Mansuh dan Naseh Ayat-ayat Al-Quran

LDII  - Mansuh dan Naseh -Dalam Kitab Suci Al-Quran Allah yang maha Barokah menggantikan suatu ayat dengan ayat lain yang lebih baik atau sepadan dengannya. Ayat-ayat yang sudah tidak berlaku disebut mansuh dan ayat –ayat pengganti adalah naseh. Pertama kali yang dimansuh oleh Allah adalah ayat tentang Kiblat sholat.

Dalam Surah Al-Baqoroh ayat 240, semula Allah menetapkan seorang istri yang ditinggal mati suaminya agar menetapi iddah selama satu tahun di dalam rumah suaminya dengan mendapatkan hak nafkah dari harta peninggalan almarhum suami. Kemudian ayat itu diganti dengan Surah Al-Baqoroh ayat 234 yang menyebutkan iddah wanita yang suaminya mati adalah 4 bulan 10 hari.

Dalam Kitab Mushaf Usmani saat ini ayat-ayat mansuh tidak dihilangkan namun tetap ditampilkan. Ibnu Zubair bertanya kepada Usman bin Affan tentang ayat yang di Surah Al-Baqarah: “{وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا} sungguh ayat tersebut telah diganti dengan ayat lain, kenapa engkau masih menuliskannya? Usman menjawab: “Wahai keponakanku, janganlah merubah sesuatu dari tempatnya”. [Hadist Shohih Bukhari No. 4536 Kitabu Tafsir Quran]

4536 – حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي الأَسْوَدِ، حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ الأَسْوَدِ، وَيَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ، قَالا: حَدَّثَنَا حَبِيبُ بْنُ الشَّهِيدِ، عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ، قَالَ: قَالَ ابْنُ الزُّبَيْرِ: قُلْتُ لِعُثْمَانَ: هَذِهِ الآيَةُ الَّتِي فِي البَقَرَةِ {وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا} [البقرة: 234] إِلَى قَوْلِهِ {غَيْرَ إِخْرَاجٍ} [البقرة: 240] قَدْ نَسَخَتْهَا الأُخْرَى، فَلِمَ تَكْتُبُهَا؟ قَالَ: «تَدَعُهَا يَا ابْنَ أَخِي، لاَ أُغَيِّرُ شَيْئًا مِنْهُ مِنْ مَكَانِهِ» ، قَالَ حُمَيْدٌ: أَوْ نَحْوَ هَذَا

 

مَا نَنسَخْ مِنْ آيَةٍ أَوْ نُنسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍ مِّنْهَا أَوْ مِثْلِهَا أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللّهَ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Ayat-ayat yang Aku (Allah) gantikan, atau Aku (Allah) jadikan (manusia) lupa kepadanya, Aku datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?
Al-Baqarah (2) Ayat 106

وَإِذَا بَدَّلْنَا آيَةً مَّكَانَ آيَةٍ وَاللّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُنَزِّلُ قَالُواْ إِنَّمَا أَنتَ مُفْتَرٍ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ

Dan ketika  Aku (Allah) menggantikan suatu ayat di tempat ayat yang lain dan Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: “Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-ada saja”. Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui.
An-Nahl (16) Ayat 101

يَمْحُو اللّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِندَهُ أُمُّ الْكِتَابِ

Allah menghapuskan apa-apa (ayat) yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh).
Ar-Ra’du (13) Ayat 39

مَا اسْتُثْنِيَ مِنْ عِدَّةِ الْمُطَلَّقَاتِ- 3499أَخْبَرَنَا زَكَرِيَّا بْنُ يَحْيَى، قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ: أَنْبَأَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ وَاقِدٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي أَبِي، قَالَ: أَنْبَأَنَا يَزِيدُ النَّحْوِيُّ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ: ” فِي قَوْلِهِ {مَا نَنْسَخْ مِنْ آيَةٍ أَوْ نُنْسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍ مِنْهَا أَوْ مِثْلِهَا} [البقرة: 106] وَقَالَ: {وَإِذَا بَدَّلْنَا آيَةً مَكَانَ آيَةٍ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُنَزِّلُ} [النحل: 101] الْآيَةَ، وَقَالَ: {يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ} [الرعد: 39] فَأَوَّلُ مَا نُسِخَ مِنَ الْقُرْآنِ الْقِبْلَةُ، وَقَالَ: {وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ} [البقرة: 228] وَقَالَ: {وَاللَّائِي يَئِسْنَ مِنَ الْمَحِيضِ مِنْ نِسَائِكُمْ إِنْ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلَاثَةُ أَشْهُرٍ} [الطلاق: 4] فَنُسِخَ مِنْ ذَلِكَ، قَالَ تَعَالَى: {وَإِنْ طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوهُنَّ} [البقرة: 237] {فَمَا لَكُمْ عَلَيْهِنَّ مِنْ عِدَّةٍ تَعْتَدُّونَهَا} [الأحزاب: 49] “

__________
[حكم الألباني] حسن صحيح

dari Ibni Abas dalam Firman Allah: “Ayat-ayat yang Aku (Allah) gantikan, atau Aku jadikan (manusia) lupa kepadanya, Aku datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. [Al-Baqarah (2) Ayat 106] dan (Allah) berfirman: “Dan ketika itu saya gantikan suatu ayat di tempat ayat yang lain dan Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya” [An-Nahl (16) Ayat 101] Allah menghapuskan apa-apa (ayat) yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh) [ Ar-Ra’d (13) Ayat 39] dan pertama kali ayat yang di naseh daari Al-Quran adalah tentang kiblat. Dan (Allah) berfirman: “Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’…” [Al-Baqarah (2) Ayat 228] Dan (Allah) berfirman: “Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan…” [At-Talaaq (65) Ayat 4] maka dimansuh dari demikian (ketentuan) maka Allah ta’ala berfirman: “Jika kamu menceraikan istri-istrimu sebelum menjima’ mereka [Al-Baqarah (2) Ayat 237] maka sekali-sekali tidak wajib atas mereka ‘iddah bagimu yang kamu minta menyempurnakannya. [Al-Ahzab (33) Ayat 49]
Hadist Nasa’I No 3499 Kitabu Thalaq

Iklan

4 responses to “Mansuh dan Naseh Ayat-ayat Al-Quran

  1. Mohammad Mansur

    Dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 134 dan 140 yang saya baca kok berbeda ya bunyinya (artinya) dengan yang tersebut di atas. Kira-kira disebabkan apa yaa ? Mohon penjelasan, terima kasih, dan mohon maaf. Syukron.

  2. kata kata ayat ayat dalam alquran hanya sekali merujuk kepada ayat/kalimat alquran itu sendiri…

    nansakh tidak ada dalam aquran,, kalau anda percaya adanya ayat ayat alquran yang tergantikan dengan ayat lainnya yg lebih baik .. ini merupakan pelecehan kepada alquran dan hinaan kepada kitab allah… yang mana saya yakini bebas dari kesalahan ,, ataupun membutuhkan koreksi/penggantian dengan ayat lainnya…

    kalau bicara kata ” ayat ” dalam alquran lebih sering diartikan sebagai MUKZIZAT
    tidak percaya cari sendiri dalam aquran

    2:106 Ayat (MUKZIZAT) mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tiadakah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?

    • Pernyataan anda ini menunjukkan betapa bahayanya memaknai dan memahami Al-Quran dan Al-Hadist dengan royi / pendapat atau angan-angan sendiri tanpa berguru pada ulama terdahulu.

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s