Shalat Qoshor dan Jama’

LDII - Sholat Jama' dan Qoshor -Kaum Muslimin yang sedang bepergian mendapatkan keringanan dalam mengerjakan shalat. Shalat wajib yang biasanya dikerjakan empat (4) rakaat seperti; dhuhur, ashar dan isya’, bisa diringkas menjadi 2 rakaat. Meringkas sholat 4 rakaat menjadi 2 rakaat disebut QOSHOR.

Kemurahan kedua bagi musafir adalah men-jama’ sholat, yaitu menggabung dua waktu shalat dalam satu waktu. Shalat-shalat yang biasa digabung waktunya adalah: shalat isya’ dikerjakan waktu maghrib atau shalat maghrib dikerjakan waktu isya’. Juga shalat ashar dikerjakan waktu dhuhur atau sebaliknya shalat dhuhur dikerjakan dalam waktu ashar.

Batasan dari bepergian adalah; jarak yang jauhnya bila ditempuh dengan jalan kaki lamanya 1 hari dan 1 malam atau ± 90 km dan lamanya bepergian tidak lebih dari 19 (sembilan belas) hari. Shalat jama’ dan qoshor bisa dikerjakan bila sudah keluar dari kampung halaman.

Salat dalam perjalanan juga bisa dilaksanakan di dalam kendaraan saat kendaraan sedang berjalan namun bila memungkinkan diusahakan untuk turun dan menghadap kiblat.

495 – حَدَّثَنَا أَبُو الوَلِيدِ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَوْنِ بْنِ أَبِي جُحَيْفَةَ، قَالَ: سَمِعْتُ أَبِي: «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى بِهِمْ بِالْبَطْحَاءِ وَبَيْنَ يَدَيْهِ عَنَزَةٌ، الظُّهْرَ رَكْعَتَيْنِ، وَالعَصْرَ رَكْعَتَيْنِ، تَمُرُّ بَيْنَ يَدَيْهِ المَرْأَةُ وَالحِمَارُ»

… ‘Aun bin Abi Juhaifah meriwayatkan: Saya mendengar ayahku: “Sesungguhnya Nabi s.a.w. sholat dengan mereka di Bat’ha (844 km dari Madinah) dan didepannya ditancapkan tongkat, dhuhur dua rakaat dan asar dua rakaat, perempuan dan khimar lewat di depan Nabi”.

[Hadist Shohih Bukhari No. 495 Kitabu Sholah]

 

1080 – حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ عَاصِمٍ، وَحُصَيْنٍ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: «أَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تِسْعَةَ عَشَرَ يَقْصُرُ، فَنَحْنُ إِذَا سَافَرْنَا تِسْعَةَ عَشَرَ قَصَرْنَا، وَإِنْ زِدْنَا أَتْمَمْنَا»

… Ibni Abas meriwayatkan: Nabi s.a.w. menetap selama Sembilan belas hari dengan mengqoshor shalat, maka saya ketika bepergian Sembilan elas hari kami mengqoshor, dan jika lebih lama kami sempurnakan shalat”.

[Hadist Shohih Bukhari No. 1080 Kitabul Jama’ah]

 

1089 – حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، قَالَ [ص:44]: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ المُنْكَدِرِ، وَإِبْرَاهِيمَ بْنِ مَيْسَرَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: «صَلَّيْتُ الظُّهْرَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْمَدِينَةِ أَرْبَعًا، وَبِذِي الحُلَيْفَةِ رَكْعَتَيْنِ»

… Anas bin Malik meriwayatkan: Aku sholat dhuhur bersama Nabi s.a.w. di Madinah empat rakaat, dan shalat di dhul Hulaifah dua rakaat”.

[Hadist Shohih Bukhari No. 1089 Kitabul Jama’ah]

 

1091 – حَدَّثَنَا أَبُو اليَمَانِ، قَالَ: أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ: أَخْبَرَنِي سَالِمٌ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: «رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَعْجَلَهُ السَّيْرُ فِي السَّفَرِ يُؤَخِّرُ المَغْرِبَ، حَتَّى يَجْمَعَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ العِشَاءِ» قَالَ سَالِمٌ: وَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَفْعَلُهُ إِذَا أَعْجَلَهُ السَّيْرُ “

… Abdillah bin Umar meriwayatkan: “Saya melihat Rasulalloh s.a.w. ketika tergesa-gesa dalam perjalanan beliau mengakhirkan shalat maghrib, sampai menggabung antara maghrib dan isya’.

Salim mengatakan: Dan Abdullah bin Umar r.a. juga pernah mengerjakan demikian ketika perjalanan mendesak.

[Hadist Shohih Bukhari No. 1091 Kitabul Jama’ah

 

Iklan

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s