Sitroh Dalam Sholat

LDII - Sitroh Shalat - Melintas di depan orang sholat adalah dosa. Karena itu seseorang yang akan sholat hendaknya membuat sitroh di depannya. Sitroh adalah pemisah / penghalang antara area sholat dengan tempat lalu-lalang manusia. Sitroh bisa berupa tongkat, kendaraan, kursi, atau benda apa saja.

Pada jaman Nabi sitroh berupa tongkat atau pedang yang ditancapkan didepan imam sholat. Tiang di dalam masjid juga bisa menjadi sitroh. Untuk sholat berjamaah sitroh diletakkan di depan imam.

Walaupun demikian tidak ada suatu apapun yang dapat memutus / membatalkan shalat seseorang kecuali hadas. Termasuk sholat di belakang orang yang sedang tidur, juga tidak membatalkan shalat.
 

494 – حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ يَعْنِي ابْنَ مَنْصُورٍ [ص:106]، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ: «أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا خَرَجَ يَوْمَ العِيدِ أَمَرَ بِالحَرْبَةِ، فَتُوضَعُ بَيْنَ يَدَيْهِ، فَيُصَلِّي إِلَيْهَا وَالنَّاسُ وَرَاءَهُ، وَكَانَ يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي السَّفَرِ» ، فَمِنْ ثَمَّ اتَّخَذَهَا الْأُمَرَاءُ

… Ibni Umar meriwayatkan: Sesungguhnya Rasulalloh s.a.w. ketika keluar shalat Ied beliau memerintahkan menancapkan pedang di depannya, maka beliau sholat di belakang pedang dan manusia berjamaah di belakang, begitu juga beliau berbuat begitu saat shalt dalam bepergian”.

[Hadist Shohih Bukhari No. 494 Kitabu Sholah]

 

495 – حَدَّثَنَا أَبُو الوَلِيدِ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَوْنِ بْنِ أَبِي جُحَيْفَةَ، قَالَ: سَمِعْتُ أَبِي: «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى بِهِمْ بِالْبَطْحَاءِ وَبَيْنَ يَدَيْهِ عَنَزَةٌ، الظُّهْرَ رَكْعَتَيْنِ، وَالعَصْرَ رَكْعَتَيْنِ، تَمُرُّ بَيْنَ يَدَيْهِ المَرْأَةُ وَالحِمَارُ»

… ‘Aun bin Abi Juhaifah meriwayatkan: Saya mendengar ayahku: “Sesungguhnya Nabi s.a.w. sholat dengan mereka di Bat’ha (1.427 km dari madinah) dan didepannya ditancapkan tongkat, dhuhur dua rakaat dan asar dua rakaat, perempuan dan khimar lewat di dean Nabi”.

[Hadist Shohih Bukhari No. 495 Kitabu Sholah]

 
 

Iklan

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s