Riya’ dan Sum’ah

Riya' dan Sum'ahDua sifat ini meski ditakuti setiap orang beriman: riya’ dan sum’ah. Riya’ dan sum’ah adalah amalan ibadah atau amal sholih yang disertai niat dalam hati supaya dilihat atau didengar manusia dengan harapan agar mendapatkan sanjungan, nama baik atau pamrih duniawi lainnya.

Besar atau kecil, nampak atau samar, riya’ dan sum’ah adalah syirik. Amalan yang seharusnya ditujukan untuk mencari ridho dan pahala Allah (Surga) tapi di boncengi niat untuk mendapatkan imbalan dari manusia. Allah Ta’ala tidak mau diduakan karena itu Allah murka dan mengancamnya masuk neraka. Semula Rasulullah s.a.w. tidak pernah mengkhawatirkan umatnya ganti akidah namun yang paling beliau khawatirkan adalah amalan yang disisipi niat-niat tersembunyi selain karna Allah.

Ini peringatan bagi kaum Mu’minin agar benar-benar menjaga niatnya dalam beribadah semata-mata mengharap ridha Allah dan takut siksa Allah, jauh dari sifat riya’ dan sum’ah. Sebagaimana firman Allah Surah Al-Baqarah ayat 218 dan Surah Ali-Imran(3) ayat 131-133.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (218)

Sesungguhnya orang-orang beriman yang hijrah dan berjihad dalam agama Allah mereka itu mengharapkan rahmat Allah dan Allah Maha Mengampuni dan maha menyayangi.

[Surah Al-Baqarah(2) ayat 218]

 

وَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ (131) وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (132) وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133)
[Surah Ali-Imran(3) ayat 131-133]

 

3989 – حَدَّثَنَا حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ قَالَ: أَخْبَرَنِي ابْنُ لَهِيعَةَ، عَنْ عِيسَى بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، أَنَّهُ خَرَجَ يَوْمًا إِلَى مَسْجِدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَوَجَدَ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ قَاعِدًا عِنْدَ قَبْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبْكِي؟ فَقَالَ: مَا يُبْكِيكَ؟ قَالَ: يُبْكِينِي شَيْءٌ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: «إِنَّ يَسِيرَ الرِّيَاءِ شِرْكٌ، وَإِنَّ مَنْ عَادَى لِلَّهِ وَلِيًّا، فَقَدْ بَارَزَ اللَّهَ بِالْمُحَارَبَةِ، إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْأَبْرَارَ الْأَتْقِيَاءَ الْأَخْفِيَاءَ، الَّذِينَ إِذَا غَابُوا لَمْ يُفْتَقَدُوا، وَإِنْ حَضَرُوا لَمْ يُدْعَوْا، وَلَمْ يُعْرَفُوا قُلُوبُهُمْ مَصَابِيحُ الْهُدَى، يَخْرُجُونَ مِنْ كُلِّ غَبْرَاءَ مُظْلِمَةٍ»

… aku (Muad) pernah mendengar dari Rasulillah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya kecilnya riya’ itu syirik, barang siapa memusuhi wali Allah maka sungguh-sungguh telah melahirkan perang, sesungguhnya Allah senang pada orang yang berbuat bagus, bertakwa yang samar, orang-orang ketika mereka pergi tidak ada yang mencari, jika ia telah datang tidak ada diundang dan tidak dikenal, … al-hadist

[Hadist Ibnu Majah no. 3989 Kitabul Fitan]
4203 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، وَهَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْحَمَّالُ، وَإِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ الْبُرْسَانِيُّ قَالَ: أَنْبَأَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ: أَخْبَرَنِي أَبِي، عَنْ زِيَادِ بْنِ مِينَاءَ، عَنْ أَبِي سَعْدِ بْنِ أَبِي فَضَالَةَ الْأَنْصَارِيِّ، وَكَانَ مِنَ الصَّحَابَةِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِذَا جَمَعَ اللَّهُ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ، نَادَى مُنَادٍ: مَنْ كَانَ أَشْرَكَ فِي عَمَلٍ عَمِلَهُ لِلَّهِ، فَلْيَطْلُبْ ثَوَابَهُ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ، فَإِنَّ اللَّهَ أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ ”
__________
[حكم الألباني] حسن

… Rasulullah s.a.w. bersabda: “Ketika Allah mengumpulkan seluruh manusia pada hari kiamat, malaikat memanggil: “Barang siapa menyekutukan dalam amalan yang amalan itu untuk Allah, maka mintalah pahala pada selain Allah. Maka sesungguhnya Allah tidak butuh persamaan”.

