Menjaga Aurat

Rasulalloh sholallohu alaihi wasallam memerintahkan kaum Muslimin dan Muslimat agar menjaga auratnya kecuali terhadap istrinya / suaminya masing-masing.

Menjaga aurat berarti menutupi seluruh anggota badan dari pandangan orang lain, yang bukan mahromnya.

Bagi wanita seluruh anggota tubuh adalah aurat yang harus ditutupi kecuali wajah dan telapak tangan sesuai dengan Firman Allah dalam Surah An-Nur ayat 31 dan Hadist Termidzi No. 1173 Abwabu Rodho’.

Bagi laki-laki aurat adalah meliputi paha sampai pusar.

Juga, seorang laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki lain dan seorang wanita tidak boleh melihat aurat wanita lain yang bukan mahrom.

2794 – حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ مُعَاذٍ، وَيَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، قَالَا: حَدَّثَنَا بَهْزُ بْنُ حَكِيمٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، قَالَ: قُلْتُ: يَا نَبِيَّ اللَّهِ عَوْرَاتُنَا مَا نَأْتِي مِنْهَا وَمَا نَذَرُ؟ قَالَ: «احْفَظْ عَوْرَتَكَ إِلَّا مِنْ زَوْجَتِكَ أَوْ مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ» ، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِذَا كَانَ القَوْمُ بَعْضُهُمْ فِي بَعْضٍ؟ قَالَ: «إِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ لَا يَرَاهَا أَحَدٌ فَلَا تُرِيَنَّهَا» ، قَالَ: قُلْتُ: يَا نَبِيَّ اللَّهِ إِذَا كَانَ أَحَدُنَا خَالِيًا؟ قَالَ: «فَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ يُسْتَحْيَا مِنْهُ مِنَ النَّاسِ» : «هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ»
__________
[حكم الألباني] : حسن

Kakeknya Bahzu bin Hakim bertanya: “Wahai Rasulullah Apakah yang harus kami jaga dan dan kami biarkan aurat kami?”

Rasulullah menjawab: “Jagalah auratmu kecuali pada istri / suamimu dan budak-budak kalian”.

Kakek kembali bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimanakah jika dengan sesama jenis kami?”

Rasulullah menjawab: “Sebisa mungkin kalian jangan melihat salah satu kalian dan jangan memperlihatkan”.

Kakek bertanya lagi: “Wahai Nabi Allah bagaiman jika kita di tempat sepi?”

Nabi menjawab: “Allah lebih berhak malu daripada kamu sekalian”.
[Hadist Termidzi No. 2794 Kitabul Adab]

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ… سورة النور 31

Katakanlah pada kaum mukmin perempuan agar memejamkan pandangannya dan menjaga farjinya dan tidak menampakkan perhiasannya (aurat atau perhiasan) kecuali apa-apa yang tampak darinya dan supaya menutupkan kerudungnya atas dadanya…
[Surat An-Nur ayat 31]

وَقَالَ الْأَعْمَشِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْها قَالَ: وَجْهُهَا وَكَفَّيْهَا وَالْخَاتَمُ. وَرُوِيَ عَنِ ابْنِ عُمَرَ وَعَطَاءٍ وَعِكْرِمَةَ وَسَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ وَأَبِي الشَّعْثَاءِ وَالضَّحَّاكِ وَإِبْرَاهِيمَ النَّخَعِيِّ وَغَيْرِهِمْ نَحْوُ ذَلِكَ *تفسير ابن كثير

Al-’Amash meriwayatkan dari Said bin Jubair dari Ibni Abbas: “Dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali apa-apa yang nampak darinya, Ibnu Abas menegaskan: wajah dan telapak tangan dan cincinnya…”
[Tafsir Ibnu Katsir]

1173 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَاصِمٍ قَالَ: حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ مُوَرِّقٍ، عَنْ أَبِي الأَحْوَصِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «المَرْأَةُ عَوْرَةٌ، فَإِذَا خَرَجَتْ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ» : «هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ»
__________
[حكم الألباني] : صحيح

Nabi sholallohu alaihi wasallam bersabda: “Wanita itu aurat ketika ia keluar syaitan menghias-hiasinya”.
[Hadist Termidzi No. 1173 Abwabu Rodho’]

2793 – حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي زِيَادٍ قَالَ: حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ حُبَابٍ قَالَ: أَخْبَرَنِي الضَّحَّاكُ بْنُ عُثْمَانَ قَالَ: أَخْبَرَنِي زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الخُدْرِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ، وَلَا تَنْظُرُ المَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ المَرْأَةِ، وَلَا يُفْضِي الرَّجُلُ إِلَى الرَّجُلِ فِي الثَّوْبِ الوَاحِدِ، وَلَا تُفْضِي المَرْأَةُ إِلَى المَرْأَةِ فِي الثَّوْبِ الوَاحِدِ» : «هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ»
__________
[حكم الألباني] : صحيح

Sesungguhnya Rasulalloh sholallohu alaihi wasallam bersabda: “Laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki lain dan tidak boleh seorang wanita melihat aurat wanita lain,

Dan janganlah kalian berpelukan laki-laki dengan laki-laki dalam satu selimut dan wanita jangan berpelukan sesama wanita dalam pakaian satu”.
[Hadist Termidzi No. 2793 Abwabul Adab]

Iklan

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s