Pakaian Di Bawah Mata Kaki ke Neraka

Bertaqwa juga bisa modis

Bertaqwa juga bisa modis

Peringatan bagi kaum Mu’min laki-laki agar tidak memanjangkan (nglembrehno = Jawa) pakaiannya sampai menutup mata kaki.

إِزْرَةُ الْمُؤْمِنِ إِلَى أَنْصَافِ سَاقَيْهِ ,

“Pakaian mukmin sampai separoh betis”, demikian sabda Nabi tertulis dalam Hadist Ibnu Majah No. 3573 Kitabullibas.

Apabila pakaian Muslimah harus menutup mata kaki tapi Allah murka pada laki-laki yang memanjangkan pakaiannya sampai menutup mata kakinya. Pada hari kiamat, Allah tidak akan melihat pada orang yang nglembrehno pakaiannya, celana, sarung, baju qomis dan sebagainya hingga menutupi mata kakinya.

Lebih tegas lagi Rasulullah s.a.w. mengancam orang beriman yang pakaiannya menutupi mata kaki: “Apa-apa yang di bawah mata kaki maka ke NERAKA!”.

3569 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، ح وحَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ، جَمِيعًا عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ الَّذِي يَجُرُّ ثَوْبَهُ مِنَ الْخُيَلَاءِ، لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

… sesungguhnya Rasulalloh s.a.w bersabda: “Sesungguhnya orang yang memanjangkan pakaiannya sampai mata kaki, Allah tidak melihat padanya pada hari kiamat”.

[Hadist Ibnu Majah No. 3569 Kitabullibas]

 

3571 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: مَرَّ بِأَبِي هُرَيْرَةَ فَتًى مِنْ قُرَيْشٍ يَجُرُّ سَبَلَهُ، فَقَالَ: يَا ابْنَ أَخِي إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ مِنَ الْخُيَلَاءِ، لَمْ يَنْظُرِ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»
__________
[حكم الألباني] حسن صحيح

… Abi hurairah meriwayatkan: “Seorang pemuda Quraish lewat di depan Abi Hurairah, ia melembrehkan pakaiannya, Maka Abi Hurairah berkata: “ Wahai saudaraku, sesungguhnya saya mendengar Rasulallah s.aw. bersabda: “Barang siapa melembrehkan pakaiannya termasuk sombong, Allah tidak akan melihatnya kelak di hari kiamat”.

[Hadist Ibnu Majah No. 3571 Kitabullibas]

 

3572 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ مُسْلِمِ بْنِ نُذَيْرٍ، عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ: أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَسْفَلِ عَضَلَةِ سَاقِي – أَوْ سَاقِهِ – فَقَالَ: «هَذَا مَوْضِعُ الْإِزَارِ، فَإِنْ أَبَيْتَ فَأَسْفَلَ، فَإِنْ أَبَيْتَ فَأَسْفَلَ، فَإِنْ أَبَيْتَ فَلَا حَقَّ لِلْإِزَارِ فِي الْكَعْبَيْنِ» …
__________
[حكم الألباني] صحيح

… Hudhaifah meriwayatkan: Rasulullah s.a.w. mengenakan pakaian di bawah daging betisnya – maka beliau bersabda: Inilah posisi pakaian, jika keberatan boleh lebih bawah, jika keberatan boleh lebih bawah lagi, jika masih keberatan maka jangan sungguh-sungguh pakaian pada mata kaki”.

[Hadist Ibnu Majah No. 3572 Kitabullibas]

 

3573 – حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: قُلْتُ لِأَبِي سَعِيدٍ: هَلْ سَمِعْتَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا فِي الْإِزَارِ؟ قَالَ: نَعَمْ، سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِزْرَةُ الْمُؤْمِنِ إِلَى أَنْصَافِ سَاقَيْهِ، لَا جُنَاحَ عَلَيْهِ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْكَعْبَيْنِ، وَمَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ فِي النَّارِ» . يَقُولُ ثَلَاثًا: «لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا»
__________
[حكم الألباني] صحيح

… saya (Abdirohman bertanya pada ayahku Said: Adakah ayah mendengar sesuatu dari Rasulillah s.a.w. sesuatu tentang pakaian? Said menjawab: “Ya, saya mendengar Rasulalloh s.a.w bersabda: “Pakaian Mu’min sampai separoh betis, tidak dosa baginya diantara betis dan dua mata kaki, apa-apa yang di bawah mata dua mata kaki ke neraka”. Nabi bersabda tiga kali: “Allah tidak melihat pada orang yang melembrehkan pakaiannya karena itu sombong”.