[Hadist Ibnu Majah No 4203 Kitabul Zuhdi]

 

4204 – حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ، عَنْ كَثِيرِ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ رُبَيْحِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، قَالَ: خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ، فَقَالَ: «أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِنْدِي مِنَ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ؟» قَالَ: قُلْنَا: بَلَى، فَقَالَ: «الشِّرْكُ الْخَفِيُّ، أَنْ يَقُومَ الرَّجُلُ يُصَلِّي، فَيُزَيِّنُ صَلَاتَهُ، لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ رَجُلٍ»
__________
[حكم الألباني] حسن

… Nabi bersabda: “Maukah aku kabari dengan yang aku lebih kuatirkan dari pada dajjal? Kami (sahabat) menjawab: “Ya”. Nabi bersabda: “Syirik samar, ketika seorang laki-laki mengerjakan shalat, ia menghias-hiasi shalatnya, untuk pamer pada orang-orang yang melihatnya”.

[Hadist Ibnu Majah No 4204 Kitabul Zuhdi]
Iklan

8 responses to “Riya’ dan Sum’ah

  1. Anton Kuswoyo

    Alhamdulillah jaza kumullohu khoiro. Tulisan-tulian yang dikirim ke email Saya sangat bermanfaat.  Semoga tidak bosan untuk terus mengirimkan tulisan-tulisan yang penuh hikmah…

    Anton Kuswoyo Banjarbaru – Kalimantan Selatan E-mail: koeswoyo88@yahoo.com HP: 0852 5131 8475

  2. By org kaltim

    Alhamdulillah.. orang2 LDII memang penuh misteri, dari luar kelihatan tak meyaqinkan. bahkan kalau solat (maaf) pakai kaos saja.. itupun aku tak mempermasalahkannya. tapi setelah masuk kedalam pengajiannya,,, diarr subhanalloh sungguh tertata rapih peraturannya,,, saya jadi salut dan iri… bahkan jadi rendah diri…

  3. Saya sangat bersyukur sekali ngaji di LDII. Kemarin ada orang muhammady*h sharing sama saya ternyata kehidupan mereka begitu, dia sharing,… tapi saya lebih bersyukur lagi ngaji di ldii, saya diajari dalil ini dalil itu shg saya tau apa yg dia tau dan ternyata ldii mmg bagus menurut saya… ada yg bilang LDII itu pencucian otak!! ternyata mmg benar otak kita dicuci agar bisa menjadi org yg faham,,,, 🙂 ya alloh senangnyaaaaa… jika ada yg bertanya ke saya,,, “bagaimana cara hidup bahagia?” mungkin saya akan menjawab “ngaji saja di LDII”… 🙂 Luar biasaaaaaa…. (y)

  4. Habil Nasution

    Saat aq sholat di Masjid ldii, ga ada tuh tanda” ngepel, bahkan biasa saja wah parah website” ngomongnya ngaco.. ternyata org” ldii ngajinya secara berkala makanya faham bgt masalh kesucian, saudara aq org ldii juga bahkan dia anak terbaik dari keluarga kami… yg aq salutin dari ayah saudaraku itu ayahnya sgt” melarang anaknya u/ boncengan kpd laki” yg bukan muhrim anaknya, dilarang pacaran, kemudian anaknya juga gak ada yg ngerokok.. kalau disini nih (sumatra utara) menantu yg tidak mrokok itu sudah sangat dibanggakan oleh mertuanya..

    itu saja sih menurut aq. oh iya yg paling aneh dari orang ldii (maaf) (menurut aq) yg laki” kok celananya ngatung ya? nda malu apa ya? it’s oke

  5. Muhammad Riswan

    Assalamualaikum miiin 🙂
    Lancar Barokah ya miiin. semangat
    keren keren artikelnya… ({})

    salam jokam balikpapan

  6. Subhanalloh..Allohumma inna na’uzdubika mingsyari qolbi..

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s