Keutamaan Menikah dan Larangan Membujang

LDII - Keutamaan Menikah dan Larangan Membujang“Diantara tanda-tanda kekuasaan Allah bahwa dijadikan bagi kalian istri-istri dari kaum kalian agar kalian merasa tenteram kepadanya dan Allah menjadikan diantara kamu sekalian ikatan dan kasih sayang, sesungguhnya dalam demikian itu ayat bagi orang-orang yang berfikir”. [Surah Ar-Rum (30) ayat 21]

Rasulullah s.a.w. melarang kaum Muslimin membujang (tidak menikah) dalam hidupnya. Orang-orang yang sengaja tidak mau menikah atau benci dengan sunah menikah maka ia bukan umat Nabi Muhammad alias bukan orang Islam.

”Menikah adalah sebagian dari sunahku, barang siapa tidak mengamalkan sunahku maka bukan termasuk golonganku, maka menikahlah, …”, demikian sabda Nabi dalam Hadist Sunan Ibnu Majah No. 1846 Kitabu Nikah

Melalui Surah An-Nur (24) ayat 32, Allah Ta’ala mengamanatkan pada kaum Muslimin untuk menikahkan perempuan-perempuan lajang, gadis atau janda, dan laki-laki sholih.

Karena itu, menikah dalam Islam harus digalakkan, didorong dan dipermudah. Nilai-nilai, adat-istiadat dan tatacara pernikahan yang memberatkan dan mempersulit proses pernikahan harus dihapuskan.
 

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (32)

“Nikahkanlah wanita-wanita lajang diantara kamu sekalian dan orang-orang sholeh terdiri dari budak-budakmu laki-laki dan perempuan, apabila mereka fakir Allah akan memberi kekayaan dari kefadholan Allah, dan Allah maha luas (pemberiannya) dan maha Mengetahui”.

Sesuai dengan tuntunan Allah dan Nabi s.a.w. menikah antara laki-laki dan perempuan mempunyai hikmah antara lain:

  1. Nikah sebagai benteng / pelindung / penjaga kaum Muslimin dari pelanggaran had zina.
  2. Menikah dapat menundukkan pandangan mata seseorang (tidak jelalatan)
  3. Cinta dan kasih sayang sejati sepasang kekasih ada dalam pernikahan
  4. Menikah dapat melahirkan ketenangan, ikatan dan kasih sayang antara suami istri
  5. Allah akan mencukupi / menjadikan kaya pasangan laki-laki dan perempuan yang sudah menikah, karena itu menikah tidak perlu menunggu kaya atau hidup mapan
  6. Menikah akan mengembangkan keturunan umat manusia sholih yang beriman, Nabi adalah orang yang memperbanyak keturunan
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (21)
[Surah Ar-Rum (30) ayat 21]

 

بَابُ مَا جَاءَ فِي فَضْلِ النِّكَاحِ
1845 – حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَامِرِ بْنِ زُرَارَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ قَيْسٍ، قَالَ: كُنْتُ مَعَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ بِمِنًى، فَخَلَا بِهِ عُثْمَانُ فَجَلَسْتُ قَرِيبًا مِنْهُ، فَقَالَ لَهُ عُثْمَانُ: هَلْ لَكَ أَنْ أُزَوِّجَكَ جَارِيَةً بِكْرًا تُذَكِّرُكَ مِنْ نَفْسِكَ بَعْضَ مَا قَدْ مَضَى؟ فَلَمَّا رَأَى عَبْدُ اللَّهِ أَنَّهُ لَيْسَ لَهُ حَاجَةٌ سِوَى هَذَا، أَشَارَ إِلَيَّ بِيَدِهِ، فَجِئْتُ وَهُوَ يَقُولُ: لَئِنْ قُلْتَ ذَلِكَ، لَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ، فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

… sungguh-sungguh Rasulullah s.a.w. bersabda:”Wahai golongan pemuda, siapa yang diantara kalian mampu menikah maka menikahlah, sesungguhnya menikah itu akan menundukkan pandangan (tidak jelalatan), dan melindungi farji, barang siapa belum mampu maka puasalah, sesungguhnya puasa itu sebgai penekan syahwat”.
 

