Cinta Pada Orang Miskin

Allah dan Rasul mengajarkan pada kaum Muslimin agar mencintai dan mau bergaul dengan orang miskin.

Melalui surah Al-An’am ayat 52 Allah Ta’ala melarang umat Islam meninggalkan / mengabaikan / meremehkan orang miskin yang beriman.

وَلَا تَطْرُدِ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ مَا عَلَيْكَ مِنْ حِسَابِهِمْ مِنْ شَيْءٍ وَمَا مِنْ حِسَابِكَ عَلَيْهِمْ مِنْ شَيْءٍ فَتَطْرُدَهُمْ فَتَكُونَ مِنَ الظَّالِمِينَ (52)

“Janganlah kalian mengusir orang-orang yang menyembah Tuhan mereka pada waktu pagi dan sore karena berharap wajah Allah, bukanlah tanggungjawabmu menilai mereka sedikitpun juga pahalamu tidak tergantung pada mereka, apabila engkau meninggalkan mereka maka engkau tergolong orang-orang yang dzalim”.

Sebaliknya, seperti terungkap dalam Hadist Ibnu Majah No. 4127 Kitabu Zuhdi, Kaum Muslimin tidak boleh memberi prioritas pada orang kaya dan hendaknya orang kaya tidak ingin minta diistimewakan dalam kalangan kaum Muslimin.

4127 – حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ قَالَ: حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ مُحَمَّدٍ الْعَنْقَزِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا أَسْبَاطُ بْنُ نَصْرٍ، عَنِ السُّدِّيِّ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْأَزْدِيِّ، وَكَانَ قَارِئَ الْأَزْدِ، عَنْ أَبِي الْكَنُودِ، عَنْ خَبَّابٍ، فِي قَوْلِهِ تَعَالَى: {وَلَا تَطْرُدِ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ} [الأنعام: 52] وَالْعَشِيِّ إِلَى قَوْلِهِ {فَتَكُونَ مِنَ الظَّالِمِينَ} [الأنعام: 52] ، قَالَ: جَاءَ الْأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ التَّمِيمِيُّ، وَعُيَيْنَةُ بْنُ حِصْنٍ الْفَزَارِيُّ، فَوَجَدَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَ صُهَيْبٍ، وَبِلَالٍ، وَعَمَّارٍ، وَخَبَّابٍ، قَاعِدًا فِي نَاسٍ مِنَ الضُّعَفَاءِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ، فَلَمَّا رَأَوْهُمْ حَوْلَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقَرُوهُمْ، فَأَتَوْهُ فَخَلَوْا بِهِ، وَقَالُوا: إِنَّا نُرِيدُ أَنْ تَجْعَلَ لَنَا مِنْكَ مَجْلِسًا، تَعْرِفُ لَنَا بِهِ الْعَرَبُ فَضْلَنَا، فَإِنَّ وُفُودَ الْعَرَبِ تَأْتِيكَ فَنَسْتَحْيِي أَنْ تَرَانَا الْعَرَبُ مَعَ هَذِهِ الْأَعْبُدِ، فَإِذَا نَحْنُ جِئْنَاكَ، فَأَقِمْهُمْ عَنْكَ، فَإِذَا نَحْنُ فَرَغْنَا، فَاقْعُدْ مَعَهُمْ إِنْ شِئْتَ، قَالَ: «نَعَمْ» ، قَالُوا: فَاكْتُبْ لَنَا عَلَيْكَ كِتَابًا، قَالَ: فَدَعَا بِصَحِيفَةٍ، وَدَعَا عَلِيًّا لِيَكْتُبَ، وَنَحْنُ قُعُودٌ فِي نَاحِيَةٍ، فَنَزَلَ جِبْرَائِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ، فَقَالَ: {وَلَا تَطْرُدِ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ مَا عَلَيْكَ مِنْ حِسَابِهِمْ مِنْ شَيْءٍ وَمَا مِنْ حِسَابِكَ عَلَيْهِمْ مِنْ شَيْءٍ فَتَطْرُدَهُمْ، فَتَكُونَ مِنَ الظَّالِمِينَ} [الأنعام: 52] ، ثُمَّ ذَكَرَ الْأَقْرَعَ بْنَ حَابِسٍ، وَعُيَيْنَةَ بْنَ حِصْنٍ، فَقَالَ: {وَكَذَلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لِيَقُولُوا أَهَؤُلَاءِ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنْ بَيْنِنَا أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِالشَّاكِرِينَ} [الأنعام: 53] ، ثُمَّ قَالَ: {وَإِذَا جَاءَكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِنَا فَقُلْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ} [الأنعام: 54] ، قَالَ: فَدَنَوْنَا مِنْهُ حَتَّى وَضَعْنَا رُكَبَنَا عَلَى رُكْبَتِهِ، وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَجْلِسُ مَعَنَا، فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَقُومَ، قَامَ وَتَرَكَنَا، فَأَنْزَلَ اللَّهُ: {وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ} [الكهف: 28] وَلَا تُجَالِسِ الْأَشْرَافَ: {تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا، وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا} [الكهف: 28] يَعْنِي عُيَيْنَةَ، وَالْأَقْرَعَ {وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا} [الكهف: 28] قَالَ: هَلَاكًا، قَالَ: أَمْرُ عُيَيْنَةَ، وَالْأَقْرَعِ، ثُمَّ ضَرَبَ لَهُمْ مَثَلَ الرَّجُلَيْنِ وَمَثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا قَالَ خَبَّابٌ: «فَكُنَّا نَقْعُدُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَإِذَا بَلَغْنَا السَّاعَةَ الَّتِي يَقُومُ فِيهَا، قُمْنَا وَتَرَكْنَاهُ حَتَّى يَقُومَ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

