Hadist Dhaif Lebih Berharga Daripada Ro’yi

Sumber: Ponpes Kutubu Sittah LDII Mulya Abadi, Sleman, Yogyakarta

(LDII) Hadist Dhaif Lebih Berharga daripada Royi - Ustad Zainul-Muttaqin; Ustadz H Mas’udi Rodhi, pernah berkata:
“Al-Haditsu Addho’ifu ahabbu ilayya min Arro’yi,”
Yang artinya: ‘Hadits dhoif menurut saya, lebih menyenangkan daripada ro’yi’ (pendapat).

Saat itu beliau tidak menunjukkan kitab rujukannya. Ternyata rujukannya ada:

(الكتاب فتح المغيث بشرح الفية الحديث للعراقي (1/ 109

فَقَدْ رُوِّينَا مِنْ طَرِيقِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَحْمَدَ بِالْإِسْنَادِ الصَّحِيحِ إِلَيْهِ. قَالَ: سَمِعْتُ أَبِي يَقُولُ: لَا تَكَادُ تَرَى أَحَدًا يَنْظُرُ فِي الرَّأْيِ إِلَّا وَفِي قَلْبِهِ دَغَلٌ، وَالْحَدِيثُ الضَّعِيفُ أَحَبُّ إِلِيَّ مِنَ الرَّأْيِ قَالَ: فَسَأَلْتُهُ عَنِ الرَّجُلِ يَكُونُ بِبَلَدٍ لَا يَجِدُ فِيهَا إِلَّا صَاحِبَ حَدِيثٍ لَا يَدْرِي صَحِيحَهُ مِنْ سَقِيمِهِ، وَصَاحِبَ رَأْيٍ فَمَنْ يَسْأَلُ؟ قَالَ: يَسْأَلُ صَاحِبَ الْحَدِيثِ، وَلَا يَسْأَلُ صَاحِبَ الرَّأْيِ [وَنَحْوُهُ مَا لِلدَّارِمِيِّ عَنِ الشَّعْبِيِّ أَنَّهُ قَالَ: مَا حَدَّثَكَ هَؤُلَاءِ عَنِ النَّبِيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – فَخُذْ بِهِ، وَمَا قَالُوهُ بِرَأْيِهِمْ، فَأَلْقِهِ فِي الْحُشِّ

Artinya:

Maka sungguh kami telah meriwayatkan dari jalur Abdillah bin Ahmad, dengan isnad shohih menurut dia. Dia berkata, “Saya mendengar ayah saya berkata ‘hampir dipastikan, orang memutuskan hukum dengan ro’yu, kau tahu hati dia ragu-ragu’. Hadits Dho’if menurut saya ‘lebih saya senangi’ daripada ro’yi

Saya bertanya pada ayah ‘seorang lelaki yang di kotanya tidak menemukan kecuali:

  1. Pembawa Hadits yang tidak bisa membedakan yang shohih dan yang saqim.
  2. Penyampai ro’yi?’.

Ayah menjawab ‘agar bertanya pada penyampai Hadits; tidak boleh bertanya pada penyampai ro’yi’.

Fatwa sepadan di atas juga dicatat oleh Addarimi yang sumbernya dari Assya’bi; tabi’ sohor murid Jabir dan sahabat nabi SAW lainnya. Yang sungguh pernah berkata; “Yang mereka ceritakan padamu, bersumber dari Nabi SAW, maka ambillah! Dan yang mereka katakan, bersumber dari ro’yi mereka, maka buanglah di WC!.”

Tujuan penulis ‘Menyadarkan’ bahwa nilai Hadits Dhoif lebih unggul daripada ro’yu.
____________________________________
*Ustadz Al-Marhum inilah yang telah berguru ‘Makna Al-Qur’an’ pada KH Nurhasan, hingga ± 21 khatam.

Iklan

4 responses to “Hadist Dhaif Lebih Berharga Daripada Ro’yi

  1. Benar sekali. Saya juga pernah mengutip hal ini dalam blog saya disini (dalam bahasa Inggris) http://teguh354.blogspot.com/2010/09/act-upon-weak-ahadith.html

    smg manfaat & barokah.

  2. Luar biasa saya belum menjumpai murid HNH yang penyampaiannya sehebat beliau..mdh2an alloh memberi derajat setinggi2nya di sorga firdaus …amiin

  3. bagikan content ini melalui…….koq gada bing?kan koncoe google

  4. alhamdulillah jazakumullohu khoiro…

    cocok and mantap

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s