Khataman Hadist Ibnu Majah di Pondok Wali Barokah

Hari pertama tahun ini Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) memulai dengan khataman Hadist Ibnu Majah Jilid 3 di Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri Jawa Timur. Tidak kurang dari 30.000 (tiga puluh ribu) jamaah Muslim hadir dari seluruh Indonesia mengikuti Pengajian Akbar yang dibuka oleh Walikota terpilih Kediri Abdullah Abu Bakar, SE. Majlis Ilmi terbesar di lingkungan LDII ini direncanakan berlangsung 1 – 15 Januari 2014.

Pengkhataman hadist ini bertujuan untuk menyebarkan Sunnah Nabi yang terkandung dalam Hadist Ibnu Majah kepada seluruh masyarakat Muslim Indonesia.

Hadist Ibnu Majah Jilid 3 ini merupakan jilid terakhir sekaligus kitab terakhir dari rangkaian Hadist Besar Kutubu Siitah yang juga dikenal sebagai Ummahatul Hadist (Induknya Hadist).
Sebagai dasar agama Islam Hadist Kutubu Sittah keseluruhan terdiri dari:

1. Hadist Shohih Bukhori 4. Hadist Sunan Termizi
2. Hadist Shohih Muslim 5. Hadist Sunan Nasa’i
3. Hadist Sunan Abi Dawud 6. Hadist Sunan Ibnu Majah

Sedangkan Hadist Ibnu Majah Jilid 3 ini terdiri dari 12 Kitab/Catatan mulai dari Kitabul Adhohi – 26 sampai Kitabul Zuhdi – 37 dan 399 Bab dan 411 halaman yang terinci sebagai berikut:

26 كِتَابُ الْأَضَاحِيِّ 27 كِتَابُ الذَّبَائِحِ 28 كِتَابُ الصَّيْدِ
29 كِتَابُ الْأَطْعِمَةِ 30 كِتَابُ الْأَشْرِبَةِ 31 كِتَابُ الطِّبِّ
32 كِتَابُ اللِّبَاسِ 33 كِتَابُ الْأَدَبِ 34 كِتَابُ الدُّعَاءِ
35 كِتَابُ تَعْبِيرِ الرُّؤْيَا 36 كِتَابُ الْفِتَنِ 37 كِتَابُ الزُّهْدِ

Hadist Shahih dan Hadist Dhaif

Selain Hadist-hadist shohih, Sunan Ibnu Majah juga memuat beberapa hadist dhaif. Dari 6 Kutubu Sittah hanya Hadist Bukhari dan Muslim yang seluruh isinya shohih. Ciri-ciri hadist Shahih adalah:

  1. Hadist yang sanadnya mutasil / sambung / tidak terputus sampai Rasulullah s.a.w.
  2. Semua perawi / periwayat dalam sanadnya adalah orang yang adil, zuhud, tidak pernah berdusta. Para sahabat Nabi dikenal sebagai perawi yang adil sehingga semua hadist dari sahabat dinilai shohih.
  3. Para perawinya adalah orang-orang kuat hafalannya.
  4. Matan hadist tidak ada cacat, termasuk tidak kecampuran komentar atau pendapat sahabat.
  5. Hadist shohih tidak boleh shar / janggal / ganjil / tidak umum yaitu hadist yang matannya bertentangan dengan kandungan Quran atau matan hadist yang lebih shohih.

Pengajaran Hadist Sunan Ibnu Majah juga didukung dengan kitab-kitab pendukung berupa sarah-sarah / komentar yang ditulis para ulama terdahulu antara lain::

  1. شرح سنن ابن ماجه – الإعلام بسنته عليه السلام
  2. مصباح الزجاجة في زوائد ابن ماجه
  3. «مصباح الزجاجة» للسيوطي (ت 911 هـ)
  4. «إنجاح الحاجة» لمحمد عبد الغني المجددي الحنفي (ت 1296 هـ)
  5. «ما يليق من حل اللغات وشرح المشكلات» لفخر الحسن بن عبد الرحمن الحنفي
    الكنكوهي (1315 هـ)

Sedangkan status hadist shahih atau dhaif mengikuti tahqiq atau penelitian
dari dua ulama ternama yaitu Nasrudin Al Bani dan Muhammad bin Hasan Nashor

