Salamnya Tuhan Pada Ibu Khodijah

Ibu Khodijah adalah salah seorang manusia yang mendapat salam dari Tuhan dan jaminan masuk surga selagi masih hidup.

Keutamaan Ibu Khadijah adalah karena jasanya mendampingi Rasulullah sebagai istri baik sebelum menjadi Rasul maupun sesudahnya.

Meskipun Ibu Khadijah sebagai tulang punggung yang menghidupi keluarga dan menyerahkan seluruh hartanya untuk kegiatan dakwah Islam namun beliau tetap hormat dan taat pada suaminya, Rasulullah sholallohu alaihi wasallam.

Rasulullah selalu menceritakan jasa dan kebaikkan ibu Khadijah setelah wafatnya hingga membuat Ibu Khadijah menjadi wanita yang paling dicemburui oleh Ibu Aisyah.

Nabi Muhammad menikah dengan Ibu khadijah saat beliau berusia 25 tahun atau 15 tahun sebelum menerima wahyu pertama kali. Dan Ibu Khadijah wafat sepuluh tahun setelah Nabi Muhammad menjadi Rasul atau pada usia Nabi 50 tahun.

3817 – حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: «مَا غِرْتُ عَلَى امْرَأَةٍ مَا غِرْتُ عَلَى خَدِيجَةَ مِنْ كَثْرَةِ ذِكْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِيَّاهَا» ، قَالَتْ: «وَتَزَوَّجَنِي بَعْدَهَا بِثَلاَثِ سِنِينَ، وَأَمَرَهُ رَبُّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَوْ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ أَنْ يُبَشِّرَهَا بِبَيْتٍ فِي الجَنَّةِ مِنْ قَصَبٍ»

Aishah radhiyallohu anha meriwayatkan:

“Saya tidak pernah cemburu pada wanita melebihi cemburuku pada Ibu Khadijah,

karena saking seringnya Rasulillah sholallohu alaihi wasallam menceritakan beliau.

Padahal Nabi menikahi saya tiga tahun setelah Ibu Khadijah wafat,

Juga karena Tuhan Yang Maha Mulya dan Maha Agung atau Jibril memerintah mengabarkan tentang rumahnya di Surga dari berlian”.
[Hadist Shohih Bukhari No. 3817 Kitabul Manaqibi Anshor]

3820 – حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ، عَنْ عُمَارَةَ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: ” أَتَى جِبْرِيلُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ: هَذِهِ خَدِيجَةُ قَدْ أَتَتْ مَعَهَا إِنَاءٌ فِيهِ إِدَامٌ، أَوْ طَعَامٌ أَوْ شَرَابٌ، فَإِذَا هِيَ أَتَتْكَ فَاقْرَأْ عَلَيْهَا السَّلاَمَ مِنْ رَبِّهَا وَمِنِّي وَبَشِّرْهَا بِبَيْتٍ فِي الجَنَّةِ مِنْ قَصَبٍ لاَ صَخَبَ فِيهِ، وَلاَ نَصَبَ “

Abi Hurairah RA meriwayatkan: Jibril datang pada Nabi sholallohu alaihi wasallam,

Maka Jibril berkata: ”Wahai Rasulullah, istrimu Khadijah sungguh-sungguh datang dengan membawa wadah tempat lauk-pauk atau makanan atau minuman, apabila ia telah sampai bacakan padanya salam dari Tuhannya dan dariku (Jibril).

Kabarkan kepadanya tentang rumahnya di surga yang terbuat dari berlian, tidak gaduh dalam rumah itu dan tidak akan lelah”.
[Hadist Shohih Bukhari No. 3820 Kitabul Manaqibi Anshor]

Iklan

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s