Tanda-tanda Kenabian Dalam Islam

islamImron bin Hushoin meriwayatkan:

Suatu ketika para shahabat bersama Nabi s.a.w. dalam perjalanan, maka masuklah waktu malam, sampai ketika tiba menjelang subuh mereka istirahat dan mereka tidak bisa menahan kantuk hingga matahari terbit.

Orang yang pertama kali bangun adalah Abu Bakar, dan ia tidak berani membangunkan Rasulillah s.a.w. sampai beliau bangun sendiri.

Tak lama kemudian Umar bangun dan Abu Bakar duduk di sebelah kepala Nabi.

Umar bertakbir dengan keras hingga Nabi s.a.w terbangun.

Kemudian kami berkumpul dan sholat subuh berjamaah.

Waktu itu ada seorang laki-laki yang menyendiri tidak mau sholat bersama kami.

Ketika kami selesai sholat Nabi bertanya: “Wahai Fulan, kenapa engkau tidak sholat bersama kami?”

Si Fulan menjawab: “Saya kena jinabat”.

Kemudian Nabi memerintahkan dia untuk tayamum dengan debu dan terus ia sholat.

Setelah itu Rasulullah s.a.w. menjadikan kami rombongan di depan beliau dan kami sungguh haus sekali.

Dan ketika kami sedang berjalan kami menjumpai seorang wanita sedang menurunkan dua kakinya diantara wadah bekalnya.

Kami bertanya kepadanya: “Punya air?”

Wanita: “Tidak punya”.

Kami bertanya kembali: “Berapa jarak sumber air dengan rumahmu?”

Wanita: “Perjalanan sehari semalam”.

Kami bertanya: “Maukah engkau menghadap pada Rasulillah?”

Wanita: “Apakah Rasulillah itu?”

Kami tidak menjawab pertanyaannya sampai menghadapkannya pada Nabi s.a.w.

Si wanita bercerita sebagaimana bercerita pada kami dengan menambahkan kalau dia seorang wanita yang merawat anak yatim.

Kemudian Nabi minta bekal si wanita dan mengusap mulut kedua wadah airnya.

Maka kami minum dari haus sebanyak 40 laki-laki sampai merasa segar.

Kemudian kami mengisi grebo dan wadah-wadah kami juga kami memberi minum unta-unta dengan air yang merembes dari wadah kami.

Kemudian Nabi bersabda: “Kemarikan semua yang kalian miliki”.

Maka kami mengumpulkan untuk perempuan sisa-sisa roti dan kurma hingga sampai di keluarganya.

Si wanita berkata: “Saya telah menjumpai ahli sihirnya manusia, atau dia seorang Nabi seperti anggapan kalian”.

Maka kemudian Allah memberi hidayah pada penduduk sekitar sebab si wanita dan si wanitapun menjadi islam dan mereka juga Islam.

3571 – حَدَّثَنَا أَبُو الوَلِيدِ، حَدَّثَنَا سَلْمُ بْنُ زَرِيرٍ، سَمِعْتُ أَبَا رَجَاءٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ، أَنَّهُمْ كَانُوا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَسِيرٍ، فَأَدْلَجُوا لَيْلَتَهُمْ، حَتَّى إِذَا كَانَ وَجْهُ الصُّبْحِ عَرَّسُوا، فَغَلَبَتْهُمْ أَعْيُنُهُمْ حَتَّى ارْتَفَعَتِ الشَّمْسُ، فَكَانَ أَوَّلَ مَنِ اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ أَبُو بَكْرٍ، وَكَانَ لاَ يُوقَظُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ مَنَامِهِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، فَاسْتَيْقَظَ عُمَرُ، فَقَعَدَ أَبُو بَكْرٍ عِنْدَ رَأْسِهِ، فَجَعَلَ يُكَبِّرُ وَيَرْفَعُ صَوْتَهُ حَتَّى اسْتَيْقَظَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَنَزَلَ وَصَلَّى بِنَا الغَدَاةَ، فَاعْتَزَلَ رَجُلٌ مِنَ القَوْمِ لَمْ يُصَلِّ مَعَنَا، فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ: «يَا فُلاَنُ، مَا يَمْنَعُكَ أَنْ تُصَلِّيَ مَعَنَا» قَالَ: أَصَابَتْنِي جَنَابَةٌ، فَأَمَرَهُ أَنْ يَتَيَمَّمَ بِالصَّعِيدِ، ثُمَّ صَلَّى، وَجَعَلَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَكُوبٍ بَيْنَ يَدَيْهِ، وَقَدْ عَطِشْنَا عَطَشًا شَدِيدًا فَبَيْنَمَا نَحْنُ نَسِيرُ، إِذَا نَحْنُ بِامْرَأَةٍ سَادِلَةٍ رِجْلَيْهَا بَيْنَ مَزَادَتَيْنِ، فَقُلْنَا لَهَا: أَيْنَ المَاءُ؟ فَقَالَتْ: إِنَّهُ لاَ مَاءَ، فَقُلْنَا: كَمْ بَيْنَ أَهْلِكِ وَبَيْنَ المَاءِ؟ قَالَتْ: يَوْمٌ وَلَيْلَةٌ، فَقُلْنَا: انْطَلِقِي إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَتْ: وَمَا رَسُولُ اللَّهِ؟ فَلَمْ نُمَلِّكْهَا مِنْ أَمْرِهَا حَتَّى اسْتَقْبَلْنَا بِهَا النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَحَدَّثَتْهُ بِمِثْلِ [ص:192] الَّذِي حَدَّثَتْنَا، غَيْرَ أَنَّهَا حَدَّثَتْهُ أَنَّهَا مُؤْتِمَةٌ، فَأَمَرَ بِمَزَادَتَيْهَا، فَمَسَحَ فِي العَزْلاَوَيْنِ، فَشَرِبْنَا عِطَاشًا أَرْبَعِينَ رَجُلًا حَتَّى رَوِينَا، فَمَلَأْنَا كُلَّ قِرْبَةٍ مَعَنَا وَإِدَاوَةٍ، غَيْرَ أَنَّهُ لَمْ نَسْقِ بَعِيرًا، وَهِيَ تَكَادُ تَنِضُّ مِنَ المِلْءِ، ثُمَّ قَالَ: «هَاتُوا مَا عِنْدَكُمْ» فَجُمِعَ لَهَا مِنَ الكِسَرِ وَالتَّمْرِ، حَتَّى أَتَتْ أَهْلَهَا، قَالَتْ: لَقِيتُ أَسْحَرَ النَّاسِ، أَوْ هُوَ نَبِيٌّ كَمَا زَعَمُوا، فَهَدَى اللَّهُ ذَاكَ الصِّرْمَ بِتِلْكَ المَرْأَةِ، فَأَسْلَمَتْ وَأَسْلَمُوا

[Hadist Shohih Bukhari No. 3571 Kitabul Manqib]

Iklan

2 responses to “Tanda-tanda Kenabian Dalam Islam

  1. Admin, amal sholih post juga ceritanya Rosululloh dan para sahabat minum susu bergiliran dan makan yang cuma aslinya porsinya dua orang saja, tapi bisa di makan banyak orang… Ajkhro

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s