Makan Biawak dan Kelinci

Salah satu topic dalam pengajian Hataman Hadist Sunan Ibnu Majah Jilid 3 oleh LDII di Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri adalah masalah makan hewan biawak dan kelinci. Masalah biawak atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan nyambik ada di Bab No. 15 Hadist nomor 3238 – 3242, sedangkan perihal kelinci ada di Bab No. 17 Hadist nomor 3242- 3245 Kitabushoidi (28).

Biawak dan kelinci tergolong hewan yang halal di makan namun Rasulullah s.a.w. tidak pernah memakan keduanya. Nabi tidak makan biawak karena jijik. Dan Nabi tidak makan kelinci sebab kelinci adalah binatang yang haid. Rasulullah s.a.w. tidak memerintahkan makan biawak dan kelinci dan juga tidak mengharamkan keduanya.

بَابُ الضَّبِّ
3238 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ، عَنْ حُصَيْنٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ، عَنْ ثَابِتِ بْنِ يَزِيدَ الْأَنْصَارِيِّ، قَالَ: كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَصَابَ النَّاسُ ضِبَابًا، فَاشْتَوَوْهَا، فَأَكَلُوا مِنْهَا، فَأَصَبْتُ مِنْهَا ضَبًّا، فَشَوَيْتُهُ، ثُمَّ أَتَيْتُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَخَذَ جَرِيدَةً، فَجَعَلَ يَعُدُّ بِهَا أَصَابِعَهُ فَقَالَ: «إِنَّ أُمَّةً مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ مُسِخَتْ دَوَابَّ فِي الْأَرْضِ، وَإِنِّي لَا أَدْرِي لَعَلَّهَا هِيَ» فَقُلْتُ: إِنَّ النَّاسَ، قَدِ اشْتَوَوْهَا فَأَكَلُوهَا، فَلَمْ يَأْكُلْ، وَلَمْ يَنْهَ
__________
[حكم الألباني] صحيح
… Stabit bin Yazid meriwayatkan: Kami pernah bersama Nabi s.a.w. maka para manusia memperoleh biawak, maka mereka membakarnya, dan mereka memakannya, Maka saya mendapatkan biawak satu bagian maka aku memakannya. Kemudian saya datang pada Nabi s.a.w. maka Nabi mengambil pelepah kurma maka menjadikan menghitung pelepah kurma dengan jarinya.
Maka Nabi bersabda: “Sesungguhnya suatu umat dari Bani israil, dikutuk menjadi binatang di bumi, maka saya tidak tahu apakah itu binatang biawak”.

Maka aku (Jabir) berkata: “Sesungguhnya manusia membakar biawak maka aku memakannya, Maka Nabi tidak makan dan tidak melarang”.

[Hadist Sunan Ibnu Majah No. 3238 Kitabushoidi]

 

3240 – حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ دَاوُدَ بْنِ أَبِي هِنْدٍ، عَنْ أَبِي نَضْرَةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ: نَادَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الصُّفَّةِ، حِينَ انْصَرَفَ مِنَ الصَّلَاةِ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ: إِنَّ أَرْضَنَا أَرْضٌ مَضَبَّةٌ، فَمَا تَرَى فِي الضِّبَابِ قَالَ: «بَلَغَنِي أَنَّهُ، أُمَّةً مُسِخَتْ» فَلَمْ يَأْمُرْ بِهِ، وَلَمْ يَنْهَ عَنْهُ
__________
[حكم الألباني] صحيح
… Abi Sa’id Al-Hudri meriwayatkan: Seorang laki-laki di teras masjid memanggil pada Rasulalloh s.a.w. ketika bubar shalat. Pria tersebut bertanya: Waha Rasulallah, sesungguhnya di daerah kami banyak biawak, bagaimanakah pendapat engkau tentang biawak?

Nabi menjawab: “Telah sampai padaku sesungguhnya biawak itu merupakan umat yang dijelmakan.” Maka Nabi tidak menyuruh makan biawak dan tidak melarangnya.

[Hadist Sunan Ibnu Majah No. 3240 Kitabushoidi]

 

3243 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، قَالَا: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ هِشَامِ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: «مَرَرْنَا بِمَرِّ الظَّهْرَانِ، فَأَنْفَجْنَا أَرْنَبًا، فَسَعَوْا عَلَيْهَا، فَلَغَبُوا، فَسَعَيْتُ، حَتَّى أَدْرَكْتُهَا، فَأَتَيْتُ بِهَا أَبَا طَلْحَةَ، فَذَبَحَهَا، فَبَعَثَ بِعَجُزِهَا، وَوَرِكِهَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَبِلَهَا»
__________
[حكم الألباني] صحيح
… Anas bin Malik meriwayatkan: “Saya lewat di wilayah Mahridhohron, kami memburu kelinci, kami mengejarnya, mereka payah maka aku mengejar sampai menangkapnya. Maka aku datang membawa kelinci itu pada Aba Tholhah, maka Aba Thalhah menyembelihnya, maka mengirimkan sampil depan dan sampil belakang pada Nabi s.a.w. dan beliau menerimanya”.
[Hadist Sunan Ibnu Majah No. 3243 Kitabushoidi]
Iklan

2 responses to “Makan Biawak dan Kelinci

  1. kesimpulan dari keterangan hadits2 di atas apa?

  2. Kesimpulannya adalah biawak dan kelinci itu halal untuk dimakan sesuai dengan IM3 (ibnu majah jilid 3)…

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s