Ijtihad Dalam Islam

LDII - Keadilan Hukum -Hadist Sunan Abu Dawud No. 3592 Kitabul Aqdhiyah menyebutkan ada 3 dasar hukum dalam Islam, yaitu: Kitabillah, Sunnah Nabi dan Ijtihad.

3592 – حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ أَبِي عَوْنٍ، عَنِ الْحَارِثِ بْنِ عَمْرِو ابْنِ أَخِي الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ، عَنْ أُنَاسٍ مِنْ أَهْلِ حِمْصٍ، مِنْ أَصْحَابِ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا أَرَادَ أَنْ يَبْعَثَ مُعَاذًا إِلَى الْيَمَنِ قَالَ: «كَيْفَ تَقْضِي إِذَا عَرَضَ لَكَ قَضَاءٌ؟» ، قَالَ: أَقْضِي بِكِتَابِ اللَّهِ، قَالَ: «فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فِي كِتَابِ اللَّهِ؟» ، قَالَ: فَبِسُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فِي سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَلَا فِي كِتَابِ اللَّهِ؟» قَالَ: أَجْتَهِدُ رَأْيِي، وَلَا آلُو فَضَرَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَدْرَهُ، وَقَالَ: «الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَفَّقَ رَسُولَ، رَسُولِ اللَّهِ لِمَا يُرْضِي رَسُولَ اللَّهِ» ،

Sesungguhnya Rasulullah sholallohu alaihi wasallam ketika menghendaki mengutus Muadz ke Yaman beliau bersabda: “Bagaimanakah engkau menghukumi ketika masyarakat membutuhkan hukum?.

Muadz menjawab: “Saya akan menghukumi dengan Kitabillah”.

Nabi bertanya: “Bagaimana jika engaku tidak menjumpai hukum itu dalam Kitabillah?”

Muadz menjawab: “Maka akan saya gunakan sunnah Rasulillah sholallohu alaihi wasallam”.

Nabi bertanya: “Bagaimana jika tidak engkau temui dalam sunnah Nabi dan Kitabillah?”

Muadz menjawab: “Saya akan berijtihad dengan akalku”.

Seketika itu Rasulillah sholallohu alaihi wasallam menepuk dada Muadz, dan bersabda: “Alhamdulillah engkau telah pantas menjadi utusan Rasulillah karena menyenangkan pada Rasulillah”.
[Hadist Sunan Abu Dawaud No. 3592 Kitabul Aqdhiyah]

Ijtihad adalah pendapat / akal / logika seorang pemimpin atau pengambil kebijakan atau pembuat fatwa yang dikeluarkan manakala suatu persoalan tidak terdapat dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi (Al-Hadist).

Tentu saja ijtihad yang dikeluarkan tidak boleh bertentangan atau melawan ketentuan yang ada dalam Quran dan Hadist.

Sementara itu Hadist Termidzi No. 1322 menyebutkan tiga kategori juru hukum / pemimpin atau pembuat keputusan, 2 kategori ke neraka sedang yang satu masuk surga:

  1. Orang yang bodoh
    Orang yang tidak mengkaji dan tidak memahami Al-Quran dan Al-Hadist, maka sudah dipastikan bahwa ijtihad atau kebijakan yang ia putuskan ngawur , tidak berlandaskan Firman Allah dan Hadist Nabi. Tipe pengambil kebijakan seperti ini masuk neraka.
  2. Juru Hukum Jair
    Juru Hukum jair juga diancam neraka, yaitu orang yang mengetahui dan faham hukum-hukum atau peraturan-peraturan dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi namun ia menerapkan yang tidak sesuai atau menyimpang.
  3. Juru Hukum yang Adil
    Juru hukum yang adil adalah orang yang telah mengkaji dan memahami Quran dan Hadist dan menerapkan / menegakkan hukum sesuai dengan Kitabillah dan sunnah Nabi tersebut. Juru hukum / pemimpin / pengambil kebijakan yang adil, sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasulullah tempatnya sangat terhormat kelak di sisi Allah.
1322 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ قَالَ: حَدَّثَنِي الحَسَنُ بْنُ بِشْرٍ، حَدَّثَنَا شَرِيكٌ، عَنْ الأَعْمَشِ، عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ، عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” القُضَاةُ ثَلَاثَةٌ: قَاضِيَانِ فِي النَّارِ، وَقَاضٍ فِي الجَنَّةِ، رَجُلٌ قَضَى بِغَيْرِ الحَقِّ فَعَلِمَ ذَاكَ فَذَاكَ فِي النَّارِ، وَقَاضٍ لَا يَعْلَمُ فَأَهْلَكَ حُقُوقَ النَّاسِ فَهُوَ فِي النَّارِ، وَقَاضٍ قَضَى بِالحَقِّ فَذَلِكَ فِي الجَنَّةِ ”
__________
[حكم الألباني] : صحيح

Sesungguhnya Nabi sholallohu alaihi wasallam bersabda: “Juru hukum itu ada tiga tipe: dua tipe ke neraka dan satu tipe juru hukum ke surga,

Seorang laki-laki yang menghukumi tidak haq padahal ia tahu yang benar, maka ia ke neraka,

Dan juru hukum bodoh yang merusah hak-hak manusia maka ia ke neraka,

Dan juru hukum yang menghukumi dengan haq (sesuai tuntunan Allah dan Rasulullah) maka ia ke surga”.

[Hadist Sunan Termidzi No. 1322 Kitabul Ahkam]

Iklan

One response to “Ijtihad Dalam Islam

  1. Alhamdulillah akhirnya saya menemukan link yang pas. Mudah2an ada pengkajian yang update dengan kondisi saat ini.

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s