Nabi. Rasulullah SAW memerintahkan Aisyah untuk mengerjakan haji sebagaimana umat Islam lain dan menunda umrah setelah selesai haji dengan mengambil Miqot di Tan’im.

1650 – حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ القَاسِمِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ: قَدِمْتُ مَكَّةَ وَأَنَا حَائِضٌ، وَلَمْ أَطُفْ بِالْبَيْتِ وَلاَ بَيْنَ الصَّفَا وَالمَرْوَةِ قَالَتْ: فَشَكَوْتُ ذَلِكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «افْعَلِي كَمَا يَفْعَلُ الحَاجُّ غَيْرَ أَنْ لاَ تَطُوفِي بِالْبَيْتِ حَتَّى تَطْهُرِي»
… Aisya meriwayatkan. Saya datang di Mekah dan saya keadaan haid, dan saya tidak Tawaf di Baitullah, dan tidak sai safa Marwah, Aisyah berkata: Saya melaporkan demikian itu pada Rasulillah SAW, Nabi bersabda: “Kerjakanlah sebagaimana orang haji mengamalkan, selain jangan tawaf di Baitullah sehingga engkau suci”.
[Hadist shohih Bukhari No. 1650 Kitabul Haji]


2963 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَا: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، لَا نَرَى إِلَّا الْحَجَّ، فَلَمَّا كُنَّا بِسَرِفَ، أَوْ قَرِيبًا مِنْ سَرِفَ، حِضْتُ فَدَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَأَنَا أَبْكِي، فَقَالَ: «مَا لَكِ أَنَفِسْتِ؟» قُلْتُ: نَعَمْ، قَالَ «إِنَّ هَذَا أَمْرٌ كَتَبَهُ اللَّهُ، عَلَى بَنَاتِ آدَمَ، فَاقْضِي الْمَنَاسِكَ كُلَّهَا، غَيْرَ أَنْ لَا تَطُوفِي بِالْبَيْتِ» قَالَتْ: «وَضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نِسَائِهِ، بِالْبَقَرِ»
__________
[حكم الألباني] صحيح


… Aisyah meriwayatkan: Kami keluar bersama Rasulillah SAW kami tidak niat kecuali haji. Maka ketika kami berada di Syarifa atau sekitarnya, saya haid. Maka saya masuk pada Rasulullah SAW dan saya menangis.

Maka Nabi bersabda: “Kenapa engkau? Apakah engkau nifas?”

Saya menjawab: “Ya”.

Nabi bersabda: “Sesungguhnya ini perkara yang sudah ditulis atas Anak Perempuan Adam. Datangilah semua ibadah hajimu semua, selain jangan tawaf di Baitullah”.

Aisyah berkata: “Rasulullah menyembelih sapi untuk beberapa istrinya”.
[Hadist Sunan Ibni Majah No. 2963 Kitabu Manasik]

1651 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ المُثَنَّى، حَدَّثَنَا عَبْدُ الوَهَّابِ، قَالَ: ح وَقَالَ لِي خَلِيفَةُ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الوَهَّابِ، حَدَّثَنَا حَبِيبٌ المُعَلِّمُ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: أَهَلَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ وَأَصْحَابُهُ بِالحَجِّ، وَلَيْسَ مَعَ أَحَدٍ مِنْهُمْ هَدْيٌ غَيْرَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَطَلْحَةَ، وَقَدِمَ عَلِيٌّ مِنَ اليَمَنِ وَمَعَهُ هَدْيٌ [ص:160]، فَقَالَ: أَهْلَلْتُ بِمَا أَهَلَّ بِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَصْحَابَهُ أَنْ يَجْعَلُوهَا عُمْرَةً، وَيَطُوفُوا ثُمَّ يُقَصِّرُوا وَيَحِلُّوا إِلَّا مَنْ كَانَ مَعَهُ الهَدْيُ، فَقَالُوا: نَنْطَلِقُ إِلَى مِنًى وَذَكَرُ أَحَدِنَا يَقْطُرُ، فَبَلَغَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «لَوِ اسْتَقْبَلْتُ مِنْ أَمْرِي مَا اسْتَدْبَرْتُ مَا أَهْدَيْتُ، وَلَوْلاَ أَنَّ مَعِي الهَدْيَ لَأَحْلَلْتُ» ، وَحَاضَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا فَنَسَكَتْ المَنَاسِكَ كُلَّهَا، غَيْرَ أَنَّهَا لَمْ تَطُفْ بِالْبَيْتِ، فَلَمَّا طَهُرَتْ طَافَتْ بِالْبَيْتِ، قَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، تَنْطَلِقُونَ بِحَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ وَأَنْطَلِقُ بِحَجٍّ؟ فَأَمَرَ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ أَبِي بَكْرٍ أَنْ يَخْرُجَ مَعَهَا إِلَى التَّنْعِيمِ، فَاعْتَمَرَتْ بَعْدَ الحَجِّ

… Jabir bin Abdillah meriwayatkan, Nabi SAW dan para sahabatnya ihram, dan tidak ada bersama salah seorang mereka hadiyah selain Nabi dan Thalhah, dan Ali datang dari Yaman membawa hadiyah, maka Ali berkata: Aku Ihram dengan apa-apa yang Nabi SAW ihram.

Maka Nabi memerintahkan para sahabatnya untuk menjadikan ihram itu sebagai umrah, dan tawaf dan menggunting rambut dan tahalul (lukar) kecuali orang-orang yang membawa hadiyah bersamanya.

