Bom Bunuh Diri

Bunuh DiriHadist Bukhari No.4202 Kitabul Ghozi mengisahkan tentang seorang sahabat yang berperang bersama Rasulillah s.a.w. di Khaibar.

Laki-laki yang bernama Quzman ini diketahui sangat gigih dan semangatnya luar biasa dalam pertempuran.

Ketika masing-masing pasukan, pasukan Muslim dan pasukan Kafir mundur, Quzman masih terus memburu musuh yang menyendiri atau terpisah dari rombongan.

Sayangnya, ketika terluka, ia merasa kesakitan dan tidak sabar ingin segera mati.

Kemudian Quzman menusukkan pedangnya ke dadanya dan mati bunuh diri.

Rasulullah s.a.w. menghukuminya sebagai ahli NERAKA!

Kalau seorang sahabat yang berperang jihad bersama Rasulullah dengan niat semula untuk mencari Surga Allah, mati bunuh diri dalam medan perang dihukumi sebagai AHLI NERAKA, bagaimana dengan seseorang yang dengan sengaja dan terencana menyerang fasilitas umum dengan meledakkan dirinya?

Jelas, orang yang mati bunuh diri dengan tujuan apapun adalah ahli neraka.

Nabi s.a.w. tidak pernah mengajarkan berjihad dengan cara bunuh diri dan bunuh diri bukan ajaran Islam.
 

4202 – حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ التَقَى هُوَ وَالمُشْرِكُونَ فَاقْتَتَلُوا، فَلَمَّا مَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى عَسْكَرِهِ وَمَالَ الآخَرُونَ إِلَى عَسْكَرِهِمْ، وَفِي أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ لاَ يَدَعُ لَهُمْ شَاذَّةً وَلاَ فَاذَّةً إِلَّا اتَّبَعَهَا يَضْرِبُهَا بِسَيْفِهِ، فَقِيلَ: مَا أَجْزَأَ مِنَّا اليَوْمَ أَحَدٌ كَمَا أَجْزَأَ فُلاَنٌ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَمَا إِنَّهُ مِنْ أَهْلِ النَّارِ» ، فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ القَوْمِ: أَنَا صَاحِبُهُ، قَالَ: فَخَرَجَ مَعَهُ كُلَّمَا وَقَفَ وَقَفَ مَعَهُ، وَإِذَا أَسْرَعَ أَسْرَعَ مَعَهُ، قَالَ: فَجُرِحَ الرَّجُلُ جُرْحًا شَدِيدًا، فَاسْتَعْجَلَ المَوْتَ، فَوَضَعَ سَيْفَهُ بِالأَرْضِ وَذُبَابَهُ بَيْنَ ثَدْيَيْهِ، ثُمَّ تَحَامَلَ عَلَى سَيْفِهِ فَقَتَلَ نَفْسَهُ، فَخَرَجَ الرَّجُلُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: أَشْهَدُ أَنَّكَ رَسُولُ اللَّهِ، قَالَ: «وَمَا ذَاكَ؟» قَالَ: الرَّجُلُ الَّذِي ذَكَرْتَ آنِفًا أَنَّهُ مِنْ أَهْلِ النَّارِ، فَأَعْظَمَ النَّاسُ ذَلِكَ، فَقُلْتُ: أَنَا لَكُمْ بِهِ، فَخَرَجْتُ فِي طَلَبِهِ، ثُمَّ جُرِحَ جُرْحًا شَدِيدًا، فَاسْتَعْجَلَ المَوْتَ، فَوَضَعَ نَصْلَ سَيْفِهِ فِي الأَرْضِ، وَذُبَابَهُ بَيْنَ ثَدْيَيْهِ، ثُمَّ تَحَامَلَ عَلَيْهِ فَقَتَلَ نَفْسَهُ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ ذَلِكَ: «إِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ الجَنَّةِ، فِيمَا يَبْدُو لِلنَّاسِ، وَهُوَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ النَّارِ، فِيمَا يَبْدُو لِلنَّاسِ وَهُوَ مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ»
__________

 
Sahl bin Said Assaaidi meriwayatkan: Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bertempur dengan orang musyrik.

Ketika Rasulullah s.a.w. mundur pada pasukannya dan orang musyrik juga mundur pada pasukan mereka, ada seorang sahabat Rasulillah s.a.w. seorang laki-laki tidak mau meninggalkan seorang musrik yang tertinggal menyendiri kecuali dia terus memburu dan membunuh dengan pedangnya.

Para sahabat lain membicarakannya: “Hari ini kita tidak bisa menandingi perjuangan si fulan.”

Rasulullah s.a.w. bersabda: ”Ketahuilah bahwa dia itu seorang ahli neraka.”

Salah seorang laki-laki dari kaum, Aksam bin Abil Haun, mengatakan: “Baiklah, coba saya kuntit dia (Quzman).”

Maka Aksam mengikuti Quzman kemanapun, jika Quzman berhenti iapun berhenti.

Ketika Quzman memacu kencang iapun berjalan cepat.

Aksam meriwayatkan:

“Quzman di cederai seorang musuh dengan luka yang parah, iapun ingin segera mati. Quzman meletakkan gagang pedangnya di tanah dan ujung pedangnya ke arah antara dua susunya. Kemudian ia menjatuhkan diri pada pedangnya dan ia mati bunuh diri. ”

Aksam kemudian menghadap Rasulillah s.a.w. dan berkata:

“Saya bersaksi sesungguhnya engkau utusan Allah.”

Nabi bertanya: “Ada apa gerangan?”

Aksam menjawab:

“Laki-laki yang baru saja engkau sebut sebagai ahli neraka, hingga para sahabat merasa keberatan, saya menguntitnya, dan aku keluar mencari dia.

Saya mendapati dia terluka parah. Iapun ingin segera mati, Dia meletakkan gagang pedangnya di tanah dan ujung pedangnya ke arah antara dua susunya. Kemudian ia menjatuhkan diri pada pedangnya dan ia mati bunuh diri. ”

Rasulullah s.a.w. bersabda mengenai ini: “Seorang laki-laki yang beramal ahli surga yang jelas nampak oleh manusia, bisa jadi sebenarnya dia adalah ahli neraka. Dan seorang laki-laki yang beramal ahli neraka yang jelas nampak oleh manusia sedangkan dia ahli surga.”
[Hadist Shohih Bukhari No.4202 Kitabul Ghozi]

Iklan

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s