Dibencinya Meminta-minta

LDII - Dibencinya Meminta-minta - Minta-minta atau mengemis adalah perbuatan yang dibenci dalam Islam. Rasulullah s.a.w. mengajarkan kepada kaum Muslimin agar mau bekerja keras dan tidak malu bekerja kasar atau bekerja berat untuk memenuhi nafkah diri dan keluarganya.

“Kalian pagi hari memanggul kayu bakar di atas punggung kemudian shodakoh dengan hasil kayu itu dan ia merasa cukup, itu lebih baik daripada minta-minta pada orang lain, diberi atau tidak, maka sesungguhnya tangan di atas (memberi) lebih baik daripada tangan di bawah (meminta), maka jika memberi mulailah dari orang yang meramut kalian”, demikian sabda Nabi tertulis dalam Hadist Shohih Muslim No. (1042) – 106 Kitabu Zakat.

Orang-orang yang sebenarnya mampu bekerja namun ia meminta-minta maka kelak di akhirat mereka dibangkitkan dengan wajah tidak mempunyai daging, sebagai pertanda selama hidup di dunia mereka tidak punya malu.

3 Golongan Boleh Minta

Sebagaimana tertulis dalam Shohih Muslim No. (1044) – 106 Kitabul Zakat, ada 3 golongan orang boleh minta atau minta bantuan.

  1. Orang yang tertimpa musibah.
  2. Para petani yang gagal panen karena tanamannya terserang hama.
  3. Orang miskin yang disaksikan kemiskinannya oleh setidaknya 3 orang.
106 – (1042) حَدَّثَنِي هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ، حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ، عَنْ بَيَانٍ أَبِي بِشْرٍ، عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: «لَأَنْ يَغْدُوَ أَحَدُكُمْ، فَيَحْطِبَ عَلَى ظَهْرِهِ، فَيَتَصَدَّقَ بِهِ وَيَسْتَغْنِيَ بِهِ مِنَ النَّاسِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ رَجُلًا، أَعْطَاهُ أَوْ مَنَعَهُ ذَلِكَ، فَإِنَّ الْيَدَ الْعُلْيَا أَفْضَلُ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ»

… Abu Hurairah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Niscaya pagi-pagi kalian memanggul kayu bakar di punggung, kemudian besedekah dengan hasilnya dan mersa cukup, itu lebih baik dari pada meminta-minta pada orang lain, ….al-hadist
[Hadist shohih Muslim No. (1042) – 106 Kitabu Zakat]
 

104 – (1040) حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي اللَّيْثُ، عَنْ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ أَبِي جَعْفَرٍ، عَنْ حَمْزَةَ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَاهُ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ، حَتَّى يَأْتِيَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَيْسَ فِي وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ»

… Rasulullah s.a.w. bersabda: “Bila manusia tidak henti-henti meminta pada orang lain, mereka datang pada hari kiamat dan tidak ada sepotong dagingpun di wajahnya”.
[Hadist Shohih Bukhari No. (1040) – 104 Kitabu Zakat]
 

109 – (1044) حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، كِلَاهُمَا عَنْ حَمَّادِ بْنِ زَيْدٍ، قَالَ يَحْيَى: أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ هَارُونَ بْنِ رِيَابٍ، حَدَّثَنِي كِنَانَةُ بْنُ نُعَيْمٍ الْعَدَوِيُّ، عَنْ قَبِيصَةَ بْنِ مُخَارِقٍ الْهِلَالِيِّ، قَالَ: تَحَمَّلْتُ حَمَالَةً، فَأَتَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْأَلُهُ فِيهَا، فَقَالَ: أَقِمْ حَتَّى تَأْتِيَنَا الصَّدَقَةُ، فَنَأْمُرَ لَكَ بِهَا، قَالَ: ثُمَّ قَالَ: ” يَا قَبِيصَةُ إِنَّ الْمَسْأَلَةَ لَا تَحِلُّ إِلَّا لِأَحَدِ ثَلَاثَةٍ رَجُلٍ، تَحَمَّلَ حَمَالَةً، فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيبَهَا، ثُمَّ يُمْسِكُ، وَرَجُلٌ أَصَابَتْهُ جَائِحَةٌ اجْتَاحَتْ مَالَهُ، فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيبَ قِوَامًا مِنْ عَيْشٍ – أَوْ قَالَ سِدَادًا مِنْ عَيْشٍ – وَرَجُلٌ أَصَابَتْهُ فَاقَةٌ حَتَّى يَقُومَ ثَلَاثَةٌ مِنْ ذَوِي الْحِجَا مِنْ قَوْمِهِ: لَقَدْ أَصَابَتْ فُلَانًا فَاقَةٌ، فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيبَ قِوَامًا مِنْ عَيْشٍ – أَوْ قَالَ سِدَادًا مِنْ عَيْشٍ – فَمَا سِوَاهُنَّ مِنَ الْمَسْأَلَةِ يَا قَبِيصَةُ سُحْتًا يَأْكُلُهَا صَاحِبُهَا سُحْتًا “

… Rasulullah s.a.w. bersabda: “Wahai Qobishoh, sesungguhnya minta-minta itu tidak boleh kecuali 3 orang: Laki-laki yang menanggung beban boleh minta sampai selesai bebannya, dan laki-laki yang tertimpa hama yang merusak hartanya boleh minta sampai ia memiliki kekuatan memenuhi hidupnya, dan laki-laki yang menderita kemiskinan yang disaksikan tiga orang berakal dari golongannya. Maka selain tiga orang itu, ya Qobishoh, haram makan barang permintaan.
[Shohih Muslim No. (1044) – 106 Kitabul Zakat]
 
 

Iklan

One response to “Dibencinya Meminta-minta

  1. Saya suka nasehat nasehatnya

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s