Iklan

48 responses to “Pakaian Di Bawah Mata Kaki ke Neraka

  1. iya menetapi islam memang harus kaffah tdk setengah setengah jika jumpai perintah ya dikerjakan sakpol kaweruh sebaliknya jika menjumpai larangan ya dijauhi sejauh jauhnya dn hadist2 tersebut menjadi dasar bagi kita umat islam untuk bisa menjalankannya terima kasih jazza khoiron

  2. tidak patut dipenuhi

  3. Bos di dalam Alquran ada ngga surah berapa ayat berapa, soalnya gw senang memakai jeanz dan panjangnya rata-rata pass atau sedikit lewat mata kaki, kalo lagi laper jadi longgar pasti lewatlah mata kaki. Trus kalo shalat pakai sarung sering cara masang sarungnya dipinggang kurang kencang sehingga merosot lewat mata kaki. masa gara-gara sarung dan celana panjang gw masuk neraka … jaman sekarang pakaian seperti itu khan bukan kesombongan….

    Kalau pakai sutra iyya masuk logika gw kalo ini pamer kekayaan identik dengan kesombongan… nah sombong ini sifat iblis ..so bersifat iblis yah neraka jadi nyambung…

    • Saudaraku, dalam Kitabu Libas Hadist Ibnu Majah kalimat definitifnya adalah: “Allah membenci orang yang nglembrehno (isbal) pakainnya dengan sombong” Kalimat tersebut ada dalam banyak hadist. Artinya kita bercelana isbal itu sudah termasuk sombong, karena menentang sunah Nabi.

      Tidak ada satupun keterangan dalam Quran maupun Hadist bahwa bercelana di bawah mata kaki diperbolehkan asal tidak sombong. Pemahaman seperti itu adalah royi/ angan-angan/ pendapat pribadi, tidak berlandaskan dalil Quran dan Sunnah, dengan membalik keterangan konten dalil yg ada.

      Coba anda fahami sabda Nabi: “Pakaian orang beriman itu sampai setengah betis!’ kalimat tersebut tanpa embel embel sombong atau tidak. dan sunnah itulah yang dipraktekkan oleh Nabi dan para sahabat.

      Dan silakan bandingkan dengan hadit masalah kesombongan, Sifat sombong, dengan pakaian isbal atau tidak itu di laknati oleh Allah.

      • Masih bingung mau tnya spa ni.. kalau masalah lebih dari mata kaki, kan jaman nabi mang pake kain yang melebihi mata kaki itu seperti jubah dan sejenisnya dipakai orang2 yang kelebihan uang, jadi lebih ke sombong, karena itu biasa dipakai pejabat2 atau raja2, la klo jaman sekarang kan pake celana.. aku ja jaman sma dan kuliah mau motong celana ja biar di atas mata kaki, g pnya biaya.. 😦 bukan malah kebalikan ya klo jaman sekarang..?? ya tp tetep aq usahakan pake celana di atas mata kaki.. 😀 cuma tnya loo…

