Dosa Besar Ghibah

LDII - Dosa Besar GhibahSalah satu dosa besar dalam Islam yaitu ghibah.

Ghibah adalah perbuatan menceritakan rahasia / aib seorang Muslim kepada orang lain yang tidak berhaq.

Rasulullah sholallohu alaihi wasallam pernah diperlihatkan beberapa orang dalam neraka yang memiliki kuku tembaga.

Dengan kuku-kuku itu mereka mencakari wajah dan dada sendiri.

Ketika ditanyakan: “Siapakah mereka itu wahai Jibril?”.

Malaikat Jibril menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang makan bangkai manusia, hingga mereka tercebur dalam rahasia mereka”.

4876 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَوْفٍ، حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، حَدَّثَنَا شُعَيْبٌ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي حُسَيْنٍ، حَدَّثَنَا نَوْفَلُ بْنُ مُسَاحِقٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ مِنْ أَرْبَى الرِّبَا الِاسْتِطَالَةَ فِي عِرْضِ الْمُسْلِمِ بِغَيْرِ حَقٍّ»
__________
[حكم الألباني] : صحيح

Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya bagian dari ribanya riba adalah menceritakan aib Muslim tanpa haq”.
[Hadist Sunan Abi dawud No. 4876 kitabul Adab]

4874 – حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ الْقَعْنَبِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ، عَنِ الْعَلَاءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّهُ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْغِيبَةُ؟ قَالَ: «ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ» قِيلَ: أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ؟ «قَالَ إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ اغْتَبْتَهُ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ بَهَتَّهُ»
__________
[حكم الألباني] : صحيح

Abi Hurairoh meriwayatkan, seorang sahabat bertanya pada Nabi: “Wahai Rasulullah apakah ghibah itu?”

Nabi menjawab: “Membicarakan saudaramu tentang hal-hal yang dibencinya”.

Ditanyakan kembali: “Bagaimana jika ia benar-benar berbuat seperti yang dibicarakan?”

Nabi menjawab: “Apabila ia benar seperti yang diceritakan sungguh itu ghibah, namun jika ia tidak seperti yang diceritakan maka sungguh-sungguh itu dusta”.

[Hadist Sunan Abi dawud No. 4874 kitabul Adab]

4878 – حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُصَفَّى، حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ، وَأَبُو الْمُغِيرَةِ، قَالَا: حَدَّثَنَا صَفْوَانُ قَالَ: حَدَّثَنِي رَاشِدُ بْنُ سَعْدٍ، وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ جُبَيْرٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” لَمَّا عُرِجَ بِي مَرَرْتُ بِقَوْمٍ لَهُمْ أَظْفَارٌ مِنْ نُحَاسٍ يَخْمُشُونَ وُجُوهَهُمْ وَصُدُورَهُمْ، فَقُلْتُ: مَنْ هَؤُلَاءِ يَا جِبْرِيلُ، قَالَ [ص:270]: هَؤُلَاءِ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ لُحُومَ النَّاسِ، وَيَقَعُونَ فِي أَعْرَاضِهِمْ ” قَالَ أَبُو دَاوُدَ: حَدَّثَنَاه يَحْيَى بْنُ عُثْمَانَ، عَنْ بَقِيَّةَ، لَيْسَ فِيهِ أَنَسٌ.

Rasulullah s.a.w. bersabda: “Ketika saya dijalankan (Isr’ Mi’roj) saya melewati sekelompok orang yang memiliki kuku-kuku dari tembaga. Mereka mencakari wajah dan dada mereka sendiri.

Maka saya bertanya: “Siapakah mereka itu wahai Jibril?”

Jibril menjawab: “Mereka adal orang-orang yang makan bangkai manusia (di dunia), mereka telah terjerumus dalam aib mereka”.
[Hadist Sunan Abi dawud No. 4878 kitabul Adab]

Mencegah Orang Ber-Ghibah

Orang yang menceritakan kejelekan orang lain dan orang yang mendengarkan sama-sama dosanya.

Karena itu seseorang yang mendengarkan orang menggunjing orang lain hendaknya tidak membiarkan namun harus membantah atau mencegah.

4883 – حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَسْمَاءَ بْنِ عُبَيْدٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَيُّوبَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سُلَيْمَانَ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ يَحْيَى الْمُعَافِرِيِّ [ص:271]، عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ الْجُهَنِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: ” مَنْ حَمَى مُؤْمِنًا مِنْ مُنَافِقٍ، أُرَاهُ قَالَ: بَعَثَ اللَّهُ مَلَكًا يَحْمِي لَحْمَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ، وَمَنْ رَمَى مُسْلِمًا بِشَيْءٍ يُرِيدُ شَيْنَهُ بِهِ، حَبَسَهُ اللَّهُ عَلَى جِسْرِ جَهَنَّمَ حَتَّى يَخْرُجَ مِمَّا قَالَ ”
__________
[حكم الألباني] : حسن

Nabi s.a.w. bersabda: “Barang siapa menjaga orang iman dari orang munafiq, Allah mengutus seorang malaikat menjaganya pada hari kiamat dari neraka jahannam, barang siapa menuduh seorang Muslim dengan tujuan menyebarkan aibnya maka Allah menahan padanya di jembatan jahannam sehingga mencabut omongannya”.
[Hadist Sunan Abi dawud No. 4883 kitabul Adab]

Iklan

2 responses to “Dosa Besar Ghibah

  1. Terima kasih banyak atas pengingatnya. Memang ngomongin orang itu gak bagus. Semoga kita dijauhkan dari ghibah.

  2. Anindito Prabowo

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri dulu. Nama saya Didit, jama’ah Daerah Tangerang Kota. Saya telah membaca tulisan Mas/Mbak yang luar biasa ini. Kalau boleh, Mas/Mbak, saya ingin mohon izin untuk membagi tulisan2 yg ada dalam blog ini ke blog saya nanti agar lebih banyak orang yang membaca tulisan yg bermanfaat ini. Rencananya saya juga mau membuat blog yang berisi nasihat2 agama. Atas perhatian dan izin yang diberikan, saya syukuri Alhamdulillah jazakumullohu khoirot. Moga Alloh paring manfaat dan barokah.

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s