Bangkai dan Hewan Mati Karena Dipukul

Dalam Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 3 Allah Ta’ala telah menetapkan bagi kaum Muslimin apa-apa yang tidak boleh dimakan, yaitu; bangkai, darah, daging babi, dan hewan yang disembelih untuk selain Allah, hewan yang mati tercekik, dan hewan yang mati dipukul, dan yang mati tergelincir, dan hewan yang mati karena tarung, dan hewan yang mati karena digigit binatang buas.

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ذَلِكُمْ فِسْقٌ …* (سورة المائدة اية 3)

“Diharamkan untuk kalian bangkai, dan darah, dan daging babi, dan hewan-hewan yang disembelih untuk selain Allah dan yang mati tercekik, dan yang mati dipukul, dan yang mati tergelincir, dan mati karena tarung dan hewan yang telah dimakan oleh binatang buas kecuali yang sempat disembelih…al-ayat

[Surah Al-Maidah ayat 3]

 
Bangkai adalah hewan yang mati tidak karena disembelih, seperti mati tertabrak kendaraan, mati karena penyakit atau dibunuh yang tidak sesuai dengan syariat. Termasuk kategori bangkai adalah bagian tubuh hewan yang dipotong ketika hewan itu masih hidup. Maka ketika menyembelih hewan pastikan hewan tersebut sudah mati, jangan memotong bagian tubuhnya sebelum hewan sembelihan benar-benar mati.

3216 – حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ حُمَيْدِ بْنِ كَاسِبٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مَعْنُ بْنُ عِيسَى، عَنْ هِشَامِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَا قُطِعَ مِنَ الْبَهِيمَةِ وَهِيَ حَيَّةٌ، فَمَا قُطِعَ مِنْهَا، فَهُوَ مَيْتَةٌ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

… sesungguhnya Nabi s.a.w. bersabda: “Bagin tubuh hewan yang dipotong sedangkan hewan itu masih hidup, maka apa-apa yang dipotong bagian dari hewan, maka potongannya adalah bangkai”.

[Hadist Sunan Ibnu Majah No. 3216 Kitabushoidi]

 

3187 – حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، ح وحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ خَلَّادٍ الْبَاهِلِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ سِمَاكٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَتَّخِذُوا شَيْئًا، فِيهِ الرُّوحُ، غَرَضًا»
__________
[حكم الألباني] صحيح

… Rasulullah s.a.w. bersabda: “Jangan mengambil sedikitpun, dalam hewan masih bernyawa, yaitu daging segar”.

[Hadist Sunan Ibnu Majah No. 3187 Kitabu Adabaahi]

 
Sedangkan bangkai yang boleh dimakan adalah ikan dan belalang. Ikan dan belalang tidak perlu disembelih untuk dimakan.

3218 – حَدَّثَنَا أَبُو مُصْعَبٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” أُحِلَّتْ لَنَا مَيْتَتَانِ: الْحُوتُ، وَالْجَرَادُ ”
__________
[حكم الألباني] صحيح

… sesungguhnya Rasulallohi s.a.w. bersabda: “Telah dihalalkan bagi kita dua bangkai: ikan dan belalang”.

[Hadist Sunan Ibnu Majah No. 3218 Kitabushoidi]

 

Membunuh Hewan Dengan Senjata Tumpul

Selain dilarang makan hewan yang mati dipukul atau mati karena benda tumpul, Umat Islam juga tidak boleh membunuh, menyembelih atau berburu binatang dengan menggunakan benda / senjata tumpul dan dengan cara-cara menyiksa seperti; mencincang, membakar, menyiram dengan air panas, hewan dimasukkan kedalam karung kemudian digebuki sampai mati atau memotong bagian tubuh hewan sebelum mati dan cara-cara lain yang menyakitkan hewan.

3214 – حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، ح وحَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْمُنْذِرِ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ، قَالَا: حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ أَبِي زَائِدَةَ، عَنْ عَامِرٍ، عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ، قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الصَّيْدِ بِالْمِعْرَاضِ قَالَ: «مَا أَصَبْتَ بِحَدِّهِ، فَكُلْ، وَمَا أَصَبْتَ بِعَرْضِهِ، فَهُوَ وَقِيذٌ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

… ‘Adi bin Hatim meriwayatkan, saya bertanya pada Rasulalloh s.a.w. perihal berburu dengan senjata tumpul, Nabi menjawab: “Apa-apa yang mengenai dengan tajamnya maka makanlah, dan apa-apa yang mengenai bagian tumpulnya, maka itu pukulan”.