    • Gini aja bos, pake logika, isbal itu merupakan simbol kesombongan, wlw di dilakukan dg tdk sombong, bagaimana menurut kmu jika kita memakai simbol setan wlwpun kita bkn setan tp kita minimal islam KTP, apakah ini bkn masalah menurut bos ? Saya sendiri punya celana panjang tiap pake selalu saya lipat di atas mata kaki, solusi buat yg malu karena keliatan seperti pelawak adalah kita bs pakai pakain seperti mau sholat pakailah celana yg banyak dijual celana panjang yg cingkrang itu jd ga perlu dilipat udah di atas mata kaki dr pabriknya. Maka makin enak di pandang makin keliatan bahwa inilah perbedaan muslim dg pemeluk agama lain. Dr jauh org liat kita org langsung tau oh ini org muslim, jd ga ragu buat ngucapin salam, sbab kita kan ga bs ngucapin salam mendahului non muslim. Bnyak manfaat yg belum terfikirkan oleh or2 dr sunnah2 rasul, baik manfaat celana di atas mata kaki maupun sunnah jenggot. Celana di atas mata kaki jg berfungsi menghindari kotoran di tanah terpercik ke celana kita, jd kaki kita yg kena najis tp celana kita tdk, karena jaraknya tinggi dr mata kaki, jd ganperlu repot bersuci sampai ganti pakaian. Kan lebih mudah dph di jalani dengan mengamalkan sunnah rasul.

  4. Bagaimana dengan orang yang menggunakan kaos kaki sehinggat mata kaki tidak terlihat?

  5. MEMANGNA SAUDARA PENJAGA NERAKA, KALO GITU DI SURGA GAK MODIS. MONOTON. SAUDARA GAK KREATIF

  6. itu harus d bahas dr segi mana batasannya …………… min dan max harus jelas………….. terlalu k atas juga jangan sampai dengkul juga……………. mata kaki kena juga tidak apa2……….. jangan sampai orang liat kamu jijik kaya kurang bahan……………

    • Pengajian LDII

      Sebaiknya anda baca dg seksama dalil-dalil yg ada dalam tulisan ini. Omong2 Corped pants saat ini sudah jadi mode yang populer di barat tapi kita masih memandang rendah.

  7. Mbok kalau mengutip hadist jangan sepotong2, dan kalau menngambil rujukan dari ulama jangan dari satu versi (Al Bani semuaaaa))

    • Pengajian LDII

      Hadist tersebut bukan, dari al Bani. Al Bani bukan seorang Muhadistin, Beliau Al-Bani hanya mentsqiq / memverifikasi perowi / sanad sesuai dengan masa hidup perowi dlm hadist-hadist tersebut. Dari semua hadist Kutubu Sittah (Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Termizi, Nasa’i dan Ibnu Majah semuanya memuat matan yang sama. Orang beriman pakaiannya antara dengkul dan mata kaki, tidak boleh menutup mata kaki jadi pemahaman tersebut tidak setengah-setengah.

  8. Saya pernah dengar bahwa abu bakar yang biasa memakai pakaian panjang melebihi batas mata kaki dan ternyata Rosulullah tidan mempermasalahkan .. bagaimana itu??? mohon penjelasan… tks

  9. KALO BUKAN KARENA SOK NYUNAH HADISNYA JELAS NGLEMBREKE KAIN KARENA SOMBONG. LAGIAN PAKAIAN ITU MESTINYA MENUTUP AURAT , RAPI DAN INDAH . COBA KAMU LIAT SEPATNYA ITEM KAOS KAKINYA PUTIH CELANA CUMA SAMPAI BETIS
    APAK KATA ORANG EMANG NYA MAU NGELAWAK

  10. kaos kaki tu juga jenis pakain,dan menutup mata kaki… kenapa hrs celana aja yg tak boleh menutup mata kaki.. alloh maha tau.. manusia ilmunya hanya sedikit.. jgn celana jadi icon org LDII.. tpi jdilah yg amar ma’ruf nahi mungkar..

    • Pengajian LDII

      Celana cingkrang bukan icon atau simbol saja tapi merupakan perintah Nabi yg harus ditaati

  11. neraka neraka……….secara logika orang yang masuk kesana orang melanggar aturan allah apakeh karena hal sepele yang tidak mengganggu atau merugikan orang atau apapun itu……. apakah ada alasan yang jelas selain sombong menurut nabi muhammad saw.. sehingga neraka hukumanya .sedangkan islam sendiri ajarannya sangat dimengerti menurut logika .bukan kah larangan itu belebihan…justru jaman sekarang berpakaian lebih mengarah kepada kesopanan sehingga tidak mengganggu pemandangan yang seronok .dan adakah hadis allah yang mengatur cara berpakain seperti itu.? tolong beri penjelasan yang detailnya……

  12. pemahaman yg kaku,,,,tanpa ada toleransi…orang masuk neraka ada sebabya,,bukan karena hal2 sepele..

