Menjaga Ucapan

Kitabul Fitan Hadist Ibnu Majah mengisyaratkan banyaknya kerusakan, perselisihan dan peperangan dalam kalangan Muslimin di akhir zaman. Banyak sekali unsur penyebab kekacauan jaman akhir, salah satu yang berbahaya adalah karena UCAPAN. Ketika ditanya apakah yang paling dikuatirkan atas umatnya, Rasulullah menjawab: “MULUT!”. Orang sering tidak menyadari bahwa ucapannya bisa membangkitkan murka Allah dan menjerumuskannya ke neraka.

Karena itu jauh hari Rasulullah s.a.w. mengingatkan kaum Muslimin agar dapat menjaga omongannya, baik yang samar maupun pernyataan terbuka di publik. “Barang siapa beriman kepada Allah dan pada hari Kiamat maka berkatalah yang baik atau diam”, demikian sabda Nabi dalam Hadist Ibnu Majah Nomor 3971 Kitabul Fitan. Hadist nomor 3973 mengungkapkan betapa ucapan yang baik dapat mengalahkan topnya ibadah yaitu JIHAD.

Sementara itu dalam Hadist nomor 3974 Rasulullah memberikan tuntunan ucapan baik yang dapat menyelamatkan manusia yaitu: amar ma’ruf nahi munkar dan zikir kepada Allah. Sejalan dengan kandungan Surah Al-‘Ashr: “Sesungguhnya manusia semua rugi, kecuali orang-orang beriman dan dan beramal kebaikan dan saling nasehat pada kebenaran dan menetapi kesabaran”.

3971 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ، عَنْ أَبِي حَصِينٍ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَسْكُتْ»
__________
[حكم الألباني] صحيح
… Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barang siapa beriman pada Allah dan hari Akhir, maka berkatalah yang baik atau diam”.
[Hadist Ibnu Majah No. 3971 Kitabul Fitan]

 

3972 – حَدَّثَنَا أَبُو مَرْوَانَ مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ الْعُثْمَانِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مَاعِزٍ الْعَامِرِيِّ، أَنَّ سُفْيَانَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ الثَّقَفِيَّ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ حَدِّثْنِي بِأَمْرٍ أَعْتَصِمُ بِهِ، قَالَ: ” قُلْ: رَبِّيَ اللَّهُ، ثُمَّ اسْتَقِمْ ” قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَكْثَرُ مَا تَخَافُ عَلَيَّ؟ فَأَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، بِلِسَانِ نَفْسِهِ، ثُمَّ قَالَ: «هَذَا»
__________
[حكم الألباني] صحيح
… Sofyan bin Abdillah Astaqofi meriwayatkan: Saya bertanya: “Wahai Rasulullah ceritakan pada saya tentang perkara yang bisa aku pegang teguh”.

Nabi menjawab: “Katakanlah, Tuahnku Allah, kemudian istiqomahlah (konsisten beribadah)”.Aku bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah yang kebanyakan engkau khawatirkan terhadap kami?”

Maka Rasulullah s.a.w. memegang lisannya, dan berkata: “Ini (mulut)”.

[Hadist Ibnu Majah No. 3972 Kitabul Fitan]
Iklan

One response to “Menjaga Ucapan

  1. Reblogged this on hanya padaNya and commented:
    AJKH postingannya

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s