[Hadist Sunan Ibnu Majah No. 3214 Kitabushoidi]

 
Surah Al-Maidah ayat 3, disamping menyebutkan jenis hewan yang haram dimakan juga tata-cara membunuh hewan bisa menjadikannya haram dimakan. Prinsip syariat menyembelih atau membunuh hewan dalam Islam adalah:

  1. Menyebut nama Allah / membaca Basmallah
  2. 3173 – حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ إِسْرَائِيلَ، عَنْ سِمَاكٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، {إِنَّ الشَّيَاطِينَ، لَيُوحُونَ إِلَى أَوْلِيَائِهِمْ} [الأنعام: 121] قَالَ: ” كَانُوا يَقُولُونَ: مَا ذُكِرَ عَلَيْهِ اسْمُ اللَّهِ، فَلَا تَأْكُلُوا، وَمَا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ، فَكُلُوهُ “، فَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: {وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ} [الأنعام: 121]
    __________
    [حكم الألباني] صحيح

    … dari Ibni Abas, “Sesungguhnya Syaithon niscaya memberi wahyu pada pengikutnya (Surah Al-An’am ayat 121)., Ibni Abas meriwayatkan: Syetan mengatakan: “Apa-apa yang disebut nama Allah, jangan kalian makan, dan apa-apa yang tidak disebut nama Allah , maka makanlah”, maka Allah yang Maha Mulya dan Maha Agung berfirman: “Dan janganlah kalian makan dari apa-apa yang tidak disebut nama Allah atasnya”.

    [Hadist Sunan Ibnu Majah No. 3173 Kitabu Adabaahi]

     

  3. Membunuh hewan bisa menggunakan media apapun; pisau, batu atau kayu asalkan tajam dan dapat mengalirkan darah.
  4. 3175 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ، عَنْ عَاصِمٍ، عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ صَيْفِيٍّ، قَالَ: ذَبَحْتُ أَرْنَبَيْنِ بِمَرْوَةٍ، فَأَتَيْتُ بِهِمَا النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، «فَأَمَرَنِي بِأَكْلِهِمَا»
    __________
    [حكم الألباني] صحيح

    … Muhammad bin Shoify meriwayatkan: “Aku menyembelih dua ekor kelinci dengan batu tajam, maka saya datang membawanya pada Nabi s.a.w. Maka Nabi memerintahkan untuk memakan kedua kelinci itu”.

    [Hadist Sunan Ibnu Majah No. 3175 Kitabu Adabaahi]

     

    3177 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ، عَنْ مُرِّيِّ بْنِ قَطَرِيٍّ، عَنْ عَدِيِّ ابْنِ حَاتِمٍ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَصِيدُ الصَّيْدَ، فَلَا نَجِدُ سِكِّينًا، إِلَّا الظِّرَارَةَ، وَشِقَّةَ الْعَصَا، قَالَ: «أَمْرِرِ الدَّمَ بِمَا شِئْتَ، وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ»
    __________
    [حكم الألباني] صحيح

    … ‘Adi bin Hatim meriwayatkan: Saya bertanya pada Rasulullah s.a.w.: “Wahai Rasulullah sesungghnya kami berburu pada hewan buruan, maka kami tidak menjumpai pisau kecuali batu lancip dan belahan tongkat”.

    Nabi menjawab: “Alirkanlah darah sekehendakmu, dan sebutlah nama Allah atasnya”.

    [Hadist Sunan Ibnu Majah No. 3177 Kitabu Adabaahi]

     

    3178 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ عُبَيْدٍ الطَّنَافِسِيُّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَبَايَةَ بْنِ رِفَاعَةَ، عَنْ جَدِّهِ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ، قَالَ: كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَكُونُ فِي الْمَغَازِي، فَلَا يَكُونُ مَعَنَا مُدًى، فَقَالَ: «مَا أَنْهَرَ الدَّمَ، وَذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ، فَكُلْ غَيْرَ السِّنِّ، وَالظُّفْرِ، فَإِنَّ السِّنَّ عَظْمٌ، وَالظُّفْرَ، مُدَى الْحَبَشَةِ»
    __________
    [حكم الألباني] صحيح

    … Rofiq bin Khodij meriwayatkan: “Kami pernah bersama Rasulillah s.a.w. dalam perjalanan. Saya bertanya : “Wahai Rasulalloh, kita sedang dalam medan perang, dan tidak ada pisau di sini.

    Maka Nabi menjawab: “Apapun yang bisa mengalirkan darah, dan sebutlah nama Allah atasnya, maka makanlah… al-hadist

    [Hadist Sunan Ibnu Majah No. 3178 Kitabu Adabaahi]
  5. Tidak menggunakan benda tumpul dan cara-cara yang menyakitkan / menyiksa hewan.
  6. 3185 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَا حَدَّثَنَا عُقْبَةُ بْنُ خَالِدٍ، عَنْ مُوسَى بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ: «نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنْ يُمَثَّلَ، بِالْبَهَائِمِ»
    __________
    [حكم الألباني] ضعيف الإسناد جدا

    … Abi Said Al-Hudry meriwayatkan: “Rasulullah s.a.w. melarang mencincang hewan”.

    [Hadist Sunan Ibnu Majah No. 3185 Kitabu Adabaahi]
Iklan

2 responses to “Bangkai dan Hewan Mati Karena Dipukul

  1. Alhamdulillah jz Kmllhu Khoiro…

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s