Khobab menceritakan tentang Firman Allah Ta’ala:

{وَلَا تَطْرُدِ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ} [الأنعام: 52]

Sampai

قَوْلِهِ {فَتَكُونَ مِنَ الظَّالِمِينَ} [الأنعام: 52]

Suatu ketika Aqro’ bin Habis At-Tamimi dan Uyainah bin Hisni Al-Fazari bertamu pada Rasulillah s.a.w. yang sedang bersama Suhaib, Bilal, Amar, dan Khobab duduk-duduk diantara orang-orang dhuafa’nya orang beriman.

Ketika Aqro’ dan Uyainah melihat orang-orang duafa keduanya nampak meremhkan mereka.

Maka keduanya mendekat pada Nabi dan berkata: “Kami berdua menginginkan tempat duduk khusus darimu, bukankah engkau memandang kami sebagai orang Arab yang terhormat.

Maka sesungguhnya tamu-tamu bangsa Arab yang datang kepadamu malu jika menyaksikan orang-orang Arab bersanding dengan para budak ini.

Jadi jika kami datang padamu tolong suruhlah para budak itu menjauh darimu.

Dan jika kami telah pergi silakan engkau duduk bersama mereka sekehendakmu”.

Nabi menjawab: ”Baiklah”.

Aqro’ bin Habis At-Tamimi dan Uyainah bin Hisni Al-Fazari mengemukakan: “Kalau begitu tolong buatkan kami perjanjian tertulis”.

Hobab melanjutkan kisahnya: Kemudian Nabi minta lembaran dan minta pada Ali untuk menulis.

Sementara kami duduk di samping Nabi turunlah Malaikat Jibril alaihi salam membacakan ayat:

{وَلَا تَطْرُدِ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ مَا عَلَيْكَ مِنْ حِسَابِهِمْ مِنْ شَيْءٍ وَمَا مِنْ حِسَابِكَ عَلَيْهِمْ مِنْ شَيْءٍ فَتَطْرُدَهُمْ، فَتَكُونَ مِنَ الظَّالِمِينَ} [الأنعام: 52]

“Janganlah kalian mengusir orang-orang yang menyembah Tuhan mereka pada waktu pagi dan sore karena berharap wajah Allah, engkau tidak berhak menilai mereka sedikitpun juga pahalamu tidak tergantung pada mereka, apabila engkau meninggalkan mereka maka engkau tergolong orang-orang yang dzalim”.

Kemudian Jibril menyebut nama Aqro’ bin Habis At-Tamimi dan Uyainah bin Hisni Al-Fazari dan menyampaikan wahyu:

{وَكَذَلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لِيَقُولُوا أَهَؤُلَاءِ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنْ بَيْنِنَا أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِالشَّاكِرِينَ} [الأنعام: 53]

Dan demikian itulah Aku (Allah) menguji sebagian kalian dengan sebagian agar berkata demikian ini karena Allah memberikan anugerah kepada mereka dari antara kami, bukankah Allah Maha mengetahui dengan orang-orang yang bersukur?” [Surat Al-An’am ayat 53]

Kemudian Jibril membacakan ayat:

{وَإِذَا جَاءَكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِنَا فَقُلْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ} [الأنعام: 54]

”Ketika orang-orang yang beriman pada ayat-ayatKu datang kepadamu ucapkan “salaamu ‘alaikum” Tuhanmu mencatat rohmat atas dirinya”. [Surat Al-An’am ayat 54]

Hobab melanjutkan ceritanya: Maka kami mendekat pada Nabi sampai kami meletakkan lutut kami pada lutut Nabi dan Nabi duduk bersama kami.

Ketika sekiranya Nabi ingin berdiri maka kamipun segera pergi.

Kemudian Allah menurunkan ayat:

{وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ} [الكهف: 28]

”Dan bersabarlah dirimu bersama orang-orang yang menyembah Tuhan mereka pada waktu pagi dan sore karena berharap wajah Allah, dan janganlah engkau memalingkan pandanganmu pada mereka”. [Surat Al-Kahfi ayat 28]

Dan janganlah duduk bersama orang-orang terhormat “Yang menghendaki kesenangan kehidupan dunia dan janganlah mengikuti orang-orang yang menyibukkan hatinya jauh dari ingat kepadaKu”, yaitu Uyainah dan Aqro’, “dan mengikuti hawa nafsunya dan urusan mereka itu rusak”.

Hobab berkata: “yang dimaksud adalah urusan Uyainah dan Aqro”.

Hobab mengakhiri ceritanya: “Kamipun tetap duduk-duduk bersama Nabi sholallohu alaihi wasallam. Maka ketika sampai waktunya Nabi berdiri kami juga berdiri meninggalkan Nabi”.

Iklan

Berikan komentar yang relevan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s