Ngobrol Setelah Isya’

ngobrolSalah satu yang dibenci dalam Islam adalah tidur sebelum isya’ dan berbincang-bincang atau ngobrol setelah isya’. Lebih-lebih yang diperbincangkan dalam malam itu adalah lahwun atau maksiat, tentu tambah besar dosanya. Nabi s.a.w. mengajarkan umat Islam agar tidur pada awal malam dan bangun pada sepertiga malam yang akhir untuk sholat dan berdoa.

Kaum Muslimin boleh berbincang-bincang setelah isya’ asalkan membahas masalah agama dan berbagai kebaikan. Allah Ta’ala menjadikan siang dan malam agar dimanfaatkan sebaik-baiknya. Siang untuk bekerja mencari maisah dan malam untuk istirahat dan beribadah.

599 – حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى، قَالَ: حَدَّثَنَا عَوْفٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو المِنْهَالِ، قَالَ: انْطَلَقْتُ مَعَ أَبِي إِلَى أَبِي بَرْزَةَ الأَسْلَمِيِّ، فَقَالَ لَهُ أَبِي: حَدِّثْنَا كَيْفَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي المَكْتُوبَةَ؟ قَالَ: ” كَانَ يُصَلِّي الهَجِيرَ – وَهِيَ الَّتِي تَدْعُونَهَا الأُولَى – حِينَ تَدْحَضُ الشَّمْسُ، وَيُصَلِّي العَصْرَ، ثُمَّ يَرْجِعُ أَحَدُنَا إِلَى أَهْلِهِ فِي أَقْصَى المَدِينَةِ وَالشَّمْسُ حَيَّةٌ – وَنَسِيتُ مَا قَالَ فِي المَغْرِبِ – قَالَ: وَكَانَ يَسْتَحِبُّ أَنْ يُؤَخِّرَ العِشَاءَ، قَالَ: وَكَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَهَا، وَالحَدِيثَ بَعْدَهَا، وَكَانَ يَنْفَتِلُ مِنْ صَلاَةِ الغَدَاةِ، حِينَ يَعْرِفُ أَحَدُنَا جَلِيسَهُ، وَيَقْرَأُ مِنَ السِّتِّينَ إِلَى المِائَةِ “

… Abu Minhal meriwayatkan: … Ayahku bertanya bada Abi Bazah Al-Aslami bagaimana Rasulullah s.a.w. melaksanakan sholat wajib Abi Bazah Al-Aslami menjawab: Dulu Nabi s.a.w. sholat al-Hajir, yaitu sholat dhuhur awal , sampai matahari condong, dan sholat ashar, kemudian kami masing-masing kembali ke rumah di tepi kota Madinah, dan matahari masih tinggi, dan saya lupa tentang apa-apa yang dikatakan tentang maghrib.

Abi Bazah Al-Aslami melanjutkan ceritanya: Dulu kami senang mengakhirkan shalat isya’.

Abi Bazah Al-Aslami melanjutkan: Kami benci tidur sebelum isya’, dan bercerita-cerita sesudah isya’, … al-hadist.
[Hadist Shohih Bukhari No. 599 Kitabu Mawaqti Sholah]

Iklan

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s