1846 – حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْأَزْهَرِ قَالَ: حَدَّثَنَا آدَمُ قَالَ: حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ مَيْمُونٍ، عَنِ الْقَاسِمِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «النِّكَاحُ مِنْ سُنَّتِي، فَمَنْ لَمْ يَعْمَلْ بِسُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي، وَتَزَوَّجُوا، فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الْأُمَمَ، وَمَنْ كَانَ ذَا طَوْلٍ فَلْيَنْكِحْ، وَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَعَلَيْهِ بِالصِّيَامِ، فَإِنَّ الصَّوْمَ لَهُ وِجَاءٌ»
__________
[حكم الألباني] حسن

…Aisah meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda,”Menikah adalah sebagian dari sunahku, barang siapa tidak mengamalkan sunahku maka bukan termasuk golonganku, maka menikahlah, sesungguhnya aku adalah orang yang memperbanyak umat diantara kamu sekalian. Barangsiapa mampu maka menikahlah, barangsiapa belum mempunyai kemampuan maka berpuasalah. Maka sesungguhnya puasa itu sebagai benteng”.
 

1847 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى قَالَ: حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُسْلِمٍ قَالَ: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مَيْسَرَةَ، عَنْ طَاوُسٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَمْ نَرَ – يُرَ – لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلُ النِّكَاحِ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

…Ibni Abas meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda,”Aku tidak melihat (diperlihatkan) pada dua orang yang saling mencintai seperti menikah.
Keterangan: Dua orang yang saling mencintai maka segeralah menikah.
 

بَابُ النَّهْيِ عَنِ التَّبَتُّلِ
1848 – حَدَّثَنَا أَبُو مَرْوَانَ مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ الْعُثْمَانِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ سَعْدٍ، قَالَ: «لَقَدْ رَدَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى عُثْمَانَ بْنِ مَظْعُونٍ التَّبَتُّلَ، وَلَوْ أَذِنَ لَهُ لَاخْتَصَيْنَا»
__________
[حكم الألباني] صحيح

…Sa’din meriwayatkan: Rasulullah SAW sungguh menolak pada Usman bin Maz’unin membujang, dan seandainya (Nabi) mengijinkan padanya niscaya memperbolehkan.
 

1849 – حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ آدَمَ، وَزَيْدُ بْنُ أَخْزَمَ، قَالَا: حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبِي، عَنْ قَتَادَةَ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ سَمُرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، «نَهَى عَنِ التَّبَتُّلِ» .
زَادَ زَيْدُ بْنُ أَخْزَمَ: وَقَرَأَ قَتَادَةُ: {وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً} [الرعد: 38]

… dari Samuroh, sesungguhnya Rasulalloh SAW melarang untuk membujang.
Zaid bin Akhzam menambahkan: Kotadah membaca:

{وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً} [الرعد: 38]

Dan sungguh-sungguh Aku (Allah) telah megutus beberapa utusan sebelum engkau (Muhammad) dan Aku menjadikan bagi mereka beberapa istri dan banyak keturunan. [Surah Ar-Radu ayat 38]

Iklan

6 responses to “Keutamaan Menikah dan Larangan Membujang

  1. Adakah pengajian setiap Minggunya?dimana n jam brpa

    Thanks You

  2. aku seorang duda baru 6 bulan 12 hari saat ini belum menikaha lagi apakah saya terkena ayat dfiatas,?

  3. Reblogged this on mesa komputer and commented:
    Photo Pernikahan

  4. Mohon maaf Ustadz, saya punya satu pertanyaan. Mohon agar kiranya ustadz berkenan menjawab pertanyaan saya. Jika mempunyai alasan yang cukup kuat untuk belum (atau bahkan tidak) menikah, apakah termasuk dalam golongan orang-orang yang berdosa?

    • Maaf sya yang balas, karena sya tahu sedikit,
      Hadis di atas kan menerangkan DENGAN SENGAJA TIDAK MAU MENIKAH, tapi kalau alasan nya menunda utk fokus di pekerjaan, atau kuliah, nd apa2. Kan hadis nya menerangkan SENGAJA TIDAK MAU MENIKAH. Tapi kalau tidak mau menikah tapi dia mampu, mungkin dari fisik atau harta, maka kenaan dalil ini, tapi kalau dia tidak mampu dari fisik( mungkin dia impoten, mohon maaf) dari pada menganiaya istri, maka tidak kena dalil ini. Jzakumullohu khoiro

  5. Assalamualaikum wr. wb

    saya ingin menanyakan. Apakah ada dalil menerangkan dilarang menikah dengan alasan berbeda golongan ?
    sekiranya ustadz bisa menjawab pertanyaan dari kami orang awam, terima kasih

    wassalamualaikum wr. wb

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s