    • Pengajian LDII

      Pakaian di atas mata kaki bukan pemahaman kaku, tapi syariat yang harus ditaati, itu bukan masalah sepele. Masuklah Islam secara keseluruhan, kaaffah.

    • Pengajian LDII

      Nah, anda pake royi lagi ka? tidak berdasarkan dalil. Anda telah menganggap sunnah Nabi peraturan Islam sepele, Jelas bahwa anda sudah meremehkan ajaran Islam dan melecehkan sunnah Rasul.

  13. tidak bermaksud mendebat isbal-hadistnya ada yg panjang (mis: pada saat shalat-tdk diterima shalat karena isbal dst) dan ada pula pendek (misal: orang yang berjalan/dg ber-isbal maka duduk dlm neraka) hadist ini ada dlm kuttubuh sittah (6 kitab Hadist rujukan)- sebagian ada yg mengatakan sunnah (LDII dan Salafi) artinya melaknat isbal ada sebagian berpendapat lain tidak sunnah (mubah) hal ini berdasarkan asbabul wurud-nya..tdk isbal jauh dari najis berarti wara’ to??….well ayo tegakan ukhuwah..

  14. 1. Pendapat Yang Mengatakan Mutlak Haram
    Tidak sulit untuk mencari literatur pendapat yang mengharamkan isbal secara mutlak. Fatwa-fatwa dari kalangan ulama Saudi umumnya cenderung memutlakkan keharaman isbal.
    Kalau boleh disebut sebagai sebuah contoh, ambillah misalnya fatwa Syeikh Bin Baz rahimahullah. Jelas dan tegas sekali beliau mengatakan bahwa isbal itu haram, apapun alasannya. Dengan niat riya’ atau pun tanpa niat riya’. Pendeknya, apapun bagian pakaian yang lewat dari mata kaki adalah dosa besar dan menyeret pelakunya masuk neraka.
    Beliau amat serius dalam masalah ini, sampai-sampai fatwa beliau yang paling terkenal adalah masalah keharaman mutlak perilaku isbal ini. Setidaknya, fatwa inilah yang selalu dan senantiasa dicopy-paste oleh para murid dan pendukung beliau, sehingga memenuhi ruang-ruang cyber di mana-mana. Berikut ini adalah salah satu petikan fatwa beliau:
    Apa yang di bawah kedua mata kaki berupa sarung maka tempatnya di Neraka ” [Hadits Riwayat Bukhari dalam sahihnya]

    “Ada tiga golongan yang tidak akan dilihat oleh Allah di hari Kiamat, tidak dilihat dan tidak disucikan (dari dosa) serta mendapatkan azab yang sangat pedih, yaitu pelaku Isbal (musbil), pengungkit pemberian dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR Muslim)

    Kedua hadits ini dan yang semakna dengannya mencakup orang yang menurunkan pakaiannya (isbal) karena sombong atau dengan sebab lain. Karena Rasulullah SAW mengucapkan dengan bentuk umum tanpa mengkhususkan. Kalau melakukan Isbal karena sombong, maka dosanya lebih besar dan ancamannya lebih keras.

    Tidak boleh menganggap bahwa larangan melakukan Isbal itu hanya karena sombong saja, karena Rasullullah SAW tidak memberikan pengecualian hal itu dalam kedua hadist yang telah kita sebutkan tadi, sebagaiman juga beliau tidak memberikan pengecualian dalam hadist yang lain.

