Antara Cita-cita Dunia dan Tujuan Hidup Akhirat

Cita-cita Dunia dan Tujuan Hidup AkhiratDalam kehidupan sehari-hari apakah kita lebih banyak mengerjakan, urusan dunia atau masalah akhirat yang berkaitan dengan ibadah? Sebagai intropeksi ada baiknya kaum Muslimin memperhatikan nasehat Nabi s.a.w. berikut:

“Barang siapa menjadikan dunia sebagai cita-citanya, maka Allah mencerai-beraikan urusannya, dan Allah menjadikan kefakiran didepan matanya, dan ia tidak memperoleh dunia kecuali sesuai qodarnya.

Barang siapa menjadikan akhirat sebagai tujuan hidupnya Allah akan menyatukan urusannya, menjadikan kaya dalam hatinya, dan dunia akan datang padanya dengan mudah”.

Hadist Ibnu Majah No. 4105 Kitabul Zuhdi

 
Jelas , orang yang dalam hidupnya hanya memburu kehidupan dunia maka ia akan terus disibukkan dan lelah oleh urusan dunia, tidak ada ketenangan dalam hatinya dan selalu merasa kekurangan.

Sebaliknya, manusia yang lebih mementingkan urusan agama / urusan ibadah maka Allah akan memberikan ketenangan dalam hidupnya, hatinya merasa kaya dan rizkinya dicukupi oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Perhatikan seruan Allah yang Maha Agung dan Maha Mulya dalam Hadist Quthsi ini:
“Wahai anak Adam utamakanlah ibadah kepadaku, akan Aku penuhi hatimu dengan kekayaan, dan Aku hapus kefakiranmu. Namun apabila engkau tidak mempersungguh ibadah, Aku penuhi hatimu dengan kesibukan, dan Aku tidak akan mengurangi kefakiranmu”

[Hadist Ibnu Majah No. 4107 Kitabul Zuhdi]

 

4105 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عُمَرَ بْنِ سُلَيْمَانَ، قَالَ: سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ أَبَانَ بْنِ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ، يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: خَرَجَ زَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ مِنْ عِنْدِ مَرْوَانَ بِنِصْفِ النَّهَارِ، قُلْتُ: مَا بَعَثَ إِلَيْهِ هَذِهِ السَّاعَةَ إِلَّا لِشَيْءٍ يَسْأَلُ عَنْهُ، فَسَأَلْتُهُ، فَقَالَ: سَأَلَنَا عَنْ أَشْيَاءَ سَمِعْنَاهَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: «مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ، فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ، وَمَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّتَهُ، جَمَعَ اللَّهُ لَهُ أَمْرَهُ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

… Zaid menceritakan: Saya bertanya pada Aisyah sesuatu yang aku dengar dari Rasulillah s.a.w., saya (Zaid) mendengar Rasulalloh s.a.w., bersabda: “Barang siapa menjadikan dunia sebagai cita-citanya, Allah mencerai beraikan urusannya, dan mejadikan kefakiran didepan matanya, dan tidak akan memperoleh dunia kecuali yang telah diqodar untuknya. Barang siapa menjadikan akhirat sebagai tujuan hidupnya, Allah menyatukan urusannya, dan menjadikan kaya dalam hatinya, dan dunia datang padanya dengan mudah”.

[Hadist Ibnu Majah No. 4105 Kitabul Zuhdi]

 

4107 – حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دَاوُدَ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ زَائِدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي خَالِدٍ الْوَالِبِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: وَلَا أَعْلَمُهُ إِلَّا وَقَدْ رَفَعَهُ، قَالَ يَقُولُ اللَّهُ سُبْحَانَهُ: «يَا ابْنَ آدَمَ تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِي، أَمْلَأْ صَدْرَكَ غِنًى، وَأَسُدَّ فَقْرَكَ، وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ، مَلَأْتُ صَدْرَكَ شُغْلًا، وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

… Nabi s.a.w. bersabda: Allah subhanhu berfirman: “Wahai Anak Adam utamakanlah ibadah kepadaKu, akan Aku penuhi dadamu dengan rasa kaya, dan Aku hapuskan kefakiranmua, Namau bila tidak, Aku penuhi dadamu kerepotan, dan Aku tidak mengurangi kefakiranmu”.

Hadist Ibnu Majah No. 4107 Kitabul Zuhdi
Iklan

11 responses to “Antara Cita-cita Dunia dan Tujuan Hidup Akhirat

  1. Topiknya pas sepanjang masa..ijin untuk bahan nasehat…Ajkh

  2. Sedikit bercerita, di lingkungan saya yang mayoritas mahasiswa ya tentu kesehariannya belajar agar kelak lulus kemudian bermanfaat. Ternyata, pengurus setempat berinisiatif membangun pondok mahasiswa, sehingga bisa mengakomodir kegiatan mahasiswa agar tdk terpengaruh dgn pergaulan bebas di zaman akhir. Alhamdulillah cita-cita dunia, sekaligus akhirat dapat berjalan berbarengan. Mugo2 Allah paring manfaat dan barokah.

  3. Huda Almahfudz

    Alhmdulillah…smoga smakin banyak org faham isi qur’an hadits…Aamiiin

  4. Mantabb.. (y)

  5. Betul banget, cita2 akhirat mmg sehrsx diatas cita2 dunia…insya Alloh barokah

  6. (y) really good post.

  7. Hidup semangat dengan tujuan akhirat mudah2 barokah….!

  8. Alhamdulillah, pencerahan yang sangat cerah

  9. Mantaaabb

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s