Beratnya Mati Meninggalkan Hutang

mati-meninggalkan-hutangDiingatkan pada kaum Muslimin agar tidak main-main dengan hutangnya. Seorang mu’min yang berhutang hendaklah segera melunasi hutangnya sesuai jatuh tempo atau berusaha dengan sungguh-sungguh untuk membayarnya. Orang yang mati syahid-pun tidak bisa masuk surga kecuali telah dilunasi hutangnya. “Para syuhada’ diampuni semua dosanya kecuali hutang”, demikian sabda Nabi s.a.w. sebagaimana tertulis dalam Hadist Shohih Muslim No. 119 – (1886) Kitabul Imaroh.

Soal hutang piutang Rasulullah s.a.w. memberi contoh dengan membayar hutang sebelum jatuh tempo dan membayar yang lebih baik. Allah Ta’ala mengampuni dosa-dosa orang yang mudah dalam jual beli dan mudah dalam membayar hutangnya.

Mengingat beratnya mati meninggalkan hutang maka prioritas pertama bagi ahli waris adalah melunasi hutang-hutang si mayit sebelum menyelesaikan masalah wasiat dan waris.
 

119 – (1886) حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ يَحْيَى بْنِ صَالِحٍ الْمِصْرِيُّ، حَدَّثَنَا الْمُفَضَّلُ يَعْنِي ابْنَ فَضَالَةَ، عَنْ عَيَّاشٍ وَهُوَ ابْنُ عَبَّاسٍ الْقِتْبَانِيُّ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ يَزِيدَ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحُبُلِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ «يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلَّا الدَّيْنَ»

… sesungguhnya Rasulalloh s.a.w. bersabda: “Para syuhada’ diampuni semua dosanya kecuali hutang”.

[Hadist Shohih Muslim No. 119 – (1886) Kitabul Imaroh]

 

1640 – حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ طَلْحَةَ اليَرْبُوعِيُّ الكُوفِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ، عَنْ حُمَيْدٍ، عَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” القَتْلُ [ص:176] فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُكَفِّرُ كُلَّ خَطِيئَةٍ، فَقَالَ جِبْرِيلُ: إِلَّا الدَّيْنَ “، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِلَّا الدَّيْنَ» ….
__________
[حكم الألباني] : صحيح

… Rasulullah s.a.w. bersabda: “Orang yang mati dalam Sabilillah dihapus seluruh kesalahannya. Jibril menyahut: kecuali hutangnya, maka Nabi menimpali: “kecuali hutangnya”.

[Hadist Sunan Termidzi no. 1640 Abwabul Fadhlil Jihad]

 

1078 – حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ زَكَرِيَّا بْنِ أَبِي زَائِدَةَ، عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «نَفْسُ المُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ»
__________
[حكم الألباني] : صحيح

… Rasulullah s.a.w. bersabda: “Diri (nyawa) seseorang digantungkan oleh hutangnya sampai dilunasi hutang-hutangnya”.

[Hadist Sunan Termidzi No. 1078 Abwabul Janaiz]

 

1316 – حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ قَالَ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ صَالِحٍ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: اسْتَقْرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِنًّا، فَأَعْطَاهُ سِنًّا خَيْرًا مِنْ سِنِّهِ، وَقَالَ: «خِيَارُكُمْ أَحَاسِنُكُمْ قَضَاءً»

… Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w. membayar hutang onta dengan onta yang lebih baik dan Nabi bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang bagus dalam membayar hutangnya”.

[Hadist Sunan Termidzi No. 1316 Kitabul Buyu’]

 

1320 – حَدَّثَنَا عَبَّاسٌ الدُّورِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الوَهَّابِ بْنُ عَطَاءٍ قَالَ: أَخْبَرَنَا إِسْرَائِيلُ، عَنْ زَيْدِ بْنِ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ المُنْكَدِرِ، عَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «غَفَرَ اللَّهُ لِرَجُلٍ كَانَ قَبْلَكُمْ، كَانَ سَهْلًا إِذَا بَاعَ، سَهْلًا إِذَا اشْتَرَى، سَهْلًا إِذَا اقْتَضَى» هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الوَجْهِ
__________
[حكم الألباني] : صحيح

… Jabir meriwayatkan: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Allah mengampuni laki-laki sebelum kalian, mereka adalah yang mudah ketika menjual dan mudah ketika membeli dan mudah membayar hutangnnya”.

[Hadist Sunan Termidzi No. 1320 Kitabul Buyu’]
Iklan

3 responses to “Beratnya Mati Meninggalkan Hutang

  1. Bagi penjual dilarang nembak harga pada pembeli..
    dan untuk pembeli sebaiknya tanyakan dulu berapa harganya..
    bila terjadi negosiasi/tawar menawar maka mudahkanlah…
    tetap gunakan senyuman bila menawar.. hehee..Ajkh.

  2. upayakan setiap orang iman ,saat dipanggil oleh Yang Maha Kuasa sudah bersih tanpa “Hutang”, jangan membebankan atau “jagakne” pada ahli waris,yang tidak semuanya bisa menyelesaikan hutangnya,dan berarti kerugian besar sudah menghadang kita diakhirot nanti.

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s