    Beliau SAW menjadikan semua perbuatan isbal termasuk kesombongan karena secara umum perbuatan itu tidak dilakukan kecuali memang demikian. Siapa yang melakukannya tanpa diiringi rasa sombong maka perbuatannya bisa menjadi perantara menuju ke sana. Dan perantara dihukumi sama dengan tujuan, dan semua perbuatan itu adalah perbuatan berlebihan-lebihan dan mengancam terkena najis dan kotoran.
    Adapun Ucapan Nabi SAW kepada Abu Bakar As Shiddiq ra. ketika berkata: Wahai Rasulullah, sarungku sering melorot (lepas ke bawah) kecuali aku benar-benar menjaganya. Maka beliau bersabda: “Engkau tidak termasuk golongan orang yang melakukan itu karena sombong.” [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]

    Yang dimaksudkan oleh oleh Rasulullahbahwa orang yang benar-benar menjaga pakaiannya bila melorot kemudian menaikkannya kembali tidak termasuk golongan orang yang menyeret pakaiannya karena sombong. Karena dia (yang benar-benar menjaga ) tidak melakukan Isbal. Tapi pakaian itu melorot (turun tanpa sengaja) kemudian dinaikkannya kembali dan menjaganya benar-benar. Tidak diragukan lagi ini adalah perbuatan yang dimaafkan.

    Adapun orang yang menurunkannya dengan sengaja, apakah dalam bentuk celana atau sarung atau gamis, maka ini termasuk dalam golongan orang yang mendapat ancaman, bukan yang mendapatkan kemaafan ketika pakaiannya turun. Karena hadits-hadits shahih yang melarang melakukan Isbal besifat umum dari segi teks, makna dan maksud.

    Maka wajib bagi setiap muslim untuk berhati-hati terhadap Isbal. Dan hendaknya dia takut kepada Allah ketika melakukannya. Dan janganlah dia menurunkan pakaiannya di bawah mata kaki dengan mengamalkan hadits-hadits yang shahih ini. Dan hendaknya juga itu dilakukan karena takut kepada kemurkaan Alllah dan hukuman-Nya. Dan Allah adalah sebaik-baik pemberi taufiq.

    [Fatwa Syaikh Abdul Aziz Ibn Abdullah Ibn Bazz dinukil dari Majalah Ad Da’wah hal 218]
    2. Pendapat Yang Mengharamkan Bila Dengan Niat Riya’
    Sedangkan pendapat para ulama yang tidak mengharamkan isbal asalkan bukan karena riya, di antaranya adalah pendapat Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani, seorang yang dengan sukses menulis syarah (penjelasan) kitab Shahih Bukhari. Kitab beliau ini boleh dibilang kitab syarah yang paling masyhur dari Shahih Bukhari. Beliau adalah ulama besar dan umat Islam berhutang budi tak terbayarkan kepada ilmu dan integritasnya.

    Khusus dalam masalah hukum isbal ini, beliau punya pendapat yang tidak sama dengan Syeikh Bin Baz yang hidup di abad 20 ini. Beliau memandang bahwa haramnya isbal tidak bersifat mutlak. Isbal hanya haram bila memang dimotivasi oleh sikap riya’. Isbal halal hukumnya bila tanpa diiringi sikap itu.

    Ketika beliau menerangkan hukum atas sebuah hadits tentang haramnya isbal, beliau secara tegas memilah maslah isbal ini menjadi dua. Pertama, isbal yang haram, yaitu yang diiringi sikap riya’. Kedua, isbal yang halal, yaitu isbal yang tidak diiringi sikap riya’. Berikut petikan fatwa Ibnu Hajar dalam Fathul Bari.
    وفي هذه الأحاديث أن إسبال الإزار للخيلاء كبيرة, وأما الإسبال لغير الخيلاء فظاهر الأحاديث تحريمه أيضا, لكن استدل بالتقييد في هذه الأحاديث بالخيلاء على أن الإطلاق في الزجر الوارد في ذم الإسبال محمول على المقيد هنا, فلا يحرم الجر والإسبال إذا سلم من الخيلاء
    Di dalam hadits ini terdapat keterangan bahwa isbal izar karena sombong termasuk dosa besar. Sedangkan isbal bukan karena sombong (riya’), meski lahiriyah hadits mengharamkannya juga, namunhadits-hadits ini menunjukkan adalah taqyid (syarat ketentuan) karena sombong. Sehingga penetapan dosa yang terkait dengan isbal tergantung kepada masalah ini. Maka tidak diharamkan memanjangkan kain atau isbalasalkan selamatdari sikap sombong. (Lihat Fathul Bari, hadits 5345)

