Menikahi Pelacur

LDII - Menikahi Pelacur - Allah Ta’ala melalui surah An-Nur ayat 3 melarang kaum Mukminin menikah dengan para pezina seperti pelacur dan orang-orang yang terbukti sebagai ahli zina.

Asbabunuzul Surah an-Nur itu tertulis dalam Hadist Sunan Termidzi No.3177 Abwabu Tafsiri Quran, sebagaimana diriwayatkan di bawah ini.

Amru Bin Syuaib meriwayatkan: Pernah ada seorang laki-laki bernama Marsad bin Marsad. Laki-laki itu membawa tawanan dari Mekah sampai datang ke Madinah. Di Mekah ada seorang perempuan pelacur bernama ‘Anaq. Dulu Anaq ini adalah teman dekat Marsad.

Sesungguhnya Marsad waktu itu berjanji untuk membawa seorang tawanan dari Mekah.

Marsad berkata: “Aku tiba di naungan pagar dari perbatasan Mekah pada malam purnama. Waktu itu Anaq datang dan melihat bayangan hitam di pagar dan ketika dekat ia (Anaq) mengenaliku”.

Anaq bertanya: “Marsad?”

Aku menjawab: “Ya, saya Marsad”

Anaq berkata: “Selamat datang, ayo kemari menginap bersamaku satu malam saja”.

Aku Marsad menjawab: “Wahai Anaq, Allah mengharamkan berzina”.

Kemudian Anaq berteriak: “Wahai pasukan yang di dalam kemah, laki-laki ini membawa kabur tawanan kalian!”

Maka delapan orang mengejar kepadaku dan aku melarikan diri ke gunung Khodamah hingga sampai ke sebuah gua atau lobang dan masuk ke dalamnya.

Pasukan kafir menyusul padaku dan berdiri di depan gua tepat di atas kepalaku dan kencing maka jadi mereka mengencingi kepalaku, dan Allah membutakan mata mereka dariku.

Kemudian mereka kembali dan aku juga balik menemui sahabatku dan membawanya. Sahabatku itu seorang laki-laki gemuk hingga aku sampai ke daerah Idzkhir.

Aku membuka belenggunya kemudian membawanya pergi dan membuatku payah sampai di Madinah.

Kemudian aku menghadap pada Rasulillah, dan aku bertanya: “Wahai Rasulullah, bolehkah saya menikahi Anaq?” Aku bertanya dua kali namun Rasulullah s.a.w. diam tidak menjawab.

Sampai akhirnya turun ayat: «الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً »
 
Rasulullah s.a.w. bersabda: “Wahai Marsad, seorang pezina tidak boleh menikah kecuali dengan sesama pezina atau dengan orang musrik, perempuan pezina tidak boleh menikahi padanya kecuali juga pezina atau orang musrik, jadi jangan menikah dengan Anaq”.
[Hadist Sunan Termidzi No.3177 Abwabu Tafsiri Quran]
 

3177 – حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ الأَخْنَسِ قَالَ: أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، قَالَ: كَانَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ: مَرْثَدُ بْنُ أَبِي مَرْثَدٍ، وَكَانَ رَجُلًا يَحْمِلُ الأَسْرَى مِنْ مَكَّةَ حَتَّى يَأْتِيَ بِهِمُ المَدِينَةَ، قَالَ: وَكَانَتْ امْرَأَةٌ بَغِيٌّ بِمَكَّةَ يُقَالُ لَهَا: عَنَاقٌ وَكَانَتْ صَدِيقَةً لَهُ، وَإِنَّهُ كَانَ وَعَدَ رَجُلًا مِنْ أُسَارَى مَكَّةَ يَحْمِلُهُ، قَالَ: فَجِئْتُ حَتَّى انْتَهَيْتُ إِلَى ظِلِّ حَائِطٍ مِنْ حَوَائِطِ مَكَّةَ فِي لَيْلَةٍ مُقْمِرَةٍ، قَالَ: فَجَاءَتْ عَنَاقٌ فَأَبْصَرَتْ سَوَادَ ظِلِّي بِجَنْبِ [ص:329] الحَائِطِ فَلَمَّا انْتَهَتْ إِلَيَّ عَرَفَتْ، فَقَالَتْ: مَرْثَدٌ؟ فَقُلْتُ: مَرْثَدٌ. فَقَالَتْ: مَرْحَبًا وَأَهْلًا هَلُمَّ فَبِتْ عِنْدَنَا اللَّيْلَةَ. قَالَ: قُلْتُ: يَا عَنَاقُ حَرَّمَ اللَّهُ الزِّنَا، قَالَتْ: يَا أَهْلَ الخِيَامِ، هَذَا الرَّجُلُ يَحْمِلُ أُسَرَاءَكُمْ، قَالَ: فَتَبِعَنِي ثَمَانِيَةٌ وَسَلَكْتُ الخَنْدَمَةَ فَانْتَهَيْتُ إِلَى كَهْفٍ أَوْ غَارٍ فَدَخَلْتُ، فَجَاءُوا حَتَّى قَامُوا عَلَى رَأْسِي فَبَالُوا فَظَلَّ بَوْلُهُمْ عَلَى رَأْسِي وَعَمَّاهُمُ اللَّهُ عَنِّي، قَالَ: ثُمَّ رَجَعُوا وَرَجَعْتُ إِلَى صَاحِبِي فَحَمَلْتُهُ وَكَانَ رَجُلًا ثَقِيلًا حَتَّى انْتَهَيْتُ إِلَى الإِذْخِرِ، فَفَكَكْتُ عَنْهُ أَكْبُلَهُ فَجَعَلْتُ أَحْمِلُهُ وَيُعْيِينِي حَتَّى قَدِمْتُ المَدِينَةَ، فَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَنْكِحُ عَنَاقًا؟ فَأَمْسَكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيَّ شَيْئًا حَتَّى نَزَلَتْ الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا مَرْثَدُ الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ، فَلَا تَنْكِحْهَا» : «هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الوَجْهِ»
__________
[حكم الألباني] : حسن الإسناد
Iklan

4 responses to “Menikahi Pelacur

  1. Terus bagaimana kalau pelacur itu sudah bertaubat,apakah masih haram untuk dinikahi?

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s