Menegakkan Hukum

LDII - Keadilan Hukum - Islam adalah agama yang menjunjung tinggi keadilan hukum. Rasulullah s.a.w. mengisyaratkan rusaknya suatu bangsa karena mereka mempermainkan hukum. Nabi marah ketika orang kesayangan beliau, Usamah bin Zaid, memintakan keringanan hukuman bagi seorang perempuan terdakwa pencurian bernama Fatimah binti Astwad.

“Demi Allah, seandainya Fatimah anakku mencuri pasti aku potong tangannya”, demikian sabda Nabi tertulis dalam Hadist Shohih Bukhari No. 3475 Kitabul Ambiya’. Kemudian Nabi s.a.w. menceritakan kerusakan bangsa Bani Israil karena menerapkan hukum hanya pada kaum miskin yang lemah, sementara para bangsawan mereka bebas mengerjakan pelanggaran hukum.

3475 – حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا لَيْثٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّ قُرَيْشًا أَهَمَّهُمْ شَأْنُ المَرْأَةِ المَخْزُومِيَّةِ الَّتِي سَرَقَتْ، فَقَالُوا: وَمَنْ يُكَلِّمُ فِيهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ فَقَالُوا: وَمَنْ يَجْتَرِئُ عَلَيْهِ إِلَّا أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ، حِبُّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَلَّمَهُ أُسَامَةُ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” أَتَشْفَعُ فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ، ثُمَّ قَامَ فَاخْتَطَبَ، ثُمَّ قَالَ: إِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ قَبْلَكُمْ، أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ، وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الحَدَّ، وَايْمُ اللَّهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا “

… Aisyah r.a. menceritakan: “Kaum Kuraisy dibuat kecewa dengan perbuatan seorang permpuan dari marga Makhzumiyah yang mencuri. Para sahabat bertanya: “Siapakah yang bisa melobi Rasulalloh s.a.w.? Mereka menjawab: “Tidak ada yang berani mendekati Nabi kecuali Usmah bin Zaid, orang kesayangan Rasulillah s.a.w., maka Usamah berbicara pada Nabi.

Maka Nabi menjawab: “Apakah kalian memintakan keringanan atas hukum Allah? Kemudian Nabi berdiri dan berkhutbah: ”Sesungguhnya telah rusak orang-orang sebelum kalian, sesungguhnya ketika orang terpandang mereka mencuri mereka membiarkan, akan tetapi ketika orang dhuafa mencuri diantara mereka, mereka menerapkan hukum padanya. Demi Allah seandainya Fatimah anakku mencuri pasti aku potong tangannya”.

[ Hadist Shohih Bukhari No. 3475 Kitabul Ambiya’]
Iklan

One response to “Menegakkan Hukum

  1. mas/ mbak, ada artikel tentang hukum mahrrom nggak?? kalo blm ada
    amshol deskripsiin dong tentang hukum mahrom, saya masih kurang paham..

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s