Puasa Sunah Hari Asyura

(LDII) Puasa Sunah Hari AsyuraAsyura adalah hari ke sepuluh bulan Muharam dalam kalender Islam. Hari Asyura sebenarnya hari perayaan kaum Yahudi sebagai rasa syukur atas kemenangan Nabi Musa dan kaum Bani Israil atas musuh mereka, Raja Firaun. Ketika hijrah di Madinah Nabi Muhammad s.a.w. memerintahkan umatnya untuk berpuasa satu hari pada hari Asyura karena kaum Muslimin lebih dekat dengan Nabi Musa.

Setelah Allah menurunkan perintah puasa Ramadhan maka puasa asyura menjadi sunah. Untuk membedakan dengan kaum yahudi maka Nabi juga menyarankan kaum Muslimin untuk berpuasa satu hari sebelum hari Asyura yaitu 9 Muharam. Jadi puasa Asyura bisa dilaksanakan tanggal 9 atau tanggal 10 atau kedua-duanya.

Berbeda dengan kaum Yahudi yang berpuasa pada hari Asyura sebagai peringatan / perayaan namun umat Islam berpuasa Asyura adalah untuk mengharapkan ampunan dari Allah subhanahu wata’aala, sebagaimana tertulis dalam hadist Termizi No. 752 Kitabu Shiam.

3397 – حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، حَدَّثَنَا أَيُّوبُ السَّخْتِيَانِيُّ، عَنِ ابْنِ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، لَمَّا قَدِمَ المَدِينَةَ، وَجَدَهُمْ يَصُومُونَ يَوْمًا، يَعْنِي عَاشُورَاءَ، فَقَالُوا: هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ، وَهُوَ يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى، وَأَغْرَقَ آلَ فِرْعَوْنَ، فَصَامَ مُوسَى شُكْرًا لِلَّهِ، فَقَالَ «أَنَا أَوْلَى بِمُوسَى مِنْهُمْ» فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

… Ibni Abas meriwayatkan: Sesungguhnya Nabi s.a.w., ketika tiba di Madinah beliau menjumpai orang-orang Yahudi berpuasa satu hari, yaitu hari asyura, mereka mengatakan: Ini adalah hari raya, hari asyura ini adalah hari ketika Allah menyelamatkan Nabi Musa, dan menenggelamkan Firaun, maka Musa berpuasa sebagai tanda syukur kepada Allah, Maka Nabi bersabda: Kita lebih dekat dengan Nabi Musa dari pada mereka (Yahudi). Maka Nabi berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan berpuasa pada hari Asyura”.
[Hadist Shohih Bukhari No. 3397 Kitabu Ahadisu Ambiya’]
 

752 – حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ الضَّبِّيُّ، قَالَا: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ غَيْلَانَ بْنِ جَرِيرٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَعْبَدٍ، عَنْ أَبِي قَتَادَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، إِنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ»

… sesungguhnya Nabi s.a.w. bersabda: “Puasa pada hari Asyura, sesungguhnya saya berharap kepada Allah agar mengampuni (dosa-dosa) satu tahun yang telah lewat”.
[Hadist Sunan Termizi No. 752 Abwabushiam]
 

بَابُ صِيَامِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ
2001 – حَدَّثَنَا أَبُو اليَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ: أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ، أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: «كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِصِيَامِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانُ كَانَ مَنْ شَاءَ صَامَ وَمَنْ شَاءَ أَفْطَرَ»

… Aisyah r.a. meriwayatkan: “Ada Rasulullah s.a.w. memerintahkan untuk puasa pada hari Asyura, maka ketika diwajibkan puasa Ramadhan maka ada siapa yang menghendaki berpuasalah dan silakan siapa yang menghendaki tidak puasa”.
[Hadist Shohih Bukhari No. 2001Kitabu Shiam]
 

755 -… وَرُوِيَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ: «صُومُوا التَّاسِعَ وَالعَاشِرَ وَخَالِفُوا اليَهُودَ»

… dan diriwayatkan dari Ibni Abas sesungghnya Nabi bersabda: “Puasalah pada tanggal sembilan dan sepuluh dan selisihilah orang Yahudi”.
[Hadist Sunan Termizi No. 755 Abwabushiam]
 

134 – (1134) وحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَأَبُو كُرَيْبٍ، قَالَا: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ عَبَّاسٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَيْرٍ، – لَعَلَّهُ قَالَ: – عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ» وَفِي رِوَايَةِ أَبِي بَكْرٍ: قَالَ: يَعْنِي يَوْمَ عَاشُورَاءَ

… Abdillah bin Abas r.a. meriwayatkan: Rasulullah s.a.w.bersabda: “Seandainya saya masih hidup sampai tahun depan, maka saya akan berpuasa pada tanggal 9 dan dalam riwayat Abu Bakar: mengatakan: “Yakni hari ‘Asyura”.
[Hadist Shohih Muslim No 134 –(1134) Kitabushiam]

Iklan

One response to “Puasa Sunah Hari Asyura

  1. Reblogged this on Pengajian LDII and commented:

    Kaum Muslimin yang mampu dan tidak berhalangan disunahkan melaksanakan puasa sunah hari Asyura tanggal 9 dan 10 bulan Muharam yang pada tahun ini, insyaAlloh, bertepatan dengan 22 dan 23 Oktober 2015, hari Kamis dan Jumat.

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s