Menyempurnakan Wudhu

LDII - Wudhu -Berwudhu adalah syarat sahnya sholat. Seseorang tidak dikatakan sholat bila tidak suci dari hadast besar maupun hadast kecil.

2 – (225) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ بْنُ هَمَّامٍ، حَدَّثَنَا مَعْمَرُ بْنُ رَاشِدٍ، عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ أَخِي وَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ، قَالَ: هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ، عَنْ مُحَمَّدٍ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا، وَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تُقْبَلُ صَلَاةُ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ»

Abu Hurairah meriwayatkan: Rasulalloh s.a.w. bersabda: “Tidak diterima sholat kalian jika tanpa bersuci hingga kalian berwudhu”.
[Hadist Shohih Muslim No. (225)-2 Kitabul Thoharoh]

Rasulullah s.a.w. memerintahkan kaum Muslimin menyempurnakan wudhunya dengan membasuh seluruh anggota badan wudhu secara merata dengan air, sebab bagian tubuh anggota wudhu yang tidak kena air diancam masuk neraka.

26 – (241) وَحَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، ح، وَحَدَّثَنَا إِسْحَاقُ، أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ هِلَالِ بْنِ يِسَافٍ، عَنْ أَبِي يَحْيَى، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ: رَجَعْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ مَكَّةَ إِلَى الْمَدِينَةِ حَتَّى إِذَا كُنَّا بِمَاءٍ بِالطَّرِيقِ تَعَجَّلَ قَوْمٌ عِنْدَ الْعَصْرِ، فَتَوَضَّئُوا وَهُمْ عِجَالٌ فَانْتَهَيْنَا إِلَيْهِمْ وَأَعْقَابُهُمْ تَلُوحُ لَمْ يَمَسَّهَا الْمَاءُ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ أَسْبِغُوا الْوُضُوءَ»

Abdillah bin Umar meriwayatkan: Kami bersama Rasulillah s.a.w. kembali dari Mekah ke Madinah hingga kami menjumpai air di jalan, ketika itu kaum terburu-buru saat sholat ashar,

Maka mereka berwudhu dengan terburu-buru, kami terus mengawasi mereka dan tumit-tumit mereka mengkilat tidak terusap air,

Maka Rasulullah s.a.w. bersabda: “Neraka wail bagi tumit-tumit, sempurnakanlah wudhu kalian”.
[Hadist Shohih Muslim No. (241)-26 Kitabu Thoharoh]
Selain wajib bagi Muslimin yang hendak sholat, orang yang berwudhu dengan sempurna mendapatkan banyak kefadholan.

    1. Diampuni dosa-dosanya.
      5 – (227) حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، وَعُثْمَانُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ، وَإِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ، – وَاللَّفْظُ لِقُتَيْبَةَ، قَالَ إِسْحَاقُ: أَخْبَرَنَا، وَقَالَ الْآخَرَانِ – حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ حُمْرَانَ، مَوْلَى عُثْمَانَ، قَالَ: سَمِعْتُ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ، وَهُوَ بِفِنَاءِ الْمَسْجِدِ فَجَاءَهُ الْمُؤَذِّنُ عِنْدَ الْعَصْرِ فَدَعَا بِوَضُوءٍ فَتَوَضَّأَ، ثُمَّ قَالَ: وَاللهِ لَأُحَدِّثَنَّكُمْ حَدِيثًا لَوْلَا آيَةٌ فِي كِتَابِ اللهِ مَا حَدَّثْتُكُمْ، إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «لَا يَتَوَضَّأُ رَجُلٌ مُسْلِمٌ فَيُحْسِنُ الْوُضُوءَ فَيُصَلِّي صَلَاةً إِلَّا غَفَرَ اللهُ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الصَّلَاةِ الَّتِي تَلِيهَا»

      Humron, mantan budaknya Ustman meriwayatkan: Saya mendengar Rasulalloh s.a.w. bersabda: “Tidak lah Muslimun berwudhu maka membagusi wudhunya kemudian sholat kecuali Allah mengampuni baginya dosa-dosa antara sholatnya dengan sholat sebelumnya”.
      [Hadist Shohih Muslim No. (227)-5 Kitabu Thoharoh]

    2. Anggota badan Muslimin yang terkena air wudhu akan bersinar kelak pada hari kiamat. Sinar pada wajah dan anggota wudhu lainnya membedakan antara umat Nabi Muhammad dengan orang kafir maupun dengan umat sebelumnya.Orang-orang beriman yang bersinar wajahnya akan datang di telaga Kautsar pada hari kiamat, untuk mendapatkan minum dan syafaat Nabi, sedangkan orang-orang kafir dan umat lain yang wajahnya suram akan diusir, termasuk orang-orang yang memperbarui syariat sepeninggal Nabi Muhammad.
37 – (247) وَحَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، وَوَاصِلُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى، – وَاللَّفْظُ لِوَاصِلٍ -، قَالَا: حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ، عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْجَعِيِّ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَرِدُ عَلَيَّ أُمَّتِي الْحَوْضَ، وَأَنَا أَذُودُ النَّاسَ عَنْهُ، كَمَا يَذُودُ الرَّجُلُ إِبِلَ الرَّجُلِ عَنْ إِبِلِهِ» قَالُوا يَا نَبِيَّ اللهِ أَتَعْرِفُنَا؟ قَالَ: ” نَعَمْ لَكُمْ سِيمَا لَيْسَتْ لِأَحَدٍ غَيْرِكُمْ تَرِدُونَ عَلَيَّ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ، وَلَيُصَدَّنَّ عَنِّي طَائِفَةٌ مِنْكُمْ فَلَا يَصِلُونَ، فَأَقُولُ: يَا رَبِّ هَؤُلَاءِ مِنْ أَصْحَابِي. فَيُجِيبُنِي مَلَكٌ، فَيَقُولُ: وَهَلْ تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ؟ “

Abi Hurairah meriwayatkan: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Umatku akan datang padaku di telagaku, Aku berhak mengusir manusia dari telagaku, seperti seorang pengembala mengusir onta asing dari telaganya”.

Para sahabat bertanya: “Wahai Nabinya Allah, bagaimana engaku mengenal kami pada hari itu?”

Nabi menjawab: “Benar, kalian akan memiliki tanda yang tidak dimiliki umat lain, kalian akan datang dengan bersinar wajah dan kakinya karena bekas air wudhu,

Dan akan ditolak segolongan dari kalian maka mereka tidak akan mendekat”,

Aku akan mengadu: “Wahai Tuhanku mereka itu adalah sahabatku”.

Malaikat menjawab padaku: “Engkau tidak tahu Muhammad apa-apa yang mereka perbarui setelah meninggalmu”.
[Hadist Shohih Muslim No. (247)-37 Kitabu Thoharoh]

Iklan

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s