Sami’na wa Atho’na

samnaApakah yang membedakan antara ORANG IMAN dengan ORANG MUNAFIK? Melalui Surah An-Nur ayat 47 – 51 Allah Subhanahu wata’ala menggambarkan perbedaan orang beriman dengan orang munafik.

Orang Iman, ketika mengetahui syariat, hukum-hukum atau perintah agama yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah Nabi, mereka mengatakan: ”Sami’na wa atho’na”. “Saya mendengarkan dan taat “, tanpa syarat!

Orang munafik adalah orang-orang yang mengaku beriman dan menyatakan sanggup taat namun kenyataannya mereka berpaling/ tidak mau/ keberatan/ membantah/ tidak taat pada peraturan Allah dan Rasul. Dalam ayat tersebut Allah Ta’ala menghukumi orang-orang munafik sebagai KAFIR. Jelasnya, orang munafik adalah orang kafir yang ada dalam kalangan kaum Muslimin.

“Jika aturan agama itu menguntungkan, mereka akan menjalankan dengan antusias”, demikian secara spesifik ayat 49 Surah An-Nur menjelaskan salah satu watak orang munafik. Bisa disimpulkan orang munafik adalah mereka yang pilih-pilih dalam menjalankan perintah agama; antara menguntungkan atau tidak, menyenangkan atau menyusahkan, mudah atau sulit, berat atau ringan.

Ayat-ayat Allah tentang ORANG MUNAFIK perlu diwaspadai oleh setiap Muslimin bahwa keimanan seseorang TIDAK dinilai dari tingginya ilmu namun terutama adalah karena kadar ketaatannya. Taat adalah syariat yang mutlak dalam Islam, tidak bisa ditawar-tawar, tidak boleh pilih-pilih, suka atau tidak suka, berat atau ringan.

Dan kenapa orang munafik tidak bisa taat? Jawabnya ada di ayat 50.

  1. Meraka adalah orang yang sakit hatinya,
  2. mereka ragu-ragu dengan kebenaran Al-Quran dan Sunnah,
  3. mereka curiga diperlakukan sewenang-wenang (diplokoto = Jawa) oleh pengurusnya.

Justru mereka yang tidak taat itulah orang-orang yang dholim.

38 – (1839) حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا لَيْثٌ، عَنْ عُبَيْدِ اللهِ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ قَالَ: «عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ فِيمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ، إِلَّا أَنْ يُؤْمَرَ بِمَعْصِيَةٍ، فَإِنْ أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ، فَلَا سَمْعَ وَلَا طَاعَةَ» ،

… sesungguhnya Nabi s.a.w. bersabda: “Wajib atas setiap orang Islam mendengarkan dan taat dalam perintah yang menyenangkan maupun yang membencikan selagi tidak diperintah maksiat…al-hadist”

[Shohih Muslim 38 (1839) Kitabul Imaroh]

 

…قَالَ: «تَسْمَعُ وَتُطِيعُ لِلْأَمِيرِ، وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ، وَأُخِذَ مَالُكَ، فَاسْمَعْ وَأَطِعْ»

… Nabi bersabda:” Mendengarkanlah dan taatlah pada Amir, seandainya dipukul punggungmu, dan dirampas hartamu, maka dengarkanlah dan taatlah”.

[Hadist SHOHIH Muslim No. 52 (1847) Kitabul Imaroh]

 

Surah An-Nur ayat 47 – 50

وَيَقُولُونَ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالرَّسُولِ وَأَطَعْنَا ثُمَّ يَتَوَلَّى فَرِيقٌ مِنْهُمْ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ وَمَا أُولَئِكَ بِالْمُؤْمِنِينَ (47)

“Dan mereka (munafik) berkata: “Saya iman kepad Allah dan kepada Rasul dan kami mau taat kemudian mereka berpaling sebagian dari mereka setelah demikian (iman), dan tidak ada mereka dengan iman”.

وَإِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ إِذَا فَرِيقٌ مِنْهُمْ مُعْرِضُونَ (48)

“Ketika diserukan pada Allah dan Rasul-Nya agar dihukumi diantara mereka ketika itu sebagaian mereka berpaling”.

وَإِنْ يَكُنْ لَهُمُ الْحَقُّ يَأْتُوا إِلَيْهِ مُذْعِنِينَ (49)

”Jika baginya menguntungkan maka mereka mendatangi (menjalankan) hukum/ perintah dengan cepat-cepat”.

أَفِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ أَمِ ارْتَابُوا أَمْ يَخَافُونَ أَنْ يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَرَسُولُهُ بَلْ أُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (50)

”Adakah dalam hati mereka sakit, atau ragu-ragu atau mereka kuatir jika Allah dan Rasulnya sewenang-wenang, justru mereka itulah orang yang dholim”.

Iklan

4 responses to “Sami’na wa Atho’na

  1. Alhamdulillah always qhj 354

  2. Ajzkkh

  3. Subhanalloh..
    Dan bagi pengurus supaya arif..amanah..adil..dan bijaksana..
    karena pengatur adalah pengembala yang akan di tanya tentang gembalaanya..
    Presiden akan di tanya tentang rakyatnya..
    yang jadi direktur..akan di tanya tentang karyawanya..
    yang jadi pengurus akan di tanya tentang jamaahnya..
    ingatlah orang iman dgn orang iman adalah kal jasadil wahid (seperti badan yang satu)
    Tidaklah makan seseorang ketika tumbuh besar hanya kepalanya..
    atau hanya kepala..tangan kanan dan kirinya..

    Alhamdulillah jaza kumullohu khoiro

  4. Subhanalloh….
    Ya Allah berilah hatiku, bisa menjalankan peritah Mu, dengan SAMI’NA WA ATHO’NA.
    Ajkk

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s