Kafir, Orang yang Menghalalkan Riba

Kafir, Orang yang Menghalalkan RibaRiba secara harfiah berarti lebihan atau selisih. Apabila seseorang meminjamkan uang satu juta rupiah kemudian ia minta pengembalian senilai Rp 1.200.000 baik secara tunai maupun berangsur, maka selisih Rp 200.000 adalah riba dan haram hukumnya. Melalui Surah Ali Imran ayat 130, Allah Ta’ala melarang orang-orang beriman makan harta riba.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (130)
Wahai orang-orang beriman janganlah kalian makan riba dengan berlipat ganda dan bertaqwalah kepada Allah supaya kalian mendapatkan keberuntungan.

 
Sayangnya, banyak masyarakat awam beranggapan bahwa riba itu sama saja dengan jual beli. Padahal Allah Azza wa Jalla melalui surah Al-Baqarah ayat 275-276 jelas-jelas menghalalkan jual beli / perniagaan dan mengharamkan riba. Orang yang berpendapat riba itu sama dengan jual beli cukup baginya disebut KAFIR. Apalagi orang yang tahu hukumnya riba itu haram namun masih tetap menjalankan usaha riba dan terus makan hasil riba, Allah memberi ancaman siksa kekal yang hina di neraka.

Rasulullah s.a.w., sebagaimana tertulis dalam Hadist Sunan Abi Dawud No. 3333 Kitabul Buyu’, melaknati orang yang makan riba dan semua yang terlibat dengan usaha riba. Orang yang makan riba kelak bangun dari kubur akan berjalan sempoyongan dan roboh karena gila (kesurupan setan). Allah juga menghilangkan barokahnya harta riba.

3333 – حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ، حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ، حَدَّثَنَا سِمَاكٌ، حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: «لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا، وَمُؤْكِلَهُ وَشَاهِدَهُ وَكَاتِبَهُ»
__________
[حكم الألباني] : صحيح
… meriwayatkan kepadaku Abdurrohman bin Abdullah bin Mas’ud, dari ayahnya, Ayah berkata: “Rasulullah s.a.w. melaknati orang yang makan riba, orang yang memberi makan riba, dan orang yang menjadi saksi riba dan juru tulis riba”.
[Hadist Sunan Abi Dawud No. 3333 Kitabul Buyu’]

 

Kaum Mukmin perlu waspada terhadap aktifitas bisnis yang mereka jalankan sehari-hari, sebab banyak transaksi abal-abal yang menyerupai jual beli namun pada prinsipnya adalah riba. Misal Abunawas membeli sepeda motor dari si fulan seharga Rp 5.000.000 kemudian ia menjual kembali secara kredit kepada si Fulan seharga Rp 6.000.000, transakasi ini juga temasuk riba. Hakikat transaksi tersebut adalah si fulan pinjam uang kepada Abunawas sebesar Rp 5.000.000 dan membayar dengan Rp 6.000.000, sepeda motor hanya mejadi kamuflase dan tetap menjadi milik si Fulan. Dan masih banyak lagi praktek-praktek usaha riba dengan kamuflase dagang.

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (275) يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ (276)
Orang-orang yang makan riba tidak berdiri (bangun dari kubur) kecuali seperti berdirinya orang yang disambar setan (kerasukan setan) karena gila. Keadaan mereka yang demikian itu disebabkan karena mereka berkata: “Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba”. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang orang yang telah sampai padanya nasehat (tentang haramnya riba) dari Tuhannya, lalu berhenti (dari mengamalkan riba) maka baginya apa-apa yang telah diambilnya, dan urusannya terserah kepada Allah. Dan barang siapa yang mengulangi maka mereka menjadi penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Allah menghapus barokahnya riba dan melipatgandakan shodaqoh. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang banyak kufurnya (karena menghalalkan riba) serta banyak dosanya (makan riba).
Surah Al-Baqarah ayat 275-276
Iklan

2 responses to “Kafir, Orang yang Menghalalkan Riba

  1. amal solih bisa dijelaskan juga bagaimana hukumnya org yg melakukan transaksi jual-beli secara online?apakah itu termasuk riba atau tidak?dan juga seperti halnya org yg menjadi dropshiper,dia tidak punya barangnya tp menjualkan barang temannya…jazakumullohukhoiron

  2. menarik jika membahas masalah Riba. Tidak hanya Hadist yg membahas Riba bahkan dlm Al-Qur’an banyak ayat yg menyinggung masalah Riba -Bgmn Allah memerangi riba dan menyuburkan sedekah-ada satu hal yg menarik namun ‘menjebak’ . Hampir saya belum pernah menemukan atau mendengar dari para ulama, da’i, bahkan mufti dari otoritas MUI yg membahas ‘ASAL USUL / PENYEBAB RIBA’ bukan Riba atau terminologinya. Jika Riba memanglah qath’i dan mutlak haram. Bgmn perjalanan sejarah yg membuat kita, negeri kita bahkan dunia ini dikuasai sistem Ekonomi Ribawi. Tahukah anda bahwa uang kertas/logam yg anda pegang itu adalah salah satu PENYUMBANG TERJADINYA RIBA…tahukah kita jika uang kwartal ini dibentuk pula dgn inflasi, deflasi atau nilai tukar?????….Pernahkah kita BERANI KEMBALI KE DINNAR..sudah ada upaya/ikhtiar memang salah satunya dgn mendirikan PERBANKAN SYARIAH…anda paham bgmn sistem dlm PERBANKAN SYARIAH ???…yakin dgn sistem bagi hasil kenapa tdk ada bagi rugi (jgn tersenyum justru ini lah yg membuat kita benar-benar SYARIAH)….AYO KEMBALI KE ALAT TUKAR DINAR PADA MASA RASULLAH..UANG BUKAN BARANG DAGANGAN INI SISTEM YAHUDI ZIONIST JIKA ANDA INGIN TAHU….

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s