    Al-Imam An-Nawawi
    Al-Imam An-Nawawi rahimahullah adalah ulama besar di masa lalu yang menulis banyak kitab, di antaranya Syarah Shahih Muslim. Kitab ini adalah kitab yang menjelaskan kitab Shahih Muslim. Beliau juga adalah penulis kitab hadits lainnya, yaitu Riyadhus-Shalihin yang sangat terkenal ke mana-mana. Termasuk juga menulis kitab hadits sangat populer, Al-Arba’in An-Nawawiyah. Juga menulis kitab I’anatut-Thalibin dan lainnya.

    Di dalam Syarah Shahih Muslim, beliau menuliskan pendapat:
    وأما الأحاديث المطلقة بأن ما تحت الكعبين في النار فالمراد بها ما كان للخيلاء, لأنه مطلق, فوجب حمله على المقيد. والله أعلم
    Adapun hadits-hadits yang mutlak bahwa semua pakaian yang melewati mata kaki di neraka, maksudnya adalah bila dilakukan oleh orang yang sombong. Karena dia mutlak, maka wajib dibawa kepada muqayyad, wallahu a’lam.
    والخيلاء الكبر. وهذا التقييد بالجر خيلاء يخصص عموم المسبل إزاره ويدل على أن المراد بالوعيد من جره خيلاء. وقد رخص النبي صلى الله عليه وسلم في ذلك لأبي بكر الصديق رضي الله عنه, وقال, ” لست منهم ” إذ كان جره لغير الخيلاء
    Dan Khuyala’ adalah kibir (sombong). Dan pembatasan adanya sifat sombong mengkhususkan keumuman musbil (orang yang melakukan isbal) pada kainnya, bahwasanya yang dimaksud dengan ancaman dosa hanya berlaku kepada orang yang memanjangkannya karena sombong. Dan Nabi SAW telah memberikan rukhshah (keringanan) kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq ra seraya bersabda, “Kamu bukan bagian dari mereka.” Hal itu karena panjangnya kain Abu Bakar bukan karena sombong.

    Maka klaim bahwa isbal itu haram secara mutlak dan sudah disepakati oleh semua ulama adalah klaim yang kurang tepat. Sebab siapa yang tidak kenal dengan Al-Hafidz Ibnu Hajar dan Al-Imam An-Nawawi rahimahumallah. Keduanya adalah begawan ulama sepanjang zaman. Dan keduanya mengatakan bahwa isbal itu hanya diharamkan bila diiringi rasa sombong.
    Maka haramnya isbal secara mutlak adalah masalah khilafiyah, bukan masalah yang qath’i atau kesepakatan semua ulama. Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Dan itulah realitasnya.

    Pendapat mana pun dari ulama itu, tetap wajib kita hormati. Sebab menghormati pendapat ulama, meski tidak sesuai dengan selera kita, adalah bagian dari akhlaq dan adab seorang muslim yang mengaku bahwa Muhammad SAW adalah nabinya. Dan Muhammad itu tidak diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlaq.
    Pendapat mana pun dari ulama itu, boleh kita ikuti dan boleh pula kita tinggalkan. Sebab semua itu adalah ijtihad. Tidak ada satu pun orang yang dijamin mutlak kebenaran pendapatnya, kecuali alma’shum Rasulullah SAW. Selama seseorang bukan nabi, maka pendapatnya bisa diterima dan bisa tidak.

    Bila satu ijtihad berbeda dengan ijtihad yang lain, bukan berarti kita harus panas dan naik darah. Sebaliknya, kita harus mawas diri, luas wawasan dan semakin merasa diri bodoh. Kita tidak perlu menjadi sok pintar dan merasa diri paling benar dan semua orang harus salah. Sikap demikian bukan ciri thalabatul ilmi yang sukses, sebaliknya sikap para juhala’ (orang bodoh) yang ilmunya terbatas.

