Wanita Jadi Pemimpin

(LDII) Wanita Jadi PemimpinSatu lagi kontroversi antara faham sekuler dengan nilai-nilai Islam, yaitu soal memilih pemimpin. Isu diskriminasi gender dalam kepemimpinan sering menjadi benturan antara sistem liberal yang menjunjung kebebasan versus Islam yang berpegang teguh pada Kitabillah dan Sunnah Nabi.

Satu prinsip penting dalam Islam adalah tidak boleh mengangkat seorang perempuan menjadi pemimpin.

Sebagaimana tertulis dalam banyak hadist yang salah satunya adalah Riwayat Thobroni No. 9061, Rasulullah s.a.w. bersabda bahwa Allah tidak akan mensucikan (tidak mengampuni dosa-dosa) suatu umat apabila perempuan mengatur mereka. Begitu juga dalam Hadist Musnad Ahmad No. 20402, Nabi mengingatkan, bahwa tidak beruntung suatu kaum yang menyandarkan perkara mereka pada seorang wanita.

Diakui bahwa peran wanita dalam segala bidang sangat vital. Di dunia ini banyak sekali bermunculan tokoh-tokoh wanita yang sangat penting dan berpengaruh. Begitu juga keberhasilan Rasulillah s.a.w.dalam mengembangkan Islam juga tidak lepas dari peran dan dukungan istri beliau, Ibu Khadijah. Akan tetapi Islam telah menetapkan porsi wanita sebagai pendamping, pemberi saran, dan pendorong semangat laki-laki, BUKAN sebagai pengendali yang menentukan kebijakan.

Pemahaman ini sekaligus mengingatkan kepada para laki-laki pemimpin agar berpegang pada prinsip aturan yang berlaku dan tidak mudah dikendalikan oleh istri atau para wanita yang ada di sekelilingnya.

9061 – وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْهَجَنَّعِ قَالَ: «لَمَّا قَدِمَتْ عَائِشَةُ زَوْجُ النَّبِيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – أَتَيْنَا أَبَا بَكْرَةَ فَقُلْنَا: هَذِهِ عَائِشَةُ كَنْتَ تَقُولُ: عَائِشَةُ عَائِشَةُ، هِيَ ذِي عَائِشَةُ قَدْ جَاءَتْ، فَاخْرُجْ مَعَنَا. فَقَالَ: إِنِّي ذَكَرْتُ حَدِيثًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – سَمِعْتُ النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – وَذَكَرَ بِلْقِيسَ صَاحِبَةَ سَبَأٍ فَقَالَ: ” لَا يُقَدِّسُ اللَّهُ أَمَةً قَادَتْهُمُ امْرَأَةٌ»
… maka (Nabi s.a.w.) bersabda: “Allah tidak mensucikan umat yang seorang perempuan mengatur pada mereka”.
[Hadist Riwayat Thobroni No. 9061]

 

20402 – حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ عُيَيْنَةَ، أَخْبَرَنِي أَبِي، عَنْ أَبِي بَكَرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” لَنْ يُفْلِحَ قَوْمٌ أَسْنَدُوا أَمْرَهُمْ إِلَى امْرَأَةٍ “
… Nabi s.a.w. bersabda: “Tidaklah beruntung suatu kaum yang menyandarkan perkara mereka pada seorang perempuan”.
[Hadist Musnad Ahmad dari Abu Bakar No. 20402]
Iklan

3 responses to “Wanita Jadi Pemimpin

  1. setuju

  2. ya ALLAH,,, bagaimana kalau di suatu tempat itu ada laki laki tetapi belum mampu untuk menjadi pemimpin ,,, jdi terpaksa mengangkat perempuan yang d anggap mampu untuk jd pemimpin nya ,,, mohon jawaban nya

  3. Subhanalloh.. Wahai Pemuda-Pemuda jamaah bangkitlah jadi pemimpin yang jujur..yang amanah..yang cinta dengan rakyat mereka semua butuh generasi yang tangguh..pedulikah kalian dengan keprihatinan saat ini.. Kpd Yth..
    Para Aghnia, para pemegang kekuasaan jadikanlah harta kalian untuk kekuatan islam, untuk menegakan syariat..ingatlah ketika kalian mati hanya amalan yang kalian bawa..dan sodakoh jariyah yang terus mengalir.. jadikanlah pemuda kalian sebagai generasi yang berilmu..yang dapat memimpin dunia ini..Apakah kalian ridho dunia ini kusai oleh dajjal / pembohong / penghasut dan penindass”’.. Apakah kalian ridho ketika perekonomian ini di kuasai RIBA..???

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s