Bukan Orang Terpandang

Menjadi orang kaya raya, terpandang dan berpengaruh adalah impian hampir semua orang. Akan tetapi tidak demikian Islam mengajarkan. Perhatikan sabda Rasulillah s.a.w. dalam Hadist Ibnu Majah No. 4116 Kitabul Zuhdi berikut ini:
LDII -

4116 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مَعْبَدِ بْنِ خَالِدٍ، قَالَ: سَمِعْتُ حَارِثَةَ بْنَ وَهْبٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَهْلِ الْجَنَّةِ؟ كُلُّ ضَعِيفٍ مُتَضَعِّفٍ، أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ؟ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

Rasulullah s.a.w. bersabda: “Maukah aku ceritakan tentang ahli surga? Mereka adalah orang-orang rendah dan yang berusaha menjadi orang rendah.

Maukah aku tunjukkan ahli neraka? Mereka adalah orang-orang yang kasar, keras hatinya lagi sombong”.

Peringatan bagi para orang kaya agar mawas diri. Menjadi orang kaya yang terhormat lagi dikenal tidak memiliki keutamaan apapun kecuali ancaman siksa yang mengerikan. Dalam Islam kekayaan bukan kebanggaan. Menjadi orang kaya tidak identik dengan gengsi dan kemewahan. Kelebihan harta adalah tanggung jawab besar membela agama Allah, memajukan shiar Islam.

4130 – حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ الْعَظِيمِ الْعَنْبَرِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا النَّضْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو زُمَيْلٍ هُوَ سِمَاكٌ، عَنْ مَالِكِ بْنِ مَرْثَدٍ الْحَنَفِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْأَكْثَرُونَ هُمُ الْأَسْفَلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، إِلَّا مَنْ قَالَ بِالْمَالِ، هَكَذَا، وَهَكَذَا، وَكَسَبَهُ مِنْ طَيِّبٍ»
__________
[حكم الألباني] حسن صحيح

“Ketahuilah, orang-orang yang memperbanyak harta (di dunia), mereka hina pada hari kiamat, kecuali orang yang banyak beramal dengan hartanya dan memperoleh hartanya dengan halal”.

[Hadist ibnu Majah No. 4130 Kitabul Zuhdi]
إِلَّا تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْئًا وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (39)

“Jika engkau tidak mau membela agama Allah, Allah akan menyiksamu dengan siksa yang pedih, Allah menggantimu dengan kaum lain dan engkau tidak dapat menjatuhkan Allah sedikitpun, dan Allah atas segala sesuatu kuasa”.

[Surah At-Taubat (9) ayat 39]

Melalui tauladan Nabi Muhammad s.a.w., Islam mengajarkan pada kaum Mukminin agar bertaqwa, hidup bersahaja, menjauhi popularitas dunia dan tidak suka menonjolkan diri. TIDAK ingin menjadi orang terpandang, disanjung dan diidolakan.

Allah Ta’ala senang pada hamba yang berbuat baik dan bertaqwa lagi samar / tidak menonjolkan diri, ketika ia pergi tidak ada orang yang mencari, ketika datang di rumah juga tidak ada orang yang mengundang, Hadist ibnu Majah No. 3989 Kitabul Fitan

Iklan

4 responses to “Bukan Orang Terpandang

  1. Emang lebih bagus jadi orang yang sederhana.. ^_^

  2. apakah orang rendah itu selalu di gambarkan orang2 yang tidak punya harta, apakah orang yang rendah itu orang selalu menjadi orang ahli surga, padahal dalam berdakwah Rasulullah s.a.w. dengan menikahi khadijah membutuhkan harta untuk berdakwah, setahu saya rasullah SAW membolehkan kita mencari harta sebanyak2nya asal kita tidak menjadi orang2 yang sombong.

  3. Mba urika“ Ketahuilah, orang-orang yang memperbanyak harta (di dunia), mereka hina pada hari kiamat, kecuali orang yang banyak beramal dengan hartanya dan memperoleh hartanya dengan halal”.
    Berarti berlomba-lomba mencari harta itu boleh..Asal yang halal dan dermawan untuk sabilillah..
    Alhamdulillah jamaah berkembang karena banyak hamba alloh yang ahli sodakoh..
    Alhamdulillah jaza kumullohu khoiro..

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s