Maka para sahabat berbincang: Kami berangkat ke Mina sedangkan kemaluan salah seorang kami menetes mani.Maka (perbincangan mereka) sampai pada Nabi dan beliau bersabda; “Seandainya saya belum terlanjur membawa hadiyah, dan seandainya saya tidak membawa hadiyah niscaya aku juga lukar seperti kalian”.

Dan Aisyah r.a. sedang haid, maka Aisyah melaksanakan semua ibadah kecuali ia tidak tawaf di Baitullah. Maka Aisyah tawaf di Baitullah ketika sudah suci. Aisyah bertanya pada Nabi: “Wahai Rasulullah, mereka berangkat untuk haji dan umroh sedangkan saya berangkat untuk haji saja?”

Maka Nabi memerintahkan Abdarahman bin Abu Bakar agar keluar bersama Aisyah ke Tan’im, maka Aisyah melaksanakan umrah setelah haji.
[Hadist Shohih Bukhari No. 1651 Kitabu Haji]

1784 – حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَمْرٍو، سَمِعَ عَمْرَو بْنَ أَوْسٍ، أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَخْبَرَهُ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «أَمَرَهُ أَنْ يُرْدِفَ عَائِشَةَ، وَيُعْمِرَهَا مِنَ التَّنْعِيمِ» ، ” قَالَ سُفْيَانُ مَرَّةً: سَمِعْتُ عَمْرًا كَمْ سَمِعْتُهُ مِنْ عَمْرٍو “

… sesungguhnya Abdarahman bin Abu Bakar r.a. bercerita pada Amri bin Aus sesungguhnya Nabi SAW memerintah Abdarahman untuk mengantarkan Aisyah dan umrah dari Tan’im.
[Hadist Shohih Bukhari No. 1784 Kitabu Haji]

3000 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ نُوَافِي هِلَالَ ذِي الْحِجَّةِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَرَادَ مِنْكُمْ، أَنْ يُهِلَّ بِعُمْرَةٍ، فَلْيُهْلِلْ، فَلَوْلَا أَنِّي أَهْدَيْتُ، لَأَهْلَلْتُ بِعُمْرَةٍ» قَالَتْ: فَكَانَ مِنَ الْقَوْمِ مَنْ أَهَلَّ بِعُمْرَةٍ، وَمِنْهُمْ مَنْ أَهَلَّ بِحَجٍّ، فَكُنْتُ أَنَا مِمَّنْ أَهَلَّ بِعُمْرَةٍ، قَالَتْ: فَخَرَجْنَا حَتَّى قَدِمْنَا مَكَّةَ، فَأَدْرَكَنِي يَوْمُ عَرَفَةَ، وَأَنَا حَائِضٌ، لَمْ أَحِلَّ مِنْ عُمْرَتِي، فَشَكَوْتُ ذَلِكَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: «دَعِي عُمْرَتَكِ، وَانْقُضِي رَأْسَكِ، وَامْتَشِطِي، وَأَهِلِّي بِالْحَجِّ» قَالَتْ: فَفَعَلْتُ، فَلَمَّا كَانَتْ لَيْلَةُ الْحَصْبَةِ، وَقَدْ قَضَى اللَّهُ حَجَّنَا، أَرْسَلَ مَعِي عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ أَبِي بَكْرٍ، فَأَرْدَفَنِي وَخَرَجَ إِلَى التَّنْعِيمِ، فَأَحْلَلْتُ بِعُمْرَةٍ، فَقَضَى اللَّهُ حَجَّنَا وَعُمْرَتَنَا، وَلَمْ يَكُنْ فِي ذَلِكَ هَدْيٌ، وَلَا صَدَقَةٌ، وَلَا صَوْمٌ
__________
[حكم الألباني] صحيح

… Aisyah meriwayatkan: Saya bersama Rasulillah SAW keluar pada haji wada’, saya menjumpai tanggal bulan Dhul-Hijjah.

Maka Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa diantara kalian menghendaki ihram untuk umrah, maka lukarlah. Maka seandainya saya tidak membawa hadiyah niscaya saya ihram untuk umrah”.

Aisyah berkata: “Maka ada sebagian dari kaum orang yang ihram untuk umrah. Dan sebagian mereka ihram untuk haji. Maka saya termasuk yang ihram untuk umrah”.

Aisyah bercerita: “Maka kami berangkat hingga sampai Mekah. Maka aku sampai pada hari Arofah dan saya sedang haid, saya tidak lukar untuk umrah. Maka saya melaporkan masalah tersebut pada Nabi SAW,

maka Nabi bersabda: “Tinggalkanlah umrahmu, cukurlah rambutmu, besisirlah dan ihramlah untuk haji”.

Aisyah menceritakan: “Maka aku mengerjakan. Maka ketika malam hari di Hasbah, dan Allah telah menghukumi selesai hajiku, Maka Nabi mengutus bersamaku Abdarahman bin Abu Bakar, maka (Abdarahaman) memboncengku keluar ke Tan’im maka aku lukar untuk umrah. Maka Allah menyempurnakan Haji dan umrahku, dan tidak ada dalam demikian itu hadiyah dan tidak ada shodakoh dan tidak ada puasa.
[Hadist Sunan Ibni Majah No. 3000 Kitabu Manasik]

Iklan

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s