Ketaatan Dalam Islam

Ketaatan Dalam IslamAda dua nilai bertolak belakang antara Islam dengan faham liberal, yaitu: Ketaatan versus Kebebasan. Ketaatan sebenarnya nilai universal yang ada di setiap negara, lembaga atau organisasi manapun. Keberhasilan misi suatu organisasi sangat ditentukan oleh kadar ketaatan anggota-anggotanya. Ketaatan juga menjadi tolok ukur keberhasilan seorang individu dalam tugas dan karirnya.

Dalam Islam ketaatan adalah nilai yang mutlak dan sangat fundamental. Ketika seorang Muslim merasa ingin bebas tidak mau terikat dengan syariat-syariat Islam maka ia telah disusupi faham liberal sehingga gugurlah keislamannya dan ia jatuh dalam kekafiran. Taat adalah perintah Allah dalam Al-Quran surah Annisa’ ayat 59.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ …

“Wahai orang-orang beriman taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada Rasul dan orang yang memegang perkara (pemimpin) dari kalian … “

[Surah Annisa’ ayat 59]


Saking wajibnya seorang Muslim taat kepada pemimpinnya Rasulullah s.a.w. pernah menggambarkan: “Dengarkan dan taatlah pada pemimpinmu, andaikata dipukul punggungmu dan dirampas hartamu, maka dengarkanlah dan taatlah”, Hadist Shohih Muslim No. 52 – (1847) Kitabul Imaroh.

قَالَ: «تَسْمَعُ وَتُطِيعُ لِلْأَمِيرِ، وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ، وَأُخِذَ مَالُكَ، فَاسْمَعْ وَأَطِعْ»

 
Ketaatan dalam Islam juga bersifat mutlak, tidak pilih-pilih, tidak bisa ditawar-tawar. Kondisi senang atau susah, ringan atau berat, keadaan longgar atau terpaksa. Hanya ada dua batasan dalam taat kepada pemimpin yaitu: aturan yang di luar batas kemampuan dan perintah maksiat yang bertentangan dengan aturan Allah dan Rasul.

38 – (1839) حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا لَيْثٌ، عَنْ عُبَيْدِ اللهِ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ قَالَ: «عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ فِيمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ، إِلَّا أَنْ يُؤْمَرَ بِمَعْصِيَةٍ، فَإِنْ أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ، فَلَا سَمْعَ وَلَا طَاعَةَ» ،

“Wajib atas setiap orang Islam mendengarkan dan taat dalam kondisi senang maupun benci selagi tidak diperintah maksiat, apabila kalian diperintah maksiat (menentang aturan Allah dan Rasulullah) maka jangan mendengarkan dan jangan taat”.

[Shohih Muslim 38 (1839) Kitabul Imaroh]

 
Agama Islam terdiri dari banyak sekali aturan-aturan dan batasan-batasan yang harus ditaati oleh pemeluknya. Aturan-aturan tersebut tidak untuk mengekang dan membatasi namun bertujuan menciptakan ketertiban dan menyelamatkan umat di dunia dan akhirat. Apabila seorang Muslim merasa berat atau terkekang menjalankan ketaatan maka disitulah bukti bahwa Surga diliputi dengan berbagai kebencian dan kesulitan. Maka apabila kita menginginkan kesenangan atau kebebasan di dunia ini bukan dalam Islam tempatnya.

Iklan

4 responses to “Ketaatan Dalam Islam

  1. ya, sy setuju..tidak ada kebebasan yg mutlak selama kita hdp di dunia ini tdk sendirian,karena kebebasan kita pasti mengganggu kebebasan orang lain..kita menempati dunia ini bereng2 dgn orang lain, jadi dibentuklah aturan tuk mengatur semua itu..begitu juga dlm islam, alloh menciptakan aturan untuk kebaikan manusia.. karena islam rahmatan lil alamin…

  2. wow bgt. toat itu mulya

  3. Huda Almahfudz

    sangat setuju…sebagai warga negara harus taat pd pemerintah yang sah..kalo sbg muslim ya harus taat kepada Alloh n Rosul.

  4. Hendrasusilo87

    Ya…se 7 mg mnft amiiin

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s