Hati-hati Dengan Kalimat Laa Ilaaha Illalloh

Ayo, Mengkaji Quran dan HadistHadist Shohih Muslim no. (31)-52 mengisahkan; Ketika Abu Hurairah mendakwahkan: “Barangsiapa bersaksi bahwasannya tidak ada tuhan selain Allah dengan yakin dalam hatinya, maka kabar gembira baginya akan Surga”, Umar bin Khatab memukul dada Abu Hurairah hingga terjerembab pantatnya jatuh ke tanah.

Kemudian Umar bin Khatab protes pada Rasulullah s.a.w. : “Wahai Yang Mulya Rasulullah, janganlah engkau dakwahkan itu, sesungguhnya saya kuatir bila manusia berserah diri (meninggalkan syariat Islam yang lain), biarkanlah umat beramal sebagaimana mestinya”. Setelah itu Rasulullah s.a.w. melarang menggembar gemborkan dakwah tauhid itu.

Kekhawatiran Umar bin Khatab saat ini terbukti, banyak umat yang merasa cukup menjadi orang Islam hanya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat tanpa mengamalkan syariat yang lain. Banyak orang merasa bisa masuk Surga hanya dangan bermodal dua kalimat shahadat.

Orang-orang yang tidak mengerjakan sholat lima waktu itu marah ketika disebut dirinya KAFIR!, karena ia merasa telah mengucapkan kalimat tauhid. Padahal orang-orang yang tidak sholat hukumnya adalah kafir meskipun dia tiap hari mengucap kalimat syahadat.

Sahabat Muadz bin Jabal yang pertama kali mendengarkan sabda Rasullah itu pun tidak pernah menyampaikan dalil tersebut kecuali hanya sekali saat menjelang ajalnya, karena ia kuatir menyembunyikan ayat.
 

134 – (82) حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ، وَعُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، كِلَاهُمَا عَنْ جَرِيرٍ، قَالَ يَحْيَى: أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي سُفْيَانَ، قَالَ: سَمِعْتُ جَابِرًا، يَقُولُ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلَاةِ»

… Jabir meriwayatkan: saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya pemisah antara seorang laki-laki (iman) dengan kemusyrikan dan kekafiran adalah meninggalkan sholat”.
[Hadist Shohih Muslim No. 134 – (82)
 

463 – أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ قَالَ: أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى، عَنِ الْحُسَيْنِ بْنُ وَاقِدٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ الْعَهْدَ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمِ الصَّلَاةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

…Rasulullah SAW bersabda,”Sesungguhnya janji yang membedakan antara kita (orang iman) dan mereka (orang kafir) adalah salat, barangsiapa meninggalkan salat maka sungguh-sungguh ia telah KAFIR“.
[Hadist Nasai No. 463 Kitabu Sholah]
 

49 – (30) حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ سَلَّامُ بْنُ سُلَيْمٍ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، قَالَ: كُنْتُ رِدْفَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى حِمَارٍ، يُقَالُ لَهُ: عُفَيْرٌ، قَالَ: فَقَالَ: «يَا مُعَاذُ، تَدْرِي مَا حَقُّ اللهِ عَلَى الْعِبَادِ؟ وَمَا حَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللهِ؟» قَالَ: قُلْتُ: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: «فَإِنَّ حَقَّ اللهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوا اللهَ، وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَحَقَّ الْعِبَادِ عَلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ لَا يُعَذِّبَ مَنْ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا» ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَفَلَا أُبَشِّرُ النَّاسَ، قَالَ: «لَا تُبَشِّرْهُمْ فَيَتَّكِلُوا»

… Muadz bin Jabal meriwayatkan: Suatu ketika saya dibonceng oleh Rasulullah s.a.w. di atas khimar, namanya “ufairun”,

Nabi bertanya kepadaku: “Wahai Muadz, tahukah engkau haqnya Allah atas hambanya? Dan apa haqnya hamba atas Allah?

Aku (Muadz) menjawab: “Alloh dan utusannya lebih mengetahui”.

Nabi bersabda: “Sesunguhnya haqnya Allah pada hambanya adalah menyembah pada Allah dan tidak menyekutukan dengan suatu apapun, dan haqnya hamba atas Allah yang Maha Agung dan Maha Tinggi bahwa tidak menyiksa hamba-hamba yang tidak syirik padaNya”.

Aku (Muadz) bertanya: “Wahai rasulullah, adakah tidak aku kabarkan pada manusia?”

Nabi menjawab: “Jangan mengabari manusia (tentang dalil ini) sebab mereka akan berpasrah diri (tidak mau ibadah)”

[Hadist Shohih Muslim No. 40 – (30) Kitabul Iman]

53 – (32) حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، أَخْبَرَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ قَتَادَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ، أَنَّ نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ رَدِيفُهُ عَلَى الرَّحْلِ، قَالَ: «يَا مُعَاذُ» قَالَ: لَبَّيْكَ رَسُولَ اللهِ وَسَعْدَيْكَ، قَالَ: «يَا مُعَاذُ» قَالَ: لَبَّيْكَ رَسُولَ اللهِ وَسَعْدَيْكَ، قَالَ: «يَا مُعَاذُ» قَالَ: لَبَّيْكَ رَسُولَ اللهِ وَسَعْدَيْكَ، قَالَ: «مَا مِنْ عَبْدٍ يَشْهَدُ أَنَّ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا حَرَّمَهُ اللهُ عَلَى النَّارِ» ، قَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ أَفَلَا أُخْبِرُ بِهَا فَيَسْتَبْشِرُوا، قَالَ: «إِذًا يَتَّكِلُوا» ، فَأَخْبَرَ بِهَا مُعَاذُ عِنْدَ مَوْتِهِ تَأَثُّمًا

… Anas bin Malik meriwayatkan, sesungguhnya Nabi s.a.w., dan Muadz bin Jabal dibonceng kendaraan,
Nabi bersabda: “Wahai Muadz”

Muadz menjawab: “Dengan segala hormat wahai Nabi”.

Nabi bersabda: “Wahai Muadz”

Muadz menjawab: “Dengan segala hormat wahai Nabi”.

Nabi bersabda: “Wahai Muadz”

Muadz menjawab: “Dengan segala hormat wahai Nabi”.

Nabi bersabda: “Tidak ada dari seorang hamba yang bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah hamba Allah dan utusan Allah, kecuali Allah mengharamkannya masuk neraka”.

Muadz bertanya: “Bagaimana kalau aku kabarkan pada manusia agar mereka bergembira?”

Nabi menjawab: “ (Kalau engkau kabarkan) mereka akan berpasrah diri (tidak mau ibadah)”.

Maka sahabat Muadz bin Jabal pun menyampaikan dalil ini menjelang matinya, karena takut (menyembunyikan ayat).

[Hadist Shohih Muslim No. 53 – (32) Kitabul Iman]

Iklan

6 responses to “Hati-hati Dengan Kalimat Laa Ilaaha Illalloh

  1. Aku senang membaca nasehat ini, alhamdulillah jazakumullohu khoiro

  2. “Wahai Yang Mulya Rasulullah, janganlah engkau dakwahkan itu, sesungguhnya saya kuatir bila manusia berserah diri (meninggalkan syariat Islam yang lain), biarkanlah umat beramal sebagaimana mestinya”

    Itu hadits riwayat apa ? sanad2nya dari mana saja ya ?

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s