Haji Sambil Berdagang

LDII - Haji Sambil Berdagang - Pada masa jahiliyah orang-orang kafir Quraish biasa berdagang di pasar Ukadz, Majanah dan Dhul Majaz selama musim haji. Dalam Islam para shahabat merasa takut untuk berdagang dalam musim haji. Kemudian Allah menurunkan Surah Al-Baqarah ayat 198 yang menegaskan bolehnya seorang Muslim berhaji sambil berdagang termasuk pada waktu ihram.

Ayat ini sekaligus keleluasaan bagi kaum Muslimin untuk pergi haji ke Baitullah melalui jalur apapun. Berhaji selama masa kontrak kerja, atau semula niat bekerja mencari maisah di Makah kemudian berhaji. Berhaji sambil wisata juga tidak ada larangan. Pendapat bahwa orang berhaji niatnya harus murni untuk haji saja tidak boleh diboncengi niat lainnya adalah semata pendapat yang tidak berlandaskan dalil.

4519 – حَدَّثَنِي مُحَمَّدٌ، قَالَ: أَخْبَرَنِي ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَمْرٍو، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: ” كَانَتْ عُكَاظُ، وَمَجَنَّةُ، وَذُو المَجَازِ أَسْوَاقًا فِي الجَاهِلِيَّةِ، فَتَأَثَّمُوا أَنْ يَتَّجِرُوا فِي المَوَاسِمِ، فَنَزَلَتْ: {لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ} [البقرة: 198] . فِي مَوَاسِمِ الحَجِّ “

… Ibni Abas meriwayatkan: “Dahulu ‘Ukad, dan Majannah, da Dhul Majaz adalah pasar dalam masa jahiliyah, maka kaum Muslimin merasa berdosa apabila berdagang selama musim haji, maka Allah menurunkan ayat: “Tidak dosa bagi kalian jika mencari kefadholan dari Tuhanmu [Surah Al-Baqoroh ayat 198]. Dalam musim haji.

[Hadist Shohih Bukhari ayat 198 Kitabul Tafsir Qur’an]

 

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ (198)

Tidak ada dosa bagi kalian jika mencari kefadholan dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafat, berdzikirlah kepada Allah di Masy´arilharam. Dan berdzikirlah pada Allah sebagaimana Allah memberi hidayah pada kamu sekalian; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.

[Surah Al-Baqarah ayat 198]

 

Iklan

2 responses to “Haji Sambil Berdagang

  1. Assalamualaikum, apakah wajib untuk muallaf membuang tatto , kalao iy tolong dijabarkan, kalao tidak tolong pencerahannya. Alhamdulillah jazakallahu khairoh

  2. Mulyadi Mulyadi

    ajzkk.

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s