Profil Imam Ibni Majah

Imam Ibnu Majah ialah seorang ulama besar ahli tafsir, ahli sejarah dan ahli hadist. Karya utamanya dalam bidang hadist adalah Sunan Ibnu Majah, yang dikenal sebagai kitab yang keenam dari “kutubussittah”, sebagai induk kitab-kitab hadist. Adapun lima kitab yang lain ialah:

  1. Shohih Bukhori
  2. Shohih Muslim
  3. Sunan Nasai
  4. Sunan Abi Dawud
  5. Sunan Termidzi

Menurut sebagian ulama’, kitab yang keenam adalah kitab hadits Muwatto’ yang disusun oleh Imam Malik.

Nama Lengkap Ibnu Majah

Namanya ialah Abu Abdillah Muhammad Bin Yazid bin Majah arRobaiy al Qoswiniy al Hafidz. Julukannya Abu Abdillah. Terkenal dengan sebutan Ibnu Majah. Ia dilahirkan pada tahun 209 Hijriyah / 824 M di kota Qazwin (saat ini menjadi Propinsi Qaswin negara Iran) dan wafat pada tanggal 22 Romadhon tahun 273 Hijriyah / 10 Pebruari 887 M dalam umur 64 Tahun. Majah adalah nama gelar bagi Yazid ayahnya yang dikenal juga dengan nama Majah Maula Robi’ah. Ibnu Majah sudah belajar ilmu sejak masa mudanya. Diriwayatkan bahwa Imam Ibn Majah belajar hadits mulai umur 15 tahun kepada seorang syekh yang bernama Ali bin Muhammad at Tonafisiy al Hafidz. Pada usia 21 tahun, a mulai mengadakan perjalanan untuk mengumpulkan dan menulis Hadits ke negeri-negeri Islam seperti: ar Royyi (Teheran), Basroh, Kufah, Bagdad, Makkah, Syam dan Mesir. Ulama’ ahli hadits yang menjadi guru-gurunya ialah:

  1. Abu Bakar bin Abi Syaibah
  2. Yazid bin Abdillah al Yamamiy
  3. Ali bin Muhammad at Tonafisiy al Hafidz
  4. Jubaroh bin Mugholis
  5. Mus’ab bin Abdillah az Zubairiy
  6. Suwaid bin Ma’bad
  7. Abdullah bin Muawiyah al Jumahiy
  8. Muhammad bin Rumhin
  9. Ibrohim bin Mundzir al Hizamiy
  10. Muhammad bin Abdillah bin Numair
  11. Hisyam bin ‘Ammar
  12. Abu Mus’ab az Zuhriy
  13. Bisyr bin Mu’adz al ‘Aqodiy
  14. Humaid bin Mas’adah
  15. Abu Hudzafah as Sahmiy
  16. Dawud bin Rosyid
  17. Abu Khoitsamah
  18. Abdulloh bin Dzakwan al Muqriy
  19. Abdullah bin ‘Amir bin Barrod
  20. Abu Sa’id al Asyaj
  21. Abdurrohman bin Ibrohim bin Duhaim
  22. Abdussalam bin ‘Asim al Hassanjaniy
  23. Utsman bin Syaibah

Sebagai Salah Seorang Ahli Hadits murid-muridnya adalah:

  1. Ali bin Sa’id al Godaniy
  2. Ibrohim bin Dinar al Jarsyiy al Hamdaniy
  3. Ahmad bin Ibrohim al Qozwiniy
  4. Abu Toyyib Ahmad bin Rouh al Masy’aroniy
  5. Ishaq bin Muhammad al Qozwiniy
  6. Ja’far bin Idris
  7. Al Husain bin Ali bin Yazdi Anyad
  8. Sulaiman bin Yazdi al Qozwiniy
  9. Muhammad bin Isa as Soffar
  10. Abu Hasan Ali bin Ibrohim bin Salamah al Qotton Qozwiniy al Hafidz
  11. Abu ‘Amr Ahmad bin Muhammad bin Hakim al Madaniy al Asbahaniy
  12. Ibnu Sibawaih
  13. Muhammad Isa Abhuriy

