Dibencinya Sajak Dalam Doa

LDII - Doa - Salah satu syariat pokok dalam Islam adalah berdoa. Berdoa hukumnya wajib bagi setiap orang beriman. Orang-orang yang tidak mau berdoa kepada Allah berarti mereka sombong dan diancam siksa neraka yang hina. Sebagaimana Firman Allah dalam Surah Ghofir ayat 60:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ (60)

“Dan Tuhanmu berfirman: Mintalah kepadaKu akan Aku kabulkan permintaanmu, sesungguhnya orang-orang yang sombong dari ibadah kepadaKu akan Aku masukkan ke dalam neraka jahanam dengan hina”

Sebagai ibadah pokok, berdoa harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, mantap dan khusuk. Berdoa tidak boleh dengan ragu-ragu atau dibuat main-main. Salah satu yang dibenci dalam Islam adalah berdoa dengan menggunakan sajak atau lagu-lagu. Dengan kata lain melagukan doa atau membuat lagu atau syair berisi doa adalah makruh hukumnya.

Sebagaimana disebutkan dalam Hadist Shohih Bukhari No. 6337 Kitabu Da’wat Sahabat Abas menasehatkan beberapa hal:

  1. Mengajarkan ilmu agama (Quran dan hadist) jangan setiap hari, cukup seminggu sekali atau maksimal seminggu 3 kali saja agar jamaah tidak bosan.
  2. Sampaikan ajaran agama dengan cara yang menyenangkan. Jangan menasehatkan agama dengan menyela omongan orang lain sehingga mereka jengkel. Biarkan dan perhatikan orang berbicara sampai selesai kemudian setelah ada kesempatan maka berbicaralah.
  3. Jauhilah sajak-sajak dalam doa, kami dan para sahabat telah berjanji pada Rasulalloh tidak akan membuat sajak-sajak doa.
بَابُ مَا يُكْرَهُ مِنَ السَّجْعِ فِي الدُّعَاءِ
6337 – حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ السَّكَنِ، حَدَّثَنَا حَبَّانُ بْنُ هِلاَلٍ أَبُو حَبِيبٍ، حَدَّثَنَا هَارُونُ المُقْرِئُ، حَدَّثَنَا الزُّبَيْرُ بْنُ الخِرِّيتِ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: «حَدِّثِ النَّاسَ كُلَّ جُمُعَةٍ مَرَّةً، فَإِنْ أَبَيْتَ فَمَرَّتَيْنِ، فَإِنْ أَكْثَرْتَ فَثَلاَثَ مِرَارٍ، وَلاَ تُمِلَّ النَّاسَ هَذَا القُرْآنَ، وَلاَ أُلْفِيَنَّكَ تَأْتِي القَوْمَ وَهُمْ فِي حَدِيثٍ مِنْ حَدِيثِهِمْ، فَتَقُصُّ عَلَيْهِمْ، فَتَقْطَعُ عَلَيْهِمْ حَدِيثَهُمْ فَتُمِلُّهُمْ، وَلَكِنْ أَنْصِتْ، فَإِذَا أَمَرُوكَ فَحَدِّثْهُمْ وَهُمْ يَشْتَهُونَهُ، فَانْظُرِ السَّجْعَ مِنَ الدُّعَاءِ فَاجْتَنِبْهُ» ، فَإِنِّي عَهِدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابَهُ لَا يَفْعَلُونَ إِلَّا ذَلِكَ يَعْنِي لاَ يَفْعَلُونَ إِلَّا ذَلِكَ الِاجْتِنَابَ
Iklan

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s