Larangan Beribadah di Kuburan

IbadahDalam Hadist Muslim No. (529) – 19 Aisyah r.a. meriwayatkan; Menjelang wafatnya Nabi s.a.w. bersabda: “Semoga Allah melaknati kaum yahudi dan kaum nasrani, karena mereka menjadikan makam Nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah”.

Aisyah r.a. berkata: “Andaikata bukan karena sabda Nabi tersebut makam Nabi Muhammad ditempatkan di luar, akan tetapi makam Nabi ada di dalam rumah karena dikuatirkan apabila dijadikan tempat ibadah”.

Sementara itu dalam Hadist Muslim No. (528) – 16 Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yahudi dan nasrani, ketika orang-orang sholeh mereka meninggal dunia, mereka membangun tempat ibadah di kuburan mereka, dan membuat patung-patung tokoh agama mereka di kuburan, demikian itu sejelek-jeleknya makhluk di sisi Allah pada hari kiamat.

Dalam Hadist Muslim No. (532) – 23 Nabi s.a.w secara tegas melarang kaum Muslimin beribadah di kuburan.

Allah adalah kekasih orang-orang beriman. Dan kekasih orang beriman adalah hanya Allah. Rasulullah s.a.w. melarang umat Islam menjadikan sesama manusia atau sesama makhluk sebagai kekasih (penolong).

Orang-orang yahudi dan nasrani yang beribadah, berdoa, sholat dan zdikir, di kuburan Nabi-nabi dan orang-orang sholih, merasa lebih afdhol, lebih mantap dan menjadikan tokoh-tokoh agama sebagai perantara mendekatkan diri kepada Allah.

16 – (528) وَحَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا هِشَامٌ، أَخْبَرَنِي أَبِي، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ، وَأُمَّ سَلَمَةَ ذَكَرَتَا كَنِيسَةً رَأَيْنَهَا بِالْحَبَشَةِ فِيهَا تَصَاوِيرُ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ أُولَئِكَ، إِذَا كَانَ فِيهِمُ الرَّجُلُ الصَّالِحُ، فَمَاتَ، بَنَوْا عَلَى قَبْرِهِ مَسْجِدًا، وَصَوَّرُوا فِيهِ تِلْكِ الصُّوَرَ، أُولَئِكِ شِرَارُ الْخَلْقِ عِنْدَ اللهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ»

… Aisyah r.a. meriwayatkan; sesungguhnya Umma Habibah dan Umma Salamah saling menceritakan tentang gereja yang mereka lihat di negeri Habashah yang di dalamnya ada patung pada Rasulullah s.a.w.

Nabi menjawab: “Sesungguhnya demikian itu, ketika laki-laki sholeh dalam kalangan mereka meninggal dunia, mereka membangun tempat ibadah di kuburnya, dan menempatkan patung tokoh sholih itu di dalamnya.

Demikian itu sejelek-jeleknya makhluk di sisi Allah pada hari kiamat”.
[Hadist Shohih Muslim No. (528) – 16 – Kitabul Masajidi wal Maudhi’i Sholah]

19 – (529) حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَعَمْرٌو النَّاقِدُ، قَالَا: حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ، حَدَّثَنَا شَيْبَانُ، عَنْ هِلَالِ بْنِ أَبِي حُمَيْدٍ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فِي مَرَضِهِ الَّذِي لَمْ يَقُمْ مِنْهُ «لَعَنَ اللهُ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى، اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ» قَالَتْ: «فَلَوْلَا ذَاكَ أُبْرِزَ قَبْرُهُ، غَيْرَ أَنَّهُ خُشِيَ أَنْ يُتَّخَذَ مَسْجِدًا» وَفِي رِوَايَةِ ابْنِ أَبِي شَيْبَةَ: وَلَوْلَا ذَاكَ لَمْ يَذْكُرْ: قَالَتْ

.. Aisyah r.a. meriwayatkan; Rasulullah s.a.w bersabda ketika sakit yang merenggut jiwanya: “Semoga Allah melaknati kaum yahudi dan Kaum Nasrani yang menjadikan makam Nabi-nabi mereka sebagi tempat ibadah”.

Aisyah berkata: “Andaikata tidak ada sabda Nabi tersebut kami menempatkan makam Nabi s.a.w. di luar”.

Akan tetapi kami memakamkan beliau di dalam rumah karena kuatir makam Nabi dijadikan tempat ibadah”.
[Hadist Shohih Muslim No. (529) – 19 – Kitabul Masajidi wal Maudhi’i Sholah]

23 – (532) حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَإِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ – وَاللَّفْظُ لِأَبِي بَكْرٍ قَالَ إِسْحَاقُ: أَخْبَرَنَا، وَقَالَ أَبُو بَكْرٍ: – حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ عَدِيٍّ، عَنْ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَبِي أُنَيْسَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ الْحَارِثِ النَّجْرَانِيِّ، قَالَ: حَدَّثَنِي جُنْدَبٌ، قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ أَنْ يَمُوتَ بِخَمْسٍ، وَهُوَ يَقُولُ: «إِنِّي أَبْرَأُ إِلَى اللهِ أَنْ يَكُونَ لِي مِنْكُمْ خَلِيلٌ، فَإِنَّ اللهِ تَعَالَى قَدِ اتَّخَذَنِي خَلِيلًا، كَمَا اتَّخَذَ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا، وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا مِنْ أُمَّتِي خَلِيلًا لَاتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ خَلِيلًا، أَلَا وَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوا يَتَّخِذُونَ قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ وَصَالِحِيهِمْ مَسَاجِدَ، أَلَا فَلَا تَتَّخِذُوا الْقُبُورَ مَسَاجِدَ، إِنِّي أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ»

… Jundab meriwayatkan:

Lima hari menjelang wafatnya saya mendengar Nabi s.a.w. bersabda:

“Sesungguhnya aku tidak bertanggungjawab pada Allah apabila kalin menjadikan aku sebagai kekasih,

Dan seandainya aku adalah kekasih bagi umatku maka aku menjadikan Abu Bakar sebagai kekasih,

Sadarilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian menjadikan kuburan Nabi-nabi mereka dan orang-orang sholeh mereka sebagai tempat ibadah,

Ingatlah, JANGAN kalian menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah, sesungghnya saya (Nabi) melarang kalian berbuat begitu”.
[Hadist Shohih Muslim No. (532) – 23 – Kitabul Masajidi wal Maudhi’i Sholah]

Iklan

3 responses to “Larangan Beribadah di Kuburan

  1. Di daerah kami….masjid masjid pasti ada makam-makam sesepuh di dekatnya….gimana kami menyingkapinya…?

  2. Bagaimana dg kuburan Muhammad rosulullah yg ada dalam masjid Nabawi Madinah?

    • Makam Nabi Muhammad tidak berada di masjid tapi dalam rumah. Tempat makam Nabi sampai sekarang statusnya tetap bukan masjid tapi bekas rumah Nabi.

      Makam Nabi tdk ditempatkan di luar justru karena dikuatirkan akan dikultuskan.

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s