Imam Hafidz Ibnu Katsir berkata: “Sunan Ibnu Majah mengandung 32 kitab, 1500 bab dan 4000 hadits semuanya jayyid (baik) kecuali sedikit”. Mahmud Muhammad Mahmud Hasan Naddhor menulis dalam muqodimah sunan Ibnu Majah: “Sunan Ibnu Majah itu berisi 4341 Hadits, 3002 hadits di tulis dalam kutubul khomsah (Shohih Bukhori, Shohih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan Tirmidzi, Sunan Nasai) dan selebihnya yaitu 1339 hadits sebagai tambahan dari yang ada dalam kutubul khomsah. Adapun yang 428 hadits rijal-nya Tsiqot (Sohihatul isnad), 199 hadits hasanatul isnad, 613 hadits dho’ifatul isnad dan yang 99 hadits wahiyatul isnad (sangat lemah isnadnya) atau munkaroh atau makdzubah”.

Perhatian ulama sangat besar terhadap sunan Ibnu Majah sehingga banyak diantara mereka yang membuat penjelasan-penjelasan tentang hadits-hadits yang ada dalam sunan Ibnu Majah. Diantara mereka yang menyoroti tentang kedudukan isnad hadits yang ada dalam sunan Ibnu Majah (sohih maupun dhoifnya), dan ada yang memberikan uraian-uraian tentang maksud yang terkandung dalam matan hadits Ibnu Majah. Adapun nama-nama kitab tersebut antara lain:

  1. Misbahuzzujajah ‘ala Sunan Ibni Majah yang disusun oleh Hafidz Jalaludin as Suyuti (wafat tahun 911 H)
  2. Ad Diibajah ‘ala sunan Ibni Majah yang disusun oleh Kamaluddin Muuhammad bin Musa ad Damiriy (wafat tahn 808 H)
  3. Misabahuzzujajah fi Zawaid Ibni Majah yang disusun oleh Ahmad bin Abi Bakar bin Ismail al Kinaniy al Busoiriy (wafat tahun 840)
  4. Kifayatul Haajah fii Syarhi Ibni Majah yang disusun oleh abu Hasan bin Abdul Hadi as Sindiy (wafat tahun 1136 H)
  5. Rof’ul ‘Ajaajah yang disusun oleh Maulawi Wahiduzzaman
  6. Injaahul Haajah yang disusn oleh Abdul Ghoni ad Dihlawiy
  7. Miftaahul Haajah, yang disusun oleh Muhammad bin Abdillah Banjaabiy.
Sanjungan Para Ulama’

Kepada Ibnu Majah para ulama’ banyak yang telah memuji dengan pujian yang baik dan mereka telah membenarkan kepadanya. Adapun sebaik-baik yang diucapkan mereka adalah yang dikatakan oleh:

  1. Al Kholiliy berkata: “Imam Ibnu Majah itu ialah orang yang terpercaya, besar kedudukannya, disepakati kepadanya, dijadikan hujah dengannya. Ia mengetahui tentang hadits dan hafal, Ia mempunya karya tulis yang banyak seperti kitab sunan, tafsir dan Ia adalah seorang yang arif di bidangnnya”. (Tahdzibut Tahdzib juz 9 halaman 231)
  2. Al Yafi’I berkata: “Imam Ibnu Majah adalah seorang imam ahli hadits yang ahli dibidang ilmu hadits dan semua ilmu-ilmu yang berkaitan dengan ilmu hadits.
  3. Ibnu Nasiruddin berkata: “ Imam Ibnu Majah penyusun kitab sunan sebagai salah satu kitab-kitab islam, Ia adalah seorang hafidz yang terpercaya yang besar kedudukannya yang telah menyusun kitab sunan, tarikh dan tafsir. Didalam kitabnya ada ± 30 hadits yang isnadnya dhoif”. (Syadzarootidz Dzahab juz 2 halaman 164).
  4. Ibnu Kholkan berkata: “Ibnu Majah adalah seorang imam ahli hadits yang ahli dengan ilmu hadits dan semua yang berkaitan dengan ilmu hadits”. (Wafiyaatul A’yaan juz 4 halaman 279)
Iklan

Komentar ditutup.