    Semoga Allah SWT selalu menambah dan meluaskan ilmu kita serta menjadikan kita orang yang bertafaqquh fid-din, Amin Ya Rabbal

    Monggo utk tambahan ilmu

    • (katanya) TIDAK APA2 berISBAL kalau tidak disertai SOMBONG. (padahal) dihadist lain menerangkan melembrehkan pakaian bawah itu hukumnya SUDAH sombong —>> [kopas dari hadis di atas] Nabi bersabda: “Barang siapa melembrehkan pakaiannya termasuk sombong, Allah tidak akan melihatnya kelak di hari kiamat”.

      nah kalo sudah begini kita mau apa? mari berCINGKRANG RIA
      [saya ini sedang tidak rokyi kan?] #cmiiw

  15. Agama diturunkan untuk mendidik iman berarti hati/jiwa didalam raga kita soal bungkus itu urusan dunia apalagi menjadi banyak penafsiran yang jelas kita Menutup AUROD……mari kita bina hati kita jadi agamis dan santun yang di larang Allah adalah kesombongan karana itu hanya milik Allah…kalau hadis atau riwayat laina baik Qias atau Qij’ma gak ada para pakar bainya jangan cuma menyunting Hadis2 tapi baiknya juga ayat2 Allah Perbedaan pendapat bagus untuk menyempurnakan yg lebih baik tapi perbedaan penafsiran dan terjemahan Alqor’an dan Hadis sangat merugikan Umat Islam makanya sekiranya tidak memiliki dasar yang kuat janganlah di bahas di Umum dan sebaiknya di bahas di tempat Khusus kalau emang bahasan di umum harus ada orang yang Ahli dalam pemahaman Alqor’an dan hadis bukan cuma orang yang tahu sedikit sehingga bila di tanya oleh beberapa orang yang beda pendapat bukan menyelesaikan masalah tapi malah menambah rumit karena sumbernya tidak menguasahi masalah sehingga akan menambah jurang perpecahan umat Islam….LDII kalau membuka tema Online harus ada Ahlinya jangan cuma yang pernah ikut mengaji tapi belum paham semuanya sehingga tujuan anda untuk menjalankan Sunah Rosul meyakinkan dan tidak meng ada-ada awas Bhit’ah itu NERAKA

    • Pengajian LDII

      Perintah Nabi agar pakaian laki-laki tidak menutupi mata kaki hadistnya shohih dan ancamannya jelas. Tinggal kita umat Islam percaya tau tidak mau mengamalkan apa tidak kami hanya penyampai. Anda telah mengkufuri sunnah Nabi dan meremehkan penyampai barang haq. Coba tunjukkan orang ahli yang anda maksud dan suruh menunjukkan kalo syariat celana cingkrang itu salah.

      Penjelasan anda bahwa agama itu soal hati sedangkan pakaian hanya pembungkus, penuh dengan royi / pendapat / angan-angan sendiri tidak berdasarkan dalil Quran dan sunnah. Pakaian juga bagian dari syariat Islam yang harus ditaati. Hadist-hadist tentang wajibnya pakaian cingkrang banyak dan shohih semua, siapaun yang membaca, orang ahli atau tidak bunyinya sama, “PAKAIAN BAWAH YANG MENUTUP MATA KAI KE NERAKA”.

  16. Intinya masalah cingkrang bukanlah HAL yg sepele,, kita cari amannya saja kita simple,, aku paling jengkel terhadap komentar2 diatas yg membenci pada celana ngatung.. kalau tidak mau memakai celana / gamis / celana ngatung ya terserah kalian saja,,, admin menuliskan hadist2 shohih.. yg bilang KE NERAKA itu sabda nabi… admin cuma menyampaikan.. 🙂 stay cingkrang

  17. Ada org menjadikan hadis ini sebagai alasan untuk berIsbal RIA —>> Adapun Ucapan Nabi SAW kepada Abu Bakar As Shiddiq ra. ketika berkata: Wahai Rasulullah, sarungku sering melorot (lepas ke bawah) kecuali aku benar-benar menjaganya. Maka beliau bersabda: “Engkau tidak termasuk golongan orang yang melakukan itu karena sombong.” [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]

    PADAHAL inilah maksudnya —->>>
    Yang dimaksudkan oleh oleh Rasulullahbahwa orang yang benar-benar menjaga pakaiannya bila melorot kemudian menaikkannya kembali tidak termasuk golongan orang yang menyeret pakaiannya karena sombong. Karena dia (yang benar-benar menjaga ) tidak melakukan Isbal. Tapi pakaian itu melorot (turun tanpa sengaja) kemudian dinaikkannya kembali dan menjaganya benar-benar. Tidak diragukan lagi ini adalah perbuatan yang dimaafkan.

  18. (katanya) TIDAK APA2 berISBAL kalau tidak disertai SOMBONG. (padahal) dihadist lain menerangkan melembrehkan pakaian bawah itu hukumnya SUDAH sombong —>> [kopas dari hadis di atas] Nabi bersabda: “Barang siapa melembrehkan pakaiannya termasuk sombong, Allah tidak akan melihatnya kelak di hari kiamat”.

    nah kalo sudah begini kita mau apa? mari berCINGKRANG RIA
    [saya ini sedang tidak rokyi kan?] #cmiiw

  19. ya sekarang begini saja.. beriman itu tandanya percaya. bila yang disuruh ya dilakukan,yang dilarang ya jangan lakukan.. tuhan tidak mengenal mode gaya pakaian dan lain2, janganlah kalian berdalih dengan “ah sudah ga zaman bos,ah hari gini pake begituan ? mau ngelawak ?, ah ga modis lah,dll.. ingat,semakin mendekati akhir jaman, ilmu agama semakin menghilang,mengertikah pengertian menghilang ? ya seperti kalian ini yang mencela apa yg diwajibkan untuk dilakukan,hanya demi kehormatan sesaat di dunia.oh alangkah baiknya jika kita semua dilahirkan di jaman nabi.. tak perlulah kita memikirkan pakaian harus modis,menikah harus di gedung,harus punya mobil,motor,pesawat,dll

  20. Fardan Alhakim

    Apa yang baik lakukakn saja,sesuai perintah nabi.

  21. Alhamdulillah..saya semakin bangga..saya di dalam LDII sejak dari lahir.. insya alloh kurang lebih 20 tahun yang lalu semasa SMP saya sudah bercingkrang ria..dan di setiap perjalanan (ma’lum anak kereta) ketika saya melihat seseorang memakai celana di atas mata kaki saya yakin bahwa dia adalah sodara saya dan sy tegur..alhamdulillah hati ini menyatu..

  22. alhamdulillah…. sekarang banyak orang bercingkrang ria… itu artinya kita sudah amr makruf… semoga Alloh memberikan jg Hidayah Taufiq nya..
    yang perlu diingat : kalau syariat yg “sepele” aja ndak mau ngerjakan, (alasan gak modis, dsb), bagaimana mungkin mau ngerjakan syariat yang diatas ” sepele”?
    kata cak lontong : Mikirrrr..!!!!

  23. Alhamdulillah…ilmu jadi nambah dan sudah pasti sesuai ketentuan nabi Muhamad S.A.W, saya yang masih ramutan jadi semakin paham, Ajzkh.

  24. nyimak aza,,kalo saya isbal yess karena nyunah

  25. Yang jelas kalau pakai celana diatas mata kaki …. Kalau banjir tidak perlu angkat celana lagi

  26. Jazakumullahhu khairo
    Dengn semua ini, sya jdi semngat untuk mntapi quran hadist jamaah
    Ï

  27. Kenapa harus mempertanyakan lagi hukum yg datang dari Allah, jangan lihat sepele atau tdknya. karena biasanya yg sepele malah yg bikin celaka. tolong doa, mudahan kita bisa menjalankan sunah nabi dengan sempurna. Aamiin

  28. Fajar Anggoro Putro

    alhamdulillah celanaku cingkrang semua..hahaha

  29. kalo menurut anda itu baik lanjut aj,,tergantung niat anda..

  30. Tolong pencerahan karena setahu saya ada hadis shahih ada yang palsu bagaimana kita membedakan antara satu dan yang lain nya? Khususnya soal celana di atas mata kaki ini, apa hubungan nya cara berpakaian dengan masuk tidak nya orang ke neraka / surga?

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s