Mati Keadaan Ihram

Muslimin yang meninggal dunia ketika sedang mengerjakan haji atau umroh mendapatkan perlakuan berbeda dibanding orang mati pada umumnya. Orang yang mati keadaan ihram dimandikan seperti biasa namun cukup dikafani dengan baju ihram yang ia kenakan, kepalanya tidak ditutupi dan tidak perlu diberi wewangian.

Jamaah haji yang wafat di tanah suci dalam keadaan ihrom kelak pada hari kiamat dibangkitkan dalam keadaan ihram juga dan membaca talbiyah. Satu jaminan bahwa orang Islam yang mati sedang ihrom akan masuk surga.

1265 – حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ، قَالَ: بَيْنَمَا رَجُلٌ وَاقِفٌ بِعَرَفَةَ [ص:76]، إِذْ وَقَعَ عَنْ رَاحِلَتِهِ، فَوَقَصَتْهُ – أَوْ قَالَ: فَأَوْقَصَتْهُ – قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اغْسِلُوهُ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ، وَكَفِّنُوهُ فِي ثَوْبَيْنِ، وَلاَ تُحَنِّطُوهُ، وَلاَ تُخَمِّرُوا رَأْسَهُ، فَإِنَّهُ يُبْعَثُ يَوْمَ القِيَامَةِ مُلَبِّيًا»

… Abas r.a. meriwayatkan: Suatu ketika seorang laki-laki sedang wukuf di Arafah, ketika itu ia jatuh dari kendaraannya, maka ia terluka atau diakatakan kendaraan itu membunuhnya – Nabi s.a.w. bersabda: “Mandikanlah dengan air dan daun bidara, dan kafanilah dengan baju ihromnya, jangan diberi wewangian dan jangan ditutupi kepalanya.

Sesungguhnya ia pada hari kiamat dibangkitkan dalam keadaan membaca talbiyah”.
[Hadist Shohih Bukhari No. 1265 Kitabul Janaiz]

Iklan

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s