Beratnya Mati Bunuh Diri

Mati Bunuh DiriKitabul Iman Hadist Shohih Muslim Bab 47 menegaskan wajibnya masuk neraka orang yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Orang-orang yang mati bunuh diri akan disiksa dalam neraka sebagaimana cara mereka membunuh dirinya.

Orang yang bunuh diri dengan menusukkan pisau ke tubuhnya kelak ia akan memegang pisau dan terus menusukkan ke tubuhnya di dalam neraka jahanam.

Begitu juga orang yang mati minum racun akan disiksa dengan minum racun terus-menerus di neraka.

Hadist Muslim No. (111) – 178 mengisahkan seorang sahabat yang mati bunuh diri di medan perang karena tidak sabar menahan rasa sakit akibat luka yang mengenainya. Rasulullah s.a.w. menghukuminya sebagai ahli neraka.

Jadi termasuk kategori mati bunuh diri yaitu melakukan aksi bom bunuh diri untuk menyerang lawan maupun merusak fasilitas umum.

Rasulullah tidak pernah mengajarkan berjihad dengan cara membunuh diri.

175 – (109) حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَأَبُو سَعِيدٍ الْأَشَجُّ، قَالَا: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ فَحَدِيدَتُهُ فِي يَدِهِ يَتَوَجَّأُ بِهَا فِي بَطْنِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا، وَمَنْ شَرِبَ سُمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ يَتَحَسَّاهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا، وَمَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ يَتَرَدَّى فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيهَا أَبَدًا»

Rasulullah shalallohu alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa membunuh dirinya dengan belati maka dengan belati yang di tangan mereka menusuk perutnya terus menerus selamanya,

Barangsiapa minum racun, dan mati, maka mereka akan terus menenggak racun dalam neraka jahannam selamanya, mereka kekal dalam neraka.

Barang siapa menjatuhkan diri dari gunung, bunuh diri, maka ia akan tergelincir ke dalam neraka jahannam selama-lamanya mereka kekal di dalamnya”.
Hadist Shohih Muslim No. (109) – 175 Kitabul Iman

178 – (111) وَحَدَّثَنَا مُحمَّدُ بْنُ رافعٍ، وعبْدُ بْنُ حُميْدٍ، جميعًا عَنْ عَبْدِ الرَّزَّاقِ، قَالَ ابْنُ رافعٍ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنِ ابْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: شَهِدْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حُنَيْنًا، فَقَالَ لِرَجُلٍ مِمَّنْ يُدْعَى بِالْإِسْلَامِ: «هَذَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ» ، فَلَمَّا حَضَرْنَا الْقِتَالَ قَاتَلَ الرَّجُلُ قِتَالًا شَدِيدًا، فَأَصَابَتْهُ جِرَاحَةٌ، فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، الرَّجُلُ الَّذي قُلْتَ لَهُ آنِفًا: «إِنَّهُ مِنْ أَهْلِ النَّارِ» فَإِنَّهُ قَاتَلَ الْيَوْمَ قِتَالًا شَدِيدًا، وَقَدْ مَاتَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِلَى النَّارِ» ، فَكَادَ بَعْضُ الْمُسْلِمِينَ أَنْ يَرْتَابَ، فَبَيْنَمَا هُمْ عَلَى ذَلِكَ إِذْ قِيلَ: إِنَّهُ لَمْ يَمُتْ، وَلَكِنَّ بِهِ جِرَاحًا شَدِيدًا، فَلَمَّا كَانَ مِنَ اللَّيْلِ لَمْ يَصْبِرْ عَلَى الْجِرَاحِ، فَقَتَلَ نَفْسَهُ، فَأُخْبِرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ، فَقَالَ: «اللهُ أَكْبُرُ، أَشْهَدُ أَنِّي عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ» ، ثُمَّ أَمَرَ بِلَالًا فَنَادَى فِي النَّاسِ: «أَنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ، وَأَنَّ اللهَ يُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الْفَاجِرِ»

Abu Hurairah meriwayatkan, Kami bersama Rasulillah s.a.w. terlibat dalam perang Hunain.

Rasulullah bersabda pada seorang laki-laki yang dikenal dengan keislamannya: “Orang ini termasuk penghuni neraka”.

Ketika tiba saatnya pertempuran laki-laki itu bertempur dengan sangat dahsyat hingga ia terluka kena senjata.

Maka dilaporkan: “Wahai Rasulullah, Laki-laki yang tadi engkau sebutkan sebagai ahli neraka, telah terbunuh pada pertempuran yang sengit, dan mati”.

Nabi shalallohu alaihi wasallam bersabda: “Ia ke neraka”.

Hampir saja para sahabat tidak percaya.

Saat itu pula dilaporkan: “Sesungguhnya laki-laki itu tidak terbunuh, akan tetapi ia terluka sangat pedih, malam harinya ia tidak sabar atas lukanya kemudian membunuh dirinya sendiri”.

Setelah mendengar cerita itu, Nabi s.a.w. berseru: “Allahu Akbar!, aku bersaksi bahwa Saya adalah hamba Allah dan UtusanNya”.

Kemudian Nabi memerintah Bilal agar berseru pada manusia “Sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali diri yang pasrah, dan sesungguhnya Allah telah menunjukkan kebenaran agama ini dengan laki-laki yang nyeleweng itu”.
Hadist Shohih Muslim No. (111) – 178 Kitabul